in: News | May 9, 2015 | by: Irham

Program ‘Planet NI’ Dukung Start-Up dan UKM Dari Segi IPTEK

1

Pengembangan teknologi dan sains di negara berkembang masih sering terkendala oleh oleh fasilitas pendukung seperti software dan hardware. Terutama bagi perusahaan pengembang yang masih dalam tahap start-up ataupun pelaku UKM. National Instrument, perushaan solusi di berbagai jenis industri mulai dari kesehatan, elektronik, hingga kesehatan lewat akses platform software dan hardware mereka, menghadirkan sebuah program bernama Planet NI yang bertujuan membantu perusahaan

Juga bekerjasama dengan United States Agency for International Development (USAID), lewat program ini NI berkomitmen untuk menyediakan akses terhadap platform software dan hardware,materi pelatihan produk, dukungan langsung maupun virtual bagi proyek-proyek regional.

Sementara ini misi Planet NI yaitu mulai mengkespansi ke lingkungan akademik, yang bekerjasama dengan beberapa lembaga dan universitas yang ada di Indonesia. Melalui Planet NI, National Instruments akan memperkenalkan penerapan teknologi dan ilmiah pada para mahasiswa, yang terdidik sejak dini untuk mampu berkembang menggunakan platform dari NI. Program Planet NI telah dimulai sejak tahun 2008 dimana India menjadi negara pertama. Kemudian terus berkembang ke berbagai negara termasuk negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Vietnam dan Filipina yang diadopsi oleh lebih dari 500 pengembang dan UKM.

Salah satu contoh aktivitas yang tengah digagas oleh Planet NI saat ini di Indonesia adalah perlatihan praktis untuk para insinyur muda di daerah Sungai Mekong Hilir, dimana kegiatan tersebut diupayakan bisa meningkatkan kapasitas SDM diwilayah tersebut. Para developer atau UKM yang tertarik untuk mendapatkan dukungan dari National Instruments bisa mencoba untuk mengajukan proposal ide dan inovasi mereka melaului www.ni.com.

2

Victor Meires selaku Vice President of Emerging Asia/Rest of World mengakui bahwa di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, sangat memiliki potensi dalam ide dan inovasi-inovasi terbaru. Untuk itu NI dan USAID bersedia memberikan kontribusi sebesar USD 4,5 juta untuk membantu pengembangan iptek di negara-negara berkembang ini.

National Instruments juga banyak menyumbang kontribusi dalam pembuatan prototipe hingga panel-panel dalam lingkup industri. Eloisa Acha, Co-Chair, Direktut Program Planet NI mendemonstrasikan salah satu pengembangan teknologi berbasis hardware dan software milik Ni yaitu sistem solar panel. Dalam ukuran minatur, ia memperlihatkan sebuah solar panel yang secara otomatis mencari cahaya yang ada disekitar secara otomatis yang  kemudian menyimpannya dalam penyimpanan baterai. Dalam skala aslinya, teknologi solar panel ‘renewable energy’ ini  telah sangat membantu dalam menambah kapasitas tenaga listrik bagi perusahaan-perusahaan industri terutama kalangan UKM.

3

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES