in: Overclocking | July 31, 2014 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Uji Konsumsi Daya Prosesor Intel Pentium G3258 Saat Overclock

Prosesor murah terbaru dari Intel yakni Pentium G3258 Anniversary Edition, menebar kejutan demi kejutan. Prosesor berbasis arsitektur Intel Haswell dual-core ini memang tidak terlalu ‘sakti’ dalam keadaan default, namun pengujian kami mengindikasikan bahwa dirinya memiliki potensi untuk memotori sistem PC gaming murah saat di-overclock (baca: Uji Game pada Pentium G3258). Baru-baru ini kami juga menemui bahwa pendingin bawaan a.k.a Stock HSF pada Pentium G3258 sudah cukup bagus untuk menemani prosesor ini berlari pada 4.2 Ghz!

Sekarang, kami mencoba untuk melihat sebuah aspek lain dari Pentium G3258 yang juga perlu diperhatikan saat melakukan overclocking, yakni konsumsi daya.

Tujuan

Kami mengakui, kadang saat kami melakukan praktik overclocking yang ekstrim, kami benar-benar tidak peduli dengan konsumsi daya, selama pencapaian skor benchmark kami sudah cukup memuaskan, misalnya saja saat menguji sistem 4-way Crossfire R9 290X dan berusaha masuk ke ranking 3DMark11 Top 20 Dunia tahun lalu(walaupun tagihan listriknya sudah cukup untuk membuat mata kami terbelalak :p).

Namun kami memperkirakan bahwa kebanyakan calon pengguna Pentium G3258 bukanlah seorang extreme overclocker maupun high-end PC enthusiast, namun pengguna PC mainstream yang peduli akan faktor value for performance. Mengetahui konsumsi daya Pentium G3258 saat dioverclock  setidaknya akan memberi 2(dua) informasi penting, yakni:

  1. Pemilihan PSU untuk sistem
  2. Pemilihan motherboard (terutama komponen regulator daya)

Poin pertama sudah jelas, saat membangun sebuah PC murah, harga PSU merupakan sebuah komponen yang harganya sangat mudah membuat sebuah PC menjadi overpriced. Maka dari itu pemilihan PSU dengan kisaran kapasitas yang tepat diperlukan, anda tentunya bisa menghemat cukup banyak jika anda mengetahui sistem anda hanya membutuhkan sebuah PSU 400-450W ketimbang membeli PSU 600W yang mungkin agak mubazir, bukan?

Berikutnya, memperkirakan konsumsi daya si prosesor dapat membuat anda lebih cermat menentukan pilihan motherboard. Khususnya pada Pentium G3258 yang menggunakan platform LGA1150, pilihan motherboard anda terbagi menjadi 2(dua) kelas, yang pertama adalah yang menggunakan chipset Intel Z-series (Z97, Z97), atau motherboard dengan chipset non-Z-series(H97,H87,B85.H81). Tentunya motherboard dengan chipset non-Z memiliki harga yang lebih murah ketimbang Z-series.

Satu-satunya solusi murah untuk pengguna G3258 yang ingin melakukan overclock adalah memilih motherboard non-Z yang masih memiliki kapabilitas untuk melakukan overclocking. Namun yang jadi pertanyaan berikutnya: apakah komponen regulator daya(VRM) motherboard murah akan mendukung overclocking? Motherboard dengan chipset Z-series biasanya sudah dirancang dengan pertimbangan akan overclocking, sehingga kapasitas VRM motherboard mereka akan mudah menangani sebuah sistem yang di-overclock. Namun motherboard dengan chipset low-end seperti H81 biasanya menggunakan komponen regulator daya yang cenderung ‘pas-pasan’, karena mereka memang tidak pernah dirancang untuk overclock. Prosesor yang memiliki konsumsi daya tinggi setelah dioverclock tentunya membutuhkan motherboard dengan komponen yang mumpuni, sedangkan prosesor yang mengkonsumsi daya rendah bisa sedikit leluasa dengan pilihan motherboard mereka. Sederhananya, mengetahui konsumsi daya prosesor saat dioverclock akan berguna untuk mencari gambaran kasar seberapa tangguh motherboard yang harus anda pilih.

Untuk itu, sekarang kami akan menyajikan sebuah informasi pengujian singkat mengenai konsumsi daya dari prosesor Pentium G3258!

 

 

Ruang Lingkup dan Metoda Pengujian

PowerMeters

Tujuan kami kali ini cukup jelas, yakni mencari nilai konsumsi daya dari Prosesor Pentium G3258 ketika dioverclock. Metoda yang kami gunakan di pengujian pun sangat sederhana: menggunakan perangkat power meter, ukur konsumsi daya prosesor pada berbagai konfigurasi overclock. Aplikasi yang kami gunakan untuk me-load prosesor adalah LinX 0.6.4 (diset pada 4096MB memory).

Kami menggunakan software LinX, dan bukan game 3D untuk menguji konsumsi daya, karena software LinX hanya membebani prosesor, tidak termasuk VGA add-on yang ada. Tentu dengan ini kami dapat lebih akurat memprediksi konsumsi daya prosesor.

Testbed

Spesifikasi yang kami gunakan di pengujian ini sama persis dengan pengujian OC dengan stock HSF beberapa hari lalu:

  • CPU : Intel Pentium G3258
  • Motherboard: MSI Z97 Guard Pro
  • RAM: Team Zeus 1600 DDR3-1600 9-9-9-24 1T
  • VGA: MSI GTX 750 2GB /  IGP Intel HD Graphics
  • SSD: Kingston HyperX 3K 120GB
  • PSU: Corsair AX 850W
  • CPU Cooler: Intel Stock HSF (running @ 100% speed)
  • OS: Windows 7 x64 SP1 Ultimate

Catatan: Konfigurasi overclock yang kami pakai bisa dilihat disini.

Baik, mari lihat hasil testing kami di halaman berikutnya!

Daftar Isi
Pages: 1 2 3
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES