in: News - Overclocking | October 16, 2014 | by: Reza Afrian Ramadhan

MSI MOA 2014: Tak Kenal Maka Tak Sayang

bg

Ajang perhelatan MOA 2014 akan segera dimulai di Taiwan, namun beberapa dari Anda masih banyak yang masih belum mengetahui aturan yang diberlakukan dan juga hardware yang digunakan. Seperti pada artikel sebelumnya kami telah membahas sedikit tentang MOA 2014 (Anda bisa melihatnya disini), kali ini kami akan membahasnya lebih dalam lagi. Mari simak bersama 🙂

Hardware

Untuk mengadakan lomba tersebut, MSI tidak sendiri. Selain bekerja sama dengan HWBOT, MSI juga bekerja sama dengan beberapa partner yang membantu MSI untuk menyediakan beberapa komponen seperti procesor, atau bahkan bench table. Partner dari MSI tersebut antara lain  Intel, NVIDIA, Cooler Master, G.Skill, Kingston, Steel Series, ViewSonic dan DimasTech.  Berikut ini seperangkat hardware canggih terkini yang disiapkan MSI untuk digunakan para overclocker di MSI MOA 2014:

–          MSI Z97 MPOWER Motherboard

–          MSI X99S MPOWER Motherboard

–          MIS GTX 780 Ti LIGHTNING Graphics Card

–          MSI GTX 980 GAMING 4G Graphics Card

–          Intel® Core™ i7-4790K Processor

–          Intel® Core™ i7-5960X Processor

–          Cooler Master V1200 Platinum

–          G-Skill F3-2600C 10D-8GTX

–          HyperX 3K 120GB

–          Steel Series Apex RAW

–          Steel Series Kinzu v2

–          ViewSonic VX2370SMH-LED Monitor

–          DimasTech® Bench/Test Table Mini V1.0 Graphite Black

Competition

No limits

 

Berbeda tahun sebelumnya, terdapat 2 jenis kompetisi overclock dalam MSI MOA 2014: “Classic battle” dan juga “No limits”. Pertama, mari kita bahas dulu tentang Classic Battle:

Classic Battle

Classic Battle menggunakan mekanisme lomba overclock yang umum. Panitia lomba menyiapkan seperangkat hardware yang sama, lalu para overclocker akan ditantang untuk menghasilkan skor setinggi-tingginya dengan hardware yang sama tersebut, dalam rentang waktu yang terbatas. Skill, Knowlegde, dan persiapan dari para overclocker tersebut akan diuji habis-habisan disini.

Pada classic battle terdapat 3 jenis stage, yang pertama adalah Super Pi 32M yang memiliki baseline 7 menit 53.294 detik, kedua adalah Cinebench dengan baseline 841 pts, dan ketiga adalah 3D Mark Firestrike dengan skor 10719 pts. Perlu diketahui baseline adalah sebuah batasan dimana peserta harus melampaui skor tersebut untuk dapat mencatatkan namanya di papan skor. Sistem perhitungan skor di Classic Battle ini sama dengan tahun lalu dengan cara menggunakan persentase di tiap stagenya. Untuk Super Pi 32M dan 3DMark Firestrike memiliki persentase 35% sedangkan Cinebench 30%. Sehingga point yang didapatkan peserta akan sangat krusial untuk memenangkan stage dengan persentase yang besar dan banyak kemungkinan yang akan terjadi pada Classic Battle.

winner_Lucky_n00b

Sebagai contoh, tahun lalu ada seorang overclocker senior Indonesia, Alva “Lucky_N00b” Jonathan , yang mendapat posisi 2 di MSI MOA 2013. Alva harus menerima posisi kedua karena kekalahan tipis dengan persentase 0.2% dari lawannya, padahal dia berhasil menjadi juara di stage nomor 1 dan 2, namun saat di stage 3 yang persentasenya lebih besar dari kedua stage tersebut, dia kurang beruntung sehingga mengharuskan dia untuk bergeser ke posisi dua. Untuk hadiah sendiri di Classic Battle, Juara pertama akan mendapatkan USD $3000!, jumlah yang sangat fantastis. Disusul juara kedua, ketiga, dan keempat dengan hadiah USD $2000, USD$1500, dan USD $1000.

No Limits Battle

Pada No Limits Battle ini atau tahun lalu disebut juga dengan Free Style, peserta harus memecahkan beragam World Record di HWBOT untuk  mendapatkan point. Kompetisi ini mengijinkan pesertanya untuk membawa hardware sendiri selama memenuhi persyaratan yang diberikan oleh MSI. Pemilihan hardware dan juga pengetahuan umum mengenai hardware PC akan menjadi senjata utama bagi overclocker yang mengikuti No Limits battle.

Pada peserta akan dibebaskan untuk menjalankan 15 benchmark yang diberikan MSI dalam waktu tertentu. Ada 3 stage dikompetisi ini, pertama adalah Legacy yang mempunyai sub-stage  Super Pi 32M, PiFast, dan 3Dmark 03, 3Dmark 05, dan juga Aquamark 3. Sedangkan untuk Stage ke 2 yaitu 2D, terdapat sub-stage, HWBOT Prime, XTU, Cinebench R15, Cinebench R11.5 dan juga Wpriem 1024M. Stage yang terakhir yaitu 3D, memiliki sub-stage Firestrike, 3Dmark 11-P, Heaven DX11, 3DMark Vantage, dan juga Catzilla 720P. Untuk tiap rekor yang dipecahkan, terdapat 2 jenis klasifikasi, untuk yang dapat memecahkan Global Top Score di HWBOT akan mendapatkan 5 point, sedangkan untuk Hardware Top Score, akan mendapatkan 2 point. Untuk hadiah dikompetisi ini juga cukup fantastis, Juara 1 akan mendapatkan USD $2500, Juara 2 USD $2000, Juara 3 USD$1500, Juara 4 USD$1000, dan Juara 5 mendapatkan USD$500.

Dua Peserta dari Indonesia!

Seperti yang dijelaskan di artikel sebelumnya, Indonesia memiliki 2 wakil. Siapa saja mereka? Yuk mari kita sedikit bahas tentang mereka 🙂

Leontius Jesse Putra a.k.a bboyjezz

DSC08715

 

Leontius Jesse Putra adalah overclocker yang berasal dari Bandung dan sedang melakukan studi di Korea saat ini, namun demi mengikuti MSI MOA dia kembali ke Tanah Air hanya untuk mengikuti lomba tersebut. Semenjak kuliah di Binus University dan bergabung dengan Tim JagatOC semenjak tahun 2011, ini adalah MOA yang kedua bagi Jesse (yang pertama tahun 2012 lalu).

Dibawah bimbingan sang sensei Lucky_N00b yang sudah sering menjuarai lomba OC tingkat internasional dan juga support dari segenap member JagatOC lainnya, Jesse mempunyai ambisi untuk memenangkan MOA tahun ini. Oh ya, dengan lolosnya Jesse pada MOA tahun ini, berarti tim JagatOC sudah 5(lima) kali berturut turut mewakili Indonesia ke kontes overclocking terakbar MSI MOA. (baca juga: JagatOC berangkat ke MSI MOA 2010, MOA 2011, MOA 2012, dan MOA 2013)

 

Rhodie Situmorang A.K.A Rhodie

Capture

Rhodie bisa dibilang masih baru di dunia overclocking. Overclocker yang sedang menjalani studi di Jogjakarta ini pernah mencatatkan podium Juara 3 pada lomba regional yang diadakan JagatTReview yaitu Amateur Overclocking Tournament atau disingkat AOCT tahun 2013. Tahun ini, mahasiswa STMIK AMIKOM Jogjakarta tersebut lolos ke MOA, dan menjadi salah satu overclocker amatir ‘lulusan’ AOCT pertama yang mengikuti kompetisi overclock kelas Internasional. Membawa ambisi untuk menjuarai lomba tersebut, apakah Rhodie akan berhasil membawa pulang podium Juara 1 dan membanggakan nama Indonesia tahun ini? Mari kita simak sepak terjangnya di MOA 2014!

 

Bonus: Vote untuk Overclocker Favoritmu dan menangkan MSI Z97 Gaming 3

MOA 2014 Vote

MSI juga memberikan kesempatan untuk memberikan vote bagi overclocker Favorit anda, dan anda berkesempatan untuk memenangkan sebuah motherboard MSI Z97 Gaming 3 dari MSI. Penjelasan lengkap mengenai vote dapat dibaca pada tautan berikut ini: http://woobox.com/bvqhm3/vote

Mari vote bagi overclocker Indonesia!

 

 

Penasaran seperti apa jalannya MOA 2014 tahun ini? Apakah Indonesia akan berhasil membawa menaiki Podium di tahun ini? Bagaimana persiapan yang dilakukan oleh Tim Indonesia? Simak terus JagatReview untuk info paling update di MSI MOA 2014!

 

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES