in: Direct Release | January 15, 2015 | by: Dian Syarifuddin

[PR] Menatap Bola Kristal: Red Hatters Menawarkan Prediksi Teknologi 2015

redhat_cmyk_logo

Red Hat Corporate Communications

Seiring berakhirnya 2014, kami meminta para eksekutif Red Hat dan pakar terkait untuk memberikan pemikiran mereka tentang apa akan terjadi dalam dunia teknologi pada tahun 2015. Kami telah mengelompokkan prediksi dari para ahli ini ke dalam beberapa topik, yaitu :
• Big Data
• Bisnis Teknologi
Cloud computing
Containers
• Pengembang dan Pengembangan Aplikasi
Internet of Things
Mobile
OpenStack
• Keamanan
Softwaredefined datacenter

Dalam posting hari ini, kita akan membahas big data, bisnis teknologi, cloud computing, dan prediksi containers untuk 2015. Prediksi lainnya akan dibahas besok. Dan, jika Anda tidak sempat melakukannya besok, pastikan Anda memantau apa yang diidentifikasi pelanggan Red Hat sebagai prioritas teknologi utama mereka di tahun 2015.

BIG DATA
Pentingnya
peneliti data perusahaan
Batas antara big data dan data akan semakin kabur. CIO akan berupaya untuk mengkonsolidasikan dan mengintegrasikan sumber data tradisional (misalnya data warehouse), analisis bisnis dengan dashboard “mata-mata bisnis” (business intelligence dashboard), dan pengelompokan data dengan teknologi “big data” yang baru seperti Hadoop. Bisnis-bisnis yang “tak terbayangkan sebelumnya” (disruptive businesses) dan peluang pasar baru akan muncul sebagai kesimpulan dari analisa big data. Peran peneliti data akan semakin penting sebagai penyaring data untuk meningkatkan kualitas data, penjelajah data untuk pemusnahan data, dan pakar “kampanye” untuk memopulerkan kesimpulan data. Selain itu, kecepatan inovasi big data yang berbasis open source juga akan mempercepat lahir dan dipakainya teknologi baru, seperti Storm dan Spark.
Greg Kleiman, director, strategy, Storage and Big Data

Pengintegrasian dan pengolahan data akan mendatangkan keunggulan kompetitif.
Teknologi pintar wearable (gadget yang “dipakai”) seperti jam tangan dan kacamata akan menjadi sangat populer, memperluas IoT dan menghasilkan gelombang big data yang lebih besar. Perusahaan yang dapat mengintegrasikan, cerdas mengolah, dan cepat membuat keputusan berdasarkan aliran data ini akan meraih keunggulan. Teknologi yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur TI yang diperlukan termasuk cloud IaaS dan platform PaaS untuk mengaktifkan basis yang fleksibel dan lincah untuk mengembangkan dan menjalankan aplikasi dan proses bisnis; platform layanan dan aplikasi mobile yang sangat produktif; teknologi integrasi berbasis cloud yang ringan, untuk membawa data, aplikasi, dan proses bisnis ini agar bekerja secara harmonis dari sudut pandang pelanggan; dan terakhir, platform proses bisnis dan otomatisasi keputusan yang memungkinkan otomatisasi cepat dan modifikasi proses bisnis dan keputusan yang diperlukan, dengan keterlibatan pelanggan yang lebih tinggi.
– Pierre Fricke, director, product marketing, Middleware

Seperti halnya House of Cards yang merupakan hasil analisis big data dari Netflix, bisnis yang “tak terbayangkan sebelumnya” (disruptive businesses) dan peluang pasar akan tercipta dari wawasan big data.
– Irshad Raihan, senior principal product marketing manager, Storage and Big Data

BISNIS TEKNOLOGI
Saya berharap adanya gairah di 2015, dengan IPO, akuisisi dan investasi terfokus pada semua wilayah baru yang “hot”di perusahaan teknologi. Pada saat yang sama, saya pikir kita akan melihat beberapa vendor lama terpecah dan membagi portofolio bisnis mereka. Saya juga memperkirakan akan semakin sedikit perusahaan tua yang go private.
– Joe Fitzgerald, vice president and general manager, Cloud Management

Seiring semakin tergantungnya operasional dan masa depan bisnis terhadap teknologi, seorang CIO dari perusahaan FORTUNE 500 akan menjadi CEO.
– Erich Morisse, director, strategy, Cloud Management

Satu hal yang sudah pernah kita lihat adalah bahwa penyedia PaaS sendiri telah mengubah strategi dari waktu ke waktu. Docker melakukannya dengan tidak lagi hanya berfokus pada Dotcloud tetapi juga ke container. Penyedia PaaS mungkin memiliki banyak tools dan kerangka kerja, tetapi mereka membutuhkan siklus hidup lebih lama. Inilah yang menyulitkan penyedia yang hanya berfokus pada private cloud – strategi hybrid cloud adalah solusinya.
– Ashesh Badani, vice president and general manager, OpenShift

Platform sistem engangement dan/atau interaksi yang berkembang semakin alami, cerdas, dan aware, akan mendorong experience pelanggan ke tingkat yang lebih tinggi. Engangement tingkat tinggi mencakup penawaran dan layanan prediktif, kontekstual, dan tepat waktu bahkan sebelum pelanggan menyadari kebutuhannya. Sistem GPS yang memiliki lalu lintas real-time, konstruksi, dan informasi tunda lainnya, sebagai contoh, akan membimbing orang untuk mencari rute tercepat –bukan rute terpendek.- Contoh kedua adalah garasi yang menghubungkan mobil ke aplikasi yang mampu menganalisis pemeliharaan dan kondisi mobil, serta memberikan daftar suku cadang yang dapat dicetak dengan printer 3D, sebagai langkah berjaga-jaga perbaikan mobil. Contoh ketiga adalah sistem reservasi perjalanan yang memberitahu Anda tentang pembatalan/penundaan dan menawarkan pilihan-pilihan jadwal lainnya secara real time saat di bandara, bahkan sebelum penundaan diumumkan pada layar.

Sistem engangement ini membangun proses bisnis dan aplikasi yang sadar-konteks. Aplikasi atau bisnis proses ini harus sadar dan mampu membuat keputusan yang tepat, memberikan jawaban atau produk yang benar, dan memuaskan pelanggan dan pengguna. Sistem engangement yang dibangun harus ringan, siap digunakan perusahaan, dan sistem mobile yang produktif, ditempatkan pada infrastruktur cloud, dan terintegrasi dengan semua aplikasi, data, keputusan bisnis, dan layanan otomatisasi proses yang diperlukan. Inilah “rahasia” untuk engangement pelanggan yang sukses pada tahun 2015.
– Pierre Fricke, director, product marketing, Middleware

KOMPUTASI CLOUD

Cloud Hybrid akan mendapatkan momentum.

Ada banyak inovasi yang terjadi di cloud publik, terutama dengan pengumuman terbaru dari Amazon Web Services dan Google. Perusahaan akan melihat ini dan sangat tertarik untuk mencoba cloud publik dan, karena inovasi ini menarik, beberapa mungkin membuat komitmen untuk cloud publik dan mengakhiri mengisolasi investasi yang sudah berjalan, mengurangi portabilitas pelanggan dan interoperabilitas antar wilayah. Akan ada lebih banyak inovasi dari perusahaan karena mereka ingin menyeimbangkan dua wilayah tersebut – mulai menggunakan cloud publik dan terus bereksperimen untuk bergerak menuju cloud hybrid.
– Ashesh Badani, vice president and general manager, OpenShift

Lebih banyak pelanggan akan menyadari bahwa cloud hybrid adalah arah masa depan dan mereka harus mulai berusaha mengelolanya. Menggunakan cloud privat atau infrastruktur virtual hanya akan membuat mereka kurang gesit. Sementara menggunakan cloud publik terlalu mahal dan tidak lengkap.
– David Egts, chief technologist, U.S. Public Sector

Akan ada lebih banyak perusahaan yang akan mengadopsi cloud publik pada tahun 2015 dan akan mendapatkan beberapa manfaat dari skala, tetapi juga mengalami tantangan dari cloud publik, terutama dalam hal kinerja yang cacat dan perilaku tak terduga. Pendekatan hybrid akan lebih banyak dipakai- bukan secara teknis, melainkan secara logis, seiring peningkatan pemakaian aplikasi SaaS.
– Marco Bill-Peter, vice president, Customer Experience and Engagement

Minat terhadap teknologi cloud sedang menjadi tren global, kita tidak sekedar melihatnya sebagai fenomena (teknologi) paling maju saat ini, juga karena adopsinya akan terus meluas di tahun 2015. Minat yang tinggi terhadap cloud publik akan selalu disertai kekhawatiran di seluruh dunia tentang isu privasi, keamanan dan regulasi, sehingga akan terjadi peningkatan (adopsi) cloud hybrid.
– Ashesh Badani, vice president and general manager, OpenShift

Definisi kata “hybrid” akan berkembang lebih dari sekedar (gabungan) cloud publik dan privat – namun lebih dimaknai sebagai pola penyebaran hybrid (fisik/virtual/cloud), model layanan hybrid (IaaS/PaaS/SaaS), arsitektur hybrid (scale up dan scale out), aplikasi hybrid (COTS vs Custom dan baru vs lama), dan model penyedia TI hybrid (hoster, MSPs dan CSP, sesuai premis).
– Mark Coggin, senior director, product marketing, Platform

Bare-metal akan menjadi kunci dalam komputasi cloud.
Bare-metal akan masuk dalam 5-besar sasaran lingkungan untuk penyebaran cloud baru.
– Bryan Che, general manager, Cloud Product Strategy

Perang cloud publik akan berlanjut.
Amazon, Google, dan Microsoft akan saling berkompetisi dalam harga, diferensiasi layanan, dan kemampuan cloud hybrid.
– Joe Fitzgerald, vice president and general manager, Cloud Management

Era baru Cloud sprawl’
Cloud sprawl akan muncul pada tahun 2015 sebagai tren utama dalam datacenter. Mirip dengan virtualisasi server sprawl yang dilanjutkan dengan virtualisasi sprawl untuk komputasi cloud, industri TI akan memasuki era cloud sprawl. Kombinasi dari layanan penyedia layanan cloud yang terjangkau dan munculnya lini departemen bisnis TI akan mengakibatkan ledakan jumlah proyek-proyek kecil yang bertempat di cloud privat, publik dan hybrid yang akan meningkatkan risiko bagi perusahaan.

– Irshad Raihan, senior principal product marketing manager, Storage and Big Data

TI akan belajar mata kuliah manufaktur 101
Teknologi operasional, dari manufaktur, akan menjadi “sesuatu” di IT dan Cloud.
– Erich Morisse, director, strategy, Cloud Management

Dua jenis beban kerja cloud

Beban kerja cloud terbagi menjadi dua cabang yang terkait. Kategori pertama cenderung kearah beban kerja mesin virtual (VM)-sentris yang stabil, memerlukan isolasi dari aplikasi lain, bisa berbagi sumber daya komputasi tetapi tidak berdampingan dengan baik, adalah infrastruktur terkonsolidasi (dalam bentuk puluhan VMS), dan ditujukan untuk aplikasi yang scale out (aplikasi berbeda dan berjalan secara bersamaan), dan bukan scale up (aplikasi yang sama dalam jumlah berlipat) Kategori kedua adalah beban kerja cloud container-sentris yang berada pada beberapa host, memerlukan integrasi dan orkestrasi di host, memiliki manajemen sumber daya sebagai prasyarat, menunjukkan hiperdensity (ratusan atau ribuan container), dan ditujukan untuk aplikasi yang scale out dan di mana-mana.
– Mark Coggin, senior director, product marketing, Platform

Elastic Storage akan memungkinkan aplikasi inelastis.
Perusahaan yang tertarik pada efisiensi akan mencoba untuk mendorong sebanyak mungkin infrastruktur lama ke arah cloud, dengan berbagai tingkat keberhasilan. Aplikasi lama akan terbukti sulit untuk bermigrasi dan sebagian besar akan tetap berjalan sebagaimana adanya, tetapi mereka akan dirancang ulang untuk lebih mudah mengonsumsi penyimpanan scale-out, baik on maupun off-premise, yang terbukti paling mudah untuk di-scale.
– Neil Levine, senior director, product management, Storage and Big Data

IPv6 sebagai default
IPv6 akan menjadi pilihan akses jaringan pengguna default untuk VM di sebagian besar cloud.
– Nicolas Barcet, director, OpenStack product management

CONTAINER

Diskusi Container bergeser dari isu penggunaan ke standar
Aplikasi container akan mendominasi diskusi industri pada tahun 2015. Percakapan akan bergerak dari “Kenapa container?” ke “Bagaimana saya bisa efektif memanfaatkan container untuk membuat IT saya lebih efisien?” Alih-alih berbicara tentang manfaat container, diskusi akan berkisar tentang standar yang dapat membantu organisasi membuat aplikasi mereka portabel.
– Krishnan Subramanian, Subramanian, director, strategy, OpenShift

Teknologi container seperti Docker dan Kubernetes akan muncul sebagai standar de facto untuk containerization dan orkestrasi, menuju ke generasi baru solusi komputasi cloud.
– Joe Fernandes, director, product management, OpenShift

Container bergerak melampaui fase hype
2015 akan menjadi saksi kemajuan container melewati fase hype di mana organisasi menyadari jenis pengiriman perangkat lunak memiliki kebutuhan yang berbeda untuk keamanan, update, keaslian konten, validasi, dan kurasi.
– Tim Burke, vice president, Cloud and Operating System Infrastructure

Tahun depan kita akan melihat lebih banyak aktivitas utama yang terkait container, dan orang-orang yang meminta jawaban dari penyedia “Apa strategi container Anda?” Sebagai penyedia cloud pada dasarnya setiap orang harus memiliki strategi container, dan cukup banyak keterampilan yang perlu dikembangkan oleh pengguna dan ISV yang perlu meng-container aplikasi mereka.
– Ashesh Badani, vice president and general manager, OpenShift

Pada 2015, departemen operasi TI akan belajar tentang container dan teknologi ini akan sangat menakutkan mereka. Bagaimana Anda mengelola aplikasi yang di- container-kan? Bagaimana Anda mengamankan mereka? Darimana asalnya? [Hari ini, container Linux menyediakan semua hal-hal yang dipedulikan pengembang tapi tidak hal-hal yang dipedulikan tim operasi. Di tahun mendatang, kami memperkirakan bahwa aplikasi ini akan beranjak dari fase pengembangan ke fase produksi, dan itu akan menjadi hari perhitungan.
– David Egts, chief technologist, U.S. Public Sector

Container Linux akan memenuhi beberapa janjinya terkait Service-Oriented Architecture (SOA) dengan scale yang lebih mudah dikelola. Untuk aplikasi produksi, aplikasi komposit berbasis-standar dipaketkan sebagai aplikasi pabrikan dari beberapa microservices yang dikemas bersama. Orkestrasi aplikasi ini secara lintas host dengan teknologi seperti Kubernetes akan memungkinkan munculnya jenis aplikasi baru dan menggunakan kasus yang memberikan arsitektur tangguh yang elastis, scale yang melintasi batas-batas geografis, dan dapat dengan mudah merespon perubahan kondisi bisnis.
– Mark Coggin, senior director, product marketing, Platform

Container akan (terus) mengubah lanskap cloud dan memenangkan beban kerja baru
Docker telah menciptakan lingua franca (bahasa pergaulan) untuk pengiriman aplikasi yang akan memaksa vendor manajemen perusahaan TI lama untuk bersaing dengan kompetitor open source untuk membuat container yang bermanfaat.
– Gunnar Hellekson, chief strategist, U.S. Public Sector

Teknologi container akan menjadi enabler untuk adopsi yang lebih luas dari cloud publik oleh perusahaan.
– Werner Knoblich, senior vice president and general manager, EMEA

Container Linux dan Docker akan mengambil alih alat manajemen konfigurasi individu sebagai satu-satunya teknologi yang paling populer untuk menyebarkan aplikasi di cloud
– Bryan Che, general manager, Cloud Product Strategy

Container Linux akan terus mendapatkan traksi dalam perusahaan dan akan semakin dievaluasi sebagai alternatif untuk virtualisasi berbasis hypervisor tradisional untuk beban kerja aplikasi baru.
– Joe Fernandes, director, product management, OpenShift

Container akan mengubah model bisnis dan penawaran dari ISV
Semakin banyak vendor software independen (ISV) akan mulai menawarkan solusi mereka yang dikemas bersertifikat, dengan gambar container portabel.
– Joe Fernandes, director, product management, OpenShift

Container Linux akan membuka model bisnis baru bagi vendor perangkat lunak. Penjualan lisensi tradisional / on-premise oleh vendor perangkat lunak sekarang akan dapat memanfaatkan model berlangganan, app-store seperti mekanisme distribusi, dan juga memiliki transisi yang relatif mudah untuk menjadi vendor SaaS. Teknologi “container yang modular, dapat dilacak, dan sepadan akan menjadi tren pada tahun 2015. Kemampuan teknologi yang ada di daerah lain seperti sertifikat digital / manajemen hak digital (DRM), aplikasi metering, layanan katalog termasuk software registry / repositori, dan aplikasi manajemen siklus hidup semua harus mengejar ketinggalan untuk memfasilitasi model-model bisnis baru bagi ISV.
– Mark Coggin, senior director, product marketing, Platform

Penawaran Containerized OpenStack akan muncul di pasar
Pada akhir 2015, kita akan melihat setidaknya satu vendor menawarkan produk OpenStack dibuat dengan container, dan khusus digunakan untuk beban kerja container.

Kita telah melihat upaya masyarakat untuk meng-container-kan OpenStack, serta momentum besar selama 2014 ketika manajemen kontainer dan orkestrasi dengan Kubernetes diluncurkan. Langkah berikutnya adalah membawanya ke pasar, dan saya mengantisipasi bahwa kita akan melihat seseorang datang ke pasar dengan platform penyebaran layanan kontainer self-service, menjalankan dan mengelola sebuah OpenStack container.
– Dave Neary, principal software engineer, Open Source and Standards

Container bertabrakan dan proyek open source akan berkonsolidasi di 2015.
Teknologi container OpenStack dan Linux akan mulai bertabrakan dan kami akan mulai melihat beberapa proyek yang ditujukan untuk pendekatan serupa melakukan konsolidasi, seperti orkestrasi beban kerja (Heat, Kubernetes, Mesos, Yam) dan katalog layanan (Murano, dengan berbagai indeks container / registry). Kecenderungan lain adalah containerization layanan OpenStack – ini akan membantu untuk mengatasi kompleksitas instalasi OpenStack, dan juga memfasilitasi pengembangan solusi yang lebih kompleks seperti ketersediaan tinggi dan fail-over, pengelompokan beban kerja dan penyeimbangan beban, infrastruktur penyimpanan kinerja tinggi, dan aplikasi autoscaling.
– Mark Coggin, senior director, product marketing, Platform

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES