in: Movies | March 14, 2015 | by: Friska Suryawinata

Review Film Cinderella (2015): Klasik, Penuh Nostalgia dengan Visual Memanjakan

tumblr_ng0xcxlEd61rf73xqo1_500

Kisah “Cinderella” adalah salah satu dongeng terpopuler untuk anak-anak sepanjang masa. Kisah klasik yang diangkat dari karya Hans Christian Andersen tersebut telah diadaptasi berkali-kali oleh berbagai studio, dan tidak terkecuali Disney di mana pihaknya telah membuat film animasi tentang Cinderella pada tahun 1950 silam.

Tahun 2015 ini, Disney menyuguhi satu film dongeng klasik unggulannya tersebut dalam versi live-action. Mengingat ini adalah versi remake dari film animasi yang telah mereka buat sebelumnya, jadi mungkin sebagian dari para penikmat film sudah mengetahui seperti apa jalan cerita yang akan disuguhkan dalam Cinderella (2015) ini. Namun, apa lagi yang akan membedakan versi terbaru ini dengan versi animasinya?

Cinderella, Sang Gadis Abu

Ella-with-her-mother-cinderella-2015-38055602-2048-1536

Kisah Cinderella dibuka dengan bagaimana Ella kecil hidup bahagia bersama dengan ayah dan ibunya di rumah yang sudah ditinggali selama beberapa generasi. Kehidupan bahagia mereka harus berakhir dengan meninggalnya sang ibu, dan Ella serta ayahnya pun harus menerima hal tersebut dan melanjutkan hidupnya. Tak lupa juga Ella mengingat pesan sang ibu agar tetap hidup dengan keberanian dan hati penuh kasih sayang.

cinderella-stepsisters

Selang beberapa tahun kemudian, sang ayah kemudian menikah lagi dengan Lady Tremaine yang memiliki dua orang puteri, otomatis menjadi ibu dan saudari tiri Ella. Tidak lama setelah pernikahan sang ayah dengan ibu tirinya, ayah Ella harus pergi untuk berbisnis ke luar kota, memaksa gadis ini pun harus tinggal bersama dengan sang ibu dan kedua saudari tirinya selama sang ayah pergi. Malang bagi Ella ibu serta saudari tirinya memperlakukan Ella sebagai pembantu rumah.

cinderella_glamour_19nov15_pr_b_810x540

Dalam kesedihannya, Ella bertemu dengan Kit, seorang pemuda yang ia temui di hutan dan ia pun jatuh cinta pada pandangan pertama. Untuk bisa bertemu lagi, Ella bertekad untuk mengikuti pesta dansa istana, tetapi harapannya pupus ketika sang ibu tiri melarangnya dengan keras untuk datang ke pesta tersebut. Ella yang dilanda kesedihan itu pun bertemu dengan Peri Pelindungnya, yang membantu sang gadis abu untuk bisa pergi ke pesta dansa.

 

Kisah Klasik yang Penuh Nostalgia dengan Visual Efek Memanjakan

Apa yang membedakan kisah Cinderella versi live-action ini dengan versi animasi tahun 1950 tersebut? Selain kali ini diperankan oleh para artis papan atas yang juga sengaja didandani layaknya tokoh dalam versi animasinya dengan beragam penyesuaian, Cinderella (2015) sendiri memiliki berbagai perbedaan jalan cerita untuk membuat para penonton tetap dibuat penasaran. Latar belakang tokoh Cinderella dan tokoh utama lainnya seperti ibu tiri dan pangeran diperjelas dan dipadatkan dalam versi ini, tidak hanya sekedar dibuat muncul saja untuk menjadi pelengkap kisah.

New-official-stills-cinderella-2015-37992763-800-450

Kualitas visual efek dalam Cinderella (2015) sudah tak perlu ditanyakan lagi. Penonton diajak untuk kembali menjadi anak kecil kembali, melihat betapa mengagumkannya sesuatu yang bernama “sihir” dalam film ini. Jika dulu Anda merasa kagum dengan sihir yang dilakukan oleh Peri Pelindung dalam Cinderella versi 1950, kini sihir tersebut akan terlihat lebih menarik dan cukup memanjakan mata. Hal ini juga didukung kuat dengan musik serta seting lokasi dan pakaian yang tidak kalah menariknya untuk disimak.

CINDERELLA

Namun cerita tentang Cinderella selalu menjadi sebuah dongeng anak-anak yang pastinya sebagian besar orang sudah mengetahui apa jalan ceritanya, sehingga hal itu juga membuat film ini kurang terasa istimewa. Selain itu, terdapat beberapa plot twist kecil yang dibuat untuk bisa lebih “diterima” oleh akal sehat untuk masyarakat modern saat ini. Kisahnya dikemas menarik dan lebih detil, walau sayangnya terdapat beberapa adegan yang masih terkesan “nanggung” atau bahkan hilang dalam film ini jika dibandingkan dengan versi animasinya.

Untuk meluangkan waktu Weekend bersama keluarga dan anak-anak, tidak ada salahnya Anda memilih film Cinderella (2015) sebagai film keluarga yang wajib tonton tahun 2015 ini, karena film ini juga memiliki pesan moral yang baik untuk kita semua.

thumbnail_20165

Tanggal Rilis: 11 Maret (Indonesia)

Durasi: 112 menit

Genre: Fantasy

Sutradara: Kenneth Branagh

Pemain: Lily James, Richard Madden, Cate Blanchett, Stellan Skarsgård, Holliday Grainger, Derek Jacobi, Helena Bonham Carter

Studio: Walt Disney Studios

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES