in: News | September 22, 2014 | by: Ozal

Pembajakan Online Tumbuh Subur di Layanan Cloud

Pembajakan game, film, musik, dan konten lainnya telah berpindah ke layanan internet berbasis cloud. Pembajak bisa menuai untung dari iklan dan royalti yang mereka dapatkan. Sedangkan pengunduh bisa dengan mudah mendapatkan konton ilegal dengan mudah, berbekal koneksi internet cepat.

pembajak

Sebuah laporan terbaru Digital Citizens Alliance mengungkapkan, pembajak menggunakan layanan cloud-store berbasis “cyberlocker” untuk menyimpan konten ilegalnya dan bisa diakses di seluru dunia. Hosting-nya pun ditempatkan di berbagai lokasi di seluruh dunia.

Penyedia cloud cyberlocker ini juga menggunakan teknologi yang sama dengan raksasa industri internet lainnya, seperti Dropbox, Google Drive, Pandora, iTunes dan sebagainya. Bahkan beberapa website cyberlocker, menawarkan layanan streaming gratis dengan iklan dan akses direct-download berlangganan. Perbedaannya ialah, menurut laporan itu, “model bisnis cyberlocker dirancang untuk konten bajakan,”

Dalam setahun, penyedia cloud berbasis cyberlocker ini bisa mengambil pendapatan sebesar US$ 96 juta. Mereka biasanya mendapatkan keuntungan dari iklan digital. Industri ini pun sudah melampui kepopoleran layanan berbagi konten berbasis peer-to-peer atau biasa dikenal dengan Torent.

“Operasi cyberlocker merupakan bisnis yang memiliki potensi menghasilkan keuntungan yang cukup besar dan krusial. Ini juga merupakan bisnis yang hanya membutuhkan investasi awal yang sederhana,” tulis laporan itu.

Ada 30 layanan cloud cyberlocker yang diindentifikasi Digital Citizens Alliance. Beberapa layanan cloud cyberlocker cukup familiar, seperti 4Shared, Mega Uploaded, dan Putlocker. Peneliti menemukan, sekitar 80 persen konten ada di layanan cloud itu ialah bajakan.

 

Sumber

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES