in: Processors | February 12, 2015 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Review AMD Athlon X4 860K & Athlon X4 760K: Prosesor Quad-Core Murah Tanpa IGP

AMD_Athlon_logo

Prosesor besutan AMD umumnya menawarkan rasio price vs performance yang sangat menarik. Bagi gamer ataupun penikmat multimedia dengan dana terbatas, AMD menawarkan solusi APU (Accelerated Processing Unit), yakni sebuah prosesor dengan grafis terintegrasi. Grafis terintegrasi(Integrated Graphics a.k.a IGP) ini cukup kencang, hingga benar-benar mampu bersaing dengan kartu grafis add-on murah (APU A10-7850K ‘Kaveri’ masih diyakini sebagai pemberi solusi grafis terintegrasi tercepat desktop saat ini). Bahkan, APU A8-6600K yang sekarang sudah cukup berumur pun masih menawarkan performa prosesor dan grafis terintegrasi yang cukup baik di kelas harganya.

Namun, tidak semua user menyukai solusi APU. Banyak budget gamer yang menginginkan kartu grafis add-on bertenaga, dan merasa ‘mubazir’ jika mereka memasangkannya dengan sebuah APU yang grafis terintegrasinya tidak mereka manfaatkan. Untuk itu, AMD menawarkan sebuah alternatif: prosesor quad-core murah, tanpa grafis terintegrasi, yang menyandang nama ‘Athlon X4‘.

Spesifikasi – Athlon X4 860K & Athlon X4 760K

Secara singkat, Athlon X4 adalah sebuah ‘APU’, tanpa IGP. Ada 2 (dua) buah Athlon X4 yang akan kami uji kali ini, Athlon X4 760K yang berbasiskan APU ‘Richland’ (CPU Core Piledriver 32nm – sudah rilis cukup lama), dan Athlon X4 860K yang relatif lebih baru, berbasiskan APU ‘Kaveri'(CPU Core Steamroller 28nm). Berikut spesifikasi keduanya:

Spec_Table_760K_860K

Seperti yang kami sebut di atas, kemiripan Athlon X4 ini dengan APU pendahulunya sangat kentara. Sebuah Athlon X4 860K memiliki spesifikasi mirip APU A10-7850K dengan IGP ditiadakan, sedangkan Athlon X4 760K memiliki spesifikasi prosesor sedikit di bawah APU A8-6600K, sama-sama tanpa IGP. Tentu saja, kemampuan HSA yang tadinya ada di A10-7850K tidak akan ditemukan di X4 860K.

Berikut ini informasi kedua prosesor (saat sedang berjalan di clock Turbo maksimalnya) seperti yang dilaporkan CPU-Z:

Athlon X4 860K

CPuz_860K

 

Athlon X4 760K

CPuz_760K

Hal yang menarik, kedua prosesor ini memiliki empat inti, atau quad-core. Akhir-akhir ini, sudah mulai banyak aplikasi (terutama game) yang menuntut penggunaan prosesor dengan 4 inti (atau setidaknya memiliki 4 thread). Tentunya cukup menarik untuk melihat kemampuan prosesor quad-core berharga ekonomis ini di berbagai aplikasi!

Catatan: Kami akan membahas teknologi AMD Turbo Core di halaman berikutnya.

Gallery

Berikut ini tampilan fisik dari kedua AMD Athlon X4:

Athlon_X4_760K_860K_03

 

DSC04428s

DSC04429s

Athlon_X4_760K_860K_06

Athlon_X4_760K_860K_07

Athlon_X4_760K_860K_08

Athlon_X4_760K_860K_09

Athlon_X4_760K_860K_10

Si ‘kembar’ Athlon X4 di atas memiliki packing yang identik, dan pendingin yang menyertainya pun sama persis. Selain penggunaan soket yang berbeda, tidak ada perbedaan yang kentara dari segi fisik dari kedua prosesor ini.

 

Testbed

Athlon_X4_760K_860K_12

Berikut ini hardware dan software yang kami gunakan untuk pengujian:

  • Prosesor: Athlon X4 860K & Athlon X4 760K
  • Motherboard: MSI A68HM-E33
  • RAM: G.Skill TridentX 2x4GB DDR3-2400 CL10 (berjalan pada DDR3-1600 CL11 SPD di semua pengujian kecuali overclocking)
  • VGA: Digital Alliance GTX 750 Ti StormX Dual 2GB DDR5
  • SSD: Kingston HyperX 3K 120GB SSD
  • CPU Cooler: Stock HSF
  • PSU: FSP Hexa+ 400W
  • OS: Windows 8.1 Enterprise 64-bit

 

Testbed Pembanding: Intel Pentium G3258 & Intel Core i3-4130

Athlon_X4_760K_860K_13

Sebagai pembanding kedua prosesor Athlon X4 ini, kami memilih dua buah prosesor dari Intel, yakni Intel Pentium G3258 dan Core i3-4130.

Intel Pentium G3258 Anniversary Edition

G3258

 

Intel Core i3-4130

i3_4130

Kedua prosesor dengan arsitektur Haswell ini kami pilih karena memiliki range harga yang mendekati kedua Athlon X4 (G3258 sedikit lebih murah dan i3-4130 sedikit lebih mahal). Untuk motherboardnya, mereka akan dipasangkan dengan sebuah motherboard kelas value, MSI H81M-E33 (sekelas dengan A68HM-E33 yang kami gunakan untuk Athlon). Semua komponen lain sama persis, dan sama-sama menggunakan pendingin bawaan.

Oh ya, meskipun RAM kami memiliki kecepatan SPD pada DDR3-1600 CL11, prosesor Intel Pentium G3258 kami hanya bisa mendeteksi kecepatan RAM maksimum DDR3-1333, sedangkan Core i3-4130 masih bisa menggunakan kecepatan RAM DDR3-1600. Ini terjadi karena limitasi chipset H81, Intel hanya mengijinkan penggunaan DDR3-1600 pada Pentium/Celeron apabila chipset Anda Z-series.

 

Berikut ini beberapa keterangan tambahan seputar konfigurasi dan pemilihan hardware untuk testbed:

Penggunaan RAM Berkecepatan DDR3-1600

DDR3_1600C11

Meskipun kami menggunakan RAM high-end G.SKill TridentX DDR3-2400, kami tidak menyalakan profil XMP memori ini pada pengujian sama sekali, dan hanya menjalankan kecepatan DDR3-1600 CL11 untuk mensimulasikan penggunaan RAM kelas Value. Mengingat semua prosesor yang kami uji merupakan kelas menengah ke bawah, rasanya konfigurasi DDR3-1600 akan menyerupai sebagian besar pengguna di luar sana yang memiliki prosesor sekelas.

 

Penggunaan SSD

Meski platform kami harusnya ditujukan kepada pengguna berbudget terbatas, satu hal yang tidak bisa kami kompromikan dalam review adalah penggunaan SSD untuk memastikan hasil pengujian yang konstan (dan juga menjaga ‘kewarasan’ reviewer setiap kali harus melakukan reboot OS :p).

 

Pemilihan GTX 750 Ti 2GB

Pada prosesor kelas Athlon X4, kami memperhitungkan bahwa penggunanya kira-kira akan memasangkan prosesor tersebut dengan VGA kelas menengah. Disini, kami memilih DA GTX 750 Ti StormX Dual, salah satu GTX 750 Ti terbaik versi tes perbandingan kami.

GPU_GTX750Ti
DA GTX 750 Ti StormX 2GB – klik untuk memperbesar

 

Penggunaan Stock HSF

Membeli HSF tambahan di range budget ini akan sangat mengganggu pembelian komponen lainnya. Untuk itu, kami hanya menggunakan stock HSF, atau pendingin bawaan prosesor. Sistem diuji tanpa casing, di suhu ruang 25 – 26 C.

 

Ruang Lingkup dan Metoda Pengujian

Seperti halnya review prosesor kami yang terdahulu, kami akan melakukan berbagai pengujian kepadanya, yang meliputi skenario:

  • Synthetic Benchmark & Real-life Application
  • Gaming performance Test
  • Konsumsi Daya
  • Overclocking singkat

Perlu diketahui juga, di semua pengujian, kecuali diberi keterangan khusus, kami akan menggunakan konfigurasi clock default out-of-the-box (load optimized BIOS defaults) untuk memastikan bahwa hasil pengujian kami sesuai dengan apa yang dirasakan pengguna.

 

Daftar isi

Halaman satu (halaman ini): Overview, Spesifikasi, Testbed, Ruang Lingkup Pengujian

Halaman 2: Lebih dekat dengan Prosesor Athlon X4 (Turbo Core, Soket, Chipset, Dukungan DDR3-2133+)

Halaman 3: Uji Performa Part I – Synthetic Benchmark (Cinebench, AIDA64, 3DMark, PC Mark 8)

Halaman 4: Uji Performa Part II – Real-Life Application (File Compression, 3D Rendering, Audio Encoding, Video Transcoding)

Halaman 5: Uji Performa Part III – Gaming (Battlefield 4, Crysis 3, Watch_Dogs)

Halaman 6: Uji Konsumsi Daya, Uji Overclocking Singkat

Halaman 7: Kesimpulan

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7
Tags:

Comments

RANDOM ARTICLES