in: Direct Release | October 13, 2014 | by: Jagat Review

[PR] Meningkatkan Kinerja Aplikasi (App) dan Jaringan di Indonesia

1452204_632290530200339_5921107584055638338_n

Agar misi internet.org dapat diwujudkan, kita harus fokus pada efisiensi data dan jaringan.

Lebih dari 85% penduduk dunia tinggal di tempat atau wilayah yang berada dalam cakupan seluler yang ada. Akan tetapi, ternyata hanya sekitar 30% dari total penduduk dunia yang mengakses internet. Hal ini menunjukkan bahwa bagi kebanyakan orang, hal yang menghambat konektivitas (atau keterhubungan dengan jaringan internet) bukanlah karena tidak adanya sinyal di tempat mereka melainkan karena tidak terjangkaunya biaya yang harus mereka keluarkan untuk membeli data. Padahal, pembuat aplikasi sebenarnya dapat memainkan peran pentin dalam menurunkan biaya koneksi internet dengan cara membuat lebih banyak aplikasi yang efisien dalam hal data bagi masyarakat di tempat-tempat yang kurang terjangkau oleh jaringan internet.

Untuk membantu mengatasi hal ini, maka Facebook menyelenggarakan lokakarya bagi semua pembuat aplikasi Internet.org. Bersama Ericsson dan XL Axiata di Jakarta, Facebook bekerja dengan para pembuat aplikasi agar aplikasi mereka buat menjadi lebih efisien. Pembuat aplikasi yang berpartisipasi dalam acara ini berkesempatan untuk menguji aplikasi mereka dan menakar pengalaman pengguna dalam kondisi jaringan lokal yang ada, dan bekerja dengan teknisi aplikasi dari Facebook, Ericsson, dan XL guna mengoptimalkan kinerja dan efisiensi aplikasi. Awal tahun ini, Facebook bekerja sama dengan Ericsson telah meluncurkan serangkaian hackathons (ajang berkumpulnya para pemrogram komputer dan membuat software/perangkat lunak untuk bersama-sama menggarap proyek pemrograman secara maraton/intensif). Hackaton yang fokus pada peningkatan efisiensi data inilah yang kemudian membidani lahirnya Internet.org Innovation Lab—yaitu wadah bagi para pembuat aplikasi untuk menguji aplikasi mereka dalam lingkungan yang sesungguhnya sesuai dengan realita yang ada di kantor pusat Facebook.

Selain membuat aplikasi yang menggunakan data lebih sedikit, kita juga membutuhkan infrastruktur yang lebih efisien untuk melayani masyarakat yang berada di tempat-tempat dengan bandwicth (lebar pita gelombang frekuensi) yang rendah. Hal ini mengharuskan dilakukannya peningkatan kinerja jaringan sehingga ada lebih banyak orang yang dapat terhubung dengan jaringan. Tahun lalu, Facebook telah menjalin kerja sama dengan Ericsson dan XL Axiata di Indonesia dalam menciptakan metodologi untuk menganalisis, memantau, dan meningkatkan kinerja jaringan dari ujung ke ujung dengan menggunakan simulasi aplikasi Facebook. Dengan metodologi ini, Facebook, Ericsson dan XL Axiata dapat mengindetifikasi masalah-masalah yang menimbulkan kesulitan bagi pengguna dan mengatasi masalah-masalah tersebut di sepanjang rentang jaringan yang ada.

1459733_522111724551554_1603700002_n

Penyesuaian-penyesuaian di sepanjang rentang jaringan telah berhasil mendongkrak kinerja jaringan hingga 70 persen. Peningkatan kinerja ini dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh pengguna. Kita sekarang tahu bahwa tidaklah mustahil untuk meningkatkan kinerja jaringan dengan menggunakan sumber-sumber daya jaringan yang ada. Ini merupakan kunci untuk membantu menutup kesenjangan konektivitas. Anda dapat belajar lebih banyak tentang proyek ini melalui buku putih Internet.org yang dirilis pada hari ini dengan judul “Mengukur dan meningkatkan kinerja jaringan – analisis jaringan dan penelitian, pengujian serta optimilisasi aplikasi”.

Bagian dari misi Internet.org adalah untuk bekerja di industri ini dengan mengolah dan berbagi hasil-hasil pembelajaran yang diperoleh. Berkat penelitian ini, kita sekarang memiliki model yang dapat direplikasi untuk menganalisis, mengukur dan meningkatkan kinerja jaringan yang dapat diterapkan pada jaringan seluler apapun. Hal ini akan membantu operator menargetkan perbaikan-perbaikan jaringan yang efektif dari segi biaya ke tempat-tempat yang secara jaringan paling sulit dijangkau oleh sebagian besar pengguna sehingga mereka yang berada di dua-pertiga belahan dunia yang masih belum terhubung dengan jaringan juga dapat ikut mendapatkan manfaatnya.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES