in: Overclocking | August 29, 2014 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

AOCT 2014 Yogyakarta: Sekilas Prosedur Audisi

Salah satu hal yang menjadi ciri khas AOCT(Amateur OverClocking Tournament) yang berbeda dengan kontes overclocking lainnya adalah konsep audisi yang diperkenalkan sejak pertama kali turnamen ini diadakan. Mengingat peminat lomba OC amatir ini biasanya sangat banyak, sedangkan slot kompetisinya terbatas, panitia harus mencari cara untuk ‘membatasi’ para peserta yang mengikuti kontes ini. Inti dari audisi yang dilakukan pada setiap AOCT adalah memastikan bahwa setiap peserta paham dan mengerti mengenai konsep overclocking dasar serta siap untuk mengikuti kompetisi overclocking, bukan hanya datang ke lomba untuk menjadi ‘bounty hunter‘ alias pemburu hadiah.

Sejak AOCT diadakan pertama kali tahun 2012 lalu, audisi yang dilakukan biasanya berupa tantangan untuk merakit sebuah sistem komputer serta menjawab berbagai pertanyaan teknikal seputar dasar-dasar overclocking. Pada tahun 2013, audisi yang dilakukan pun memiliki gaya yang sama. Namun pada tahun 2014 ini, segenap tim JagatReview merasa perlu untuk mengadakan audisi yang lebih ketat lagi. Untuk itulah, di AOCT 2014 Jogjakarta, tim JagatReview merumuskan sebuah prosedur audisi baru! Bagi Anda yang sudah mendaftarkan diri untuk AOCT 2014 Yogyakarta, ada baiknya memperhatikan beberapa hal berikut ini untuk memastikan bahwa Anda dapat mengikuti proses audisi dengan optimal.

Tahap-Tahap Audisi

Berbeda dengan audisi sebelumnya, audisi kali ini akan dibagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu:

  • Hands-on & Knowlegde
  • Assembly
  • Overclocking

Berikut ini penjelasan yang mendetail mengenai tahap-tahap audisi tersebut:

Tahap 1: Hands-on & Knowledge

Pada bagian ini, si overclocker akan diuji teori dan pengetahuan umum mengenai overclocking, khususnya overclocking sistem berbasis arsitektur Haswell. Tidak ketinggalan sang overclocker juga dilihat kemampuan dasarnya dalam menangani BIOS dan menjelaskan opsi setting overclock didalamnya. Waktu yang dialokasikan dalam tugas ini adalah kurang lebih 3-5 Menit.  Poin Maksimum yang bisa diambil dari tahap ini adalah 10 (sepuluh) poin.

PC yang disediakan panitia pada tahap ini adalah:

  • Prosesor: Intel Core i5-4690K “Devil’s Canyon”
  • Motherboard: ASUS Maximus 7 Gene
  • RAM: Team ZEUS DDR3-1600 2x4GB
  • CPU Cooler: Intel Stock Cooling

 

Tahap 2: Assembly

Di bagian ini, si overclocker akan diuji kemampuannya dalam merakit sebuah PC berbasis prosesor Intel Haswell tanpa casing, sampai dengan memasuki OS (waktu dihentikan ketika layar loading selesai dan desktop terlihat). Poin penilaian di tahap merakit ini HANYA diambil dari kecepatan Anda merakit PC. Makin singkat waktu yang Anda gunakan, makin besar poin yang didapat. Waktu MAKSIMAL yang diberikan adalah 8 menit, lebih dari ini maka peserta TIDAK AKAN mendapatkan nilai.

Ingat juga bahwa Anda dapat mengalami pengurangan poin jika Anda melakukan kesalahan fatal saat pemasangan, misalnya saja:

  • Tidak menggunakan thermal paste
  • HSF tidak terpasang dengan benar/fan connector belum dipasang
  • Menggunakan RAM hanya satu modul
  • Konektor daya (24 pin, 8 pin,  konektor daya SATA) tidak terpasang dengan benar

Poin maksimum yang bisa diambil dari tahap ini adalah 10 (sepuluh) poin.

Spesifikasi PC yang disediakan panitia dalam tahap ini adalah:

  • Prosesor: Intel Core i7-4790K “Devil’s Canyon”
  • Motherboard: MSI Z97 MPOWER
  • RAM: Team ZEUS DDR3-1600 2x4GB
  • CPU Cooler: Intel Stock Cooling

 

Untuk referensi komponen yang akan Anda rakit dan berapa estimasi waktunya, Anda bisa melihat video berikut ini:

 

Tahap 3: Overclocking

Seperti namanya, di part ini si peserta diberi waktu 10 menit untuk melakukan overclocking sebuah sistem berbasis prosesor Core i7-4790K “Devil’s Canyon“, untuk mengeluarkan skor 3DMark 11 Physics (bukan total score). Peserta boleh melakukan skoring sebanyak mungkin selama waktu masih tersedia, skor yang diambil adalah skor tertinggi selama waktu belum habis. Panitia TIDAK memberikan software tuning on-the-fly, sehingga peserta WAJIB mengubah semua setting hanya dari BIOS.

Poin maksimum yang bisa diambil dari tahap ini adalah 20 (dua puluh) poin.

Spesifikasi PC yang disediakan panitia dalam tahap ini adalah:

  • Prosesor: Intel Core i7-4790K “Devil’s Canyon”
  • Motherboard: Gigabyte Z97M-D3H
  • RAM: Team ZEUS DDR3-1600
  • CPU Cooler: Noctua NH-D14

 

Setelah mengikuti 3 (tiga) tahap audisi, maka nilai maksimum yang bisa diraih pada sebuah tim adalah 40 (empat puluh) poin.

 

Audisi Perorangan (BUKAN tim!)

Poin berikutnya yang ingin kami sampaikan adalah bahwa berbeda dengan audisi di tahun-tahun sebelumnya, audisi tahun ini dilangsungkan secara INDIVIDUAL, bukan tim. Jadi, pada saat tim Anda memasuki arena audisi, akan ada juri yang menanyakan siapa anggota dari tim Anda yang menjalankan tahap audisi yang berbeda.

Anda harus memilih, siapa yang akan:

  • Menjalankan audisi tahap 1 (hands-on & knowledge) DAN tahap 2 (Assembly)
  • Menjalankan audisi tahap 3 (overclocking)

PENTING: Overclocker yang memilih untuk menjalankan audisi tahap 3 (overclocking) TIDAK BOLEH lagi mengikuti tahap 1 & 2. Sebaliknya, Overclocker yang memilih untuk menjalankan audisi tahap 1 & 2 juga TIDAK BOLEH lagi mengikuti tahap 3. Semua tahapan ini dilangsungkan BERSAMAAN. Nantinya, poin yang didapatkan masing-masing overclocker akan diakumulasikan untuk mendapat poin akhir, yang menentukan apakah Anda lolos audisi atau tidak.

 

Tidak Perlu Perlengkapan Tambahan

Pada tahap audisi, peserta TIDAK diperkenankan menggunakan perlengkapan tambahan apapun, mulai dari USB Flash Drive, Thermal Paste, HSF, Obeng dan lain sebagainya. Panitia akan menyediakan SEMUA perlengkapan yang dibutuhkan.

 

Slot Terbatas: Memilih 12 Tim dari 26 Tim Terdaftar

Tujuan dari audisi secara individual ini adalah memastikan bahwa dalam setiap tim kedua anggotanya memang memiliki skill dasar yang dibutuhkan seorang overclocker, entah itu skill teknis (pengetahuan teori dan konsep overclocking), maupun skill praktek overclocking. Kunci dari tantangan individual dalam audisi AOCT ini adalah menemukan mana tahap yang cocok bagi overclocker dari tim Anda. Salah pilih, dan tim Anda akan beresiko kehilangan banyak poin. Ingat, dengan model audisi seperti ini, setiap anggota tim memiliki kesempatan meraih hingga 20 poin pada tugas mereka. Mengingat kami HANYA bisa memilih 12 tim terbaik saja, pastikan tim Anda mendapat poin setinggi-tingginya untuk lolos dari audisi AOCT.

Anda tentunya tidak ingin hasil overclocking Anda yang tinggi di tahap 3 menjadi sia-sia karena memilih partner yang tidak bisa merakit PC dengan cekatan serta memiliki pengetahuan overclocking yang memadai, bukan? Demkian pula, Anda akan menyesal kalau sudah berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat lalu merakit PC secepat kilat, namun rekan Anda gagal mendapatkan skor yang optimal dalam tahap 3.

Komunikasikan dengan team-mate Anda mengenai pilihan ini, dan pastikan Anda berdua menjalankan audisi dengan maksimal.

 

Referensi

Untuk referensi dan informasi tambahan yang bisa membantu anda menjalani proses audisi dengan maksimal, kami sangat menyarankan anda untuk membaca:

Haswell K-Series OC Guide

Overclocking Core i7-4790K “Devil’s Canyon”

Intel Pentium G3258 Overclocking dengan Stock HSF

Review & Overclocking Team Zeus DDR3-1600C9 2x4GB

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES