in: News | May 16, 2015 | by: Ozal

Vendor China Mulai Lirik Pasar Smartphone Mahal

Sejumlah vendor smartphone ternama asal China, ramai-ramai telah mengubah strategi harga produk mereka, dari semula untuk pasar entry-level menjadi menengah ke atas alias lebih mahal dari flagship sebelumnya.

huawei

Pasar China, menjadi wilayah pendapatan terbesar mereka, sudah mengalami titik jenuh, menurut sejumlah laporan riset pasar. Tidak selamanya menjual produk murah, mendapat keuntungan lebih banyak.

Apple telah membuktikan hal itu. Melalui perangkat mahalnya, Apple menampati posisi sebagai salah satu vendor terbesar di China dan bersaing ketat dengan Xiaomi dan Huawei.

Hal inilah yang tengah coba dilirik oleh vendor seperti Huawei, ZTE, dan Lenovo. Menurut salah seorang sumber industri, dikutip dari Business Korea, perubahan harga itu juga diiringi dengan spesifikasi yang lebih baik pula.

Sebagai gambaran, Huawei menetapkan smartphone andalan terbarunya, Ascend P8 di pasaran pada titik harga US$ 560 atau US$ 60 lebih tinggi dari P7. Perubahan itu dilakukan Huawei setelah sebelumnya melihat, penjualan perangkatnya yang dijual lebih dari US$ 300 telah melonjak 21 persen pada awal tahun ini, sementara model low-end justru turun 21 persen.

Hal yang sama juga dilakukan dua rival senegara Huawei, yaitu ZTE dan Lenovo. Harga ZTE Grand S3 ditetapkan US$ 80 lebi tinggi dari pendahulunya menjadi US$ 480. Sementara Lenovo Vibe X2, salah satunya, dijual US$ 399, terpaut US$ 130 dari harga awal Vibe X.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES