in: News | April 27, 2015 | by: Ozal

China Termotivasi Garap Prosesor Lebih Baik dari Xeon

Pemerintah China tengah berupaya meningkatkan kemampuannya dalam pengembangan chip prosesor yang dikhususkan untuk perangkat superkomputer mereka. Langkah ini dilakukan menyusul adanya kebijakan Pemerintah Amerika Serikat memblokir Intel untuk memasok chip Xeon ke sejumlah proyek superkomputer yang digarap Pemerintah China.

Tianhe-2
Tianhe-2

Kepala pengembangan superkomputer tercepat di dunia milik China saat ini Tianhe-2, Lu Yutong mengatakan, dengan adanya pemblokiran AS, hal tersebut justru memotivasi pihaknya untuk dapat mengembangkan prosesor buatan dalam negeri, tanpa bantu perusahaan AS. Pihaknya juga berharap sejumlah industri chip lokal tertantang untuk membuat prosesor khusus superkomputer.

Bahkan, sejumlah ilmuwan di China kini tengah mengembangkan generasi selanjutnya dari Tianhe-2 dengan kecepatan lebih dari 100 petaflops. Itu hampir dua kali lipat dari Tianhe-2 yang didukung chip Intel Xeon dan Xeon Phi dengan skor 55 petaflops.

“Kami sudah memiliki solusi teknis untuk upgrade dan kami akan mengungkapkannya, kapan waktu yang tepat,” ungkap Lu yang menambahkan, “upgrade superkomputer tidak semata-mata ditentukan oleh CPU, meskipun larangan tersebut juga akan memiliki dampak negatif,”

Intel Xeon Phi
Intel Xeon Phi

China sebenarnya sudah memiliki superkomputer yang ditopang oleh hardware, termasuk prosesor buatan mereka sendiri, yakni Sunway Bluelight. Sayangnya, superkomputer tersebut hanya menempati peringkat ke 14, dari 500 superkomputer tercepat di dunia.

Lu juga menolak tuduhan yang dilayangkan oleh Pemerintah AS beberapa waktu lalu bahwa Tianhe-2 digunakan sebagai uji coba peledakan senjata nuklir. Menurut mereka, keberadaan Tianhe-2 saat ini digunakan untuk keperluan simulasi gempa bumi dan medis, misalnya untuk pengobatan HIV/AIDS.

 

Sumber: Xinhua

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES