in: Processors | February 12, 2015 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Review AMD Athlon X4 860K & Athlon X4 760K: Prosesor Quad-Core Murah Tanpa IGP

Uji Performa Part I: Synthetic Benchmark

Synthetic Benchmark, atau benchmark sintetis, adalah program yang diciptakan secara khusus untuk menguji komponen PC pada aspek-aspek tertentu. Namun perlu diingat, benchmark sintetis adalah ‘simulasi’ dari aplikasi/program yang kita jalankan pada kehidupan sehari-hari, sehingga bisa saja ada perbedaan performa antara benchmark sintetis dengan aplikasi ‘real-life’.

Cinebench R11.5

Cinebench R11.5 merupakan aplikasi pengujian untuk mengukur kinerja prosesor dalam me-render sebuah scene 3D. Hasil pengujian disajikan dalam bentuk skor, semakin tinggi skor yang dihasilkan, semakin baik.

CBR_MC

CBR_SC

Saat semua core digunakan, terlihat Athlon X4 memiliki performa yang lumayan tinggi, disini X4 860K hampir mengejar i3-4130. Sayangnya saat pengujian skenario single-core/single-threaded, kedua Athlon X4 tidak terlalu kencang.

Dari catatan kami, X4 760K memiliki performa single-threaded yang lebih kencang dari X4 860K karena ia lebih ‘sering’ menyentuh kecepatan turbo maksimal dibandingkan X4 860K. Perbedaan clock ini akhirnya yang membuat X4 760K sedikit unggul dari 860K dari segi single-threaded performance.

 

AIDA64 Memory Benchmark Read / Latency

Aplikasi AIDA64 (dahulu bernama Everest) sangat popular di kalangan tester/reviewer untuk menguji performa memori mereka, ini disebabkan karena aplikasi tersebut memang sangat dipengaruhi performa subsistem memori, antara lain frekuensi kerja memori, frekuensi memory controller pada sistem, dan juga latency dari memori yang digunakan.

AIDA64Read

AIDA64Lat

Dari segi bandwidth, kedua X4 belum bisa mengejar efisiensi memory controller Haswell i3-4130. Di sini juga, Athlon X4 760K memiliki latency yang relatif lebih rendah dari 860K, mungkin akan berguna di beberapa aplikasi yang sensitif dengan performa memori.

 

3DMark Fire Strike

3DMark Fire Strike merupakan benchmark 3D terbaru yang mulai menjadi favorit di kalangan power user dan enthusiast. Preset Fire Strike dan Fire Strike Extreme pada benchmark ini berbasis API DirectX 11 dan sangat cocok digunakan untuk mengukur kemampuan grafis sistem kelas atas. Selain itu, skor Physics yang ada di benchmark ini juga bagus untuk mengetahui kemampuan prosesor multi-core modern.

3DMFS_TOTAL

3DMFS_GPU

3DMFS_CPU

Pada pengujian 3DMark Fire Strike yang mengutamakan GPU, terlihat kalau penggunaan PCIe Gen 3.0 pada X4 860K tidak memberikan perbedaan yang signifikan. Skor Total dari kedua sistem X4 sedikit di bawah i3-4130 namun meninggalkan Pentium G3258. Ini terjadi karena Physics score dari X4 760K dan X4 860K jauh lebih baik dari G3258.

PCMark8 Home

PCMark 8 adalah sebuah benchmark suite yang dibuat oleh Futuremark untuk mengukur kinerja sebuah sistem PC, dengan cara mensimulasikan beberapa workload tertentu yang umum digunakan pengguna, misalnya saja web browsingcasual gaming, dan photo editing, lalu ditampilkan dalam bentuk skor (lebih tinggi lebih baik). Di PCMark 8, kami menjalankan Home Preset-nya, tanpa akselerasi OpenCL.

PCM8

Pada benchmark PCMark 8 preset Home, kami banyak menjumpai skenario single-threaded load. Ini sebabnya, kedua Athlon X4 memiliki skor total lebih rendah dari G3258 dan i3-4130, mirip dengan kejadian pada benchmark Cinebench R11.5 skenario single-core.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES