in: Movies - News | October 22, 2015 | by: Irham

Review Bridge Of Spies: Drama History Yang Epic

poster

Pada tahun 1957 di Brooklyn, mata-mata KGB(Rusia) Rudolph Abel mengambil pesan rahasia dari bangku taman dan membacanya sebelum agen FBI menyerbu masuk ke kamar apartemennya. Dia berhasil menyembunyikan pesan, namun bukti lain di ruangan tersebut mengarah ke penangkapan dan penuntutannya.

Kemudian seorang pengacara bernama James B. Donovan, yang biasa menangani klaim asurasni, diminta untuk menjadikan Abel sebagai klien hukumnya. Donovan diminta agar mampu menangani Abel, juga agar Abel mau bekerja sama dengan pemerintahan AS agar tuntutannya dapat dikurangi. Sayangnya Abel tetap bersikukuh menolak bersalah ataupun bekerjasama dengan AS. Abel terancam hukuman mati.

Seharusnya Donovan telah selesai dengan tugasnya, tapi Donovan justru melanjutkan pembelaan pada Abel. Ada sisi kemanusiaan yang masih dipandang oleh seroang Donovan. Bahwa Abel adalah pejuang perang yang sangat loyal pada pemerintahannya. Meskipun Abel adalah musuh Amerika, tapi Donovan merasa bahwa Abel berhak mendapatkan penghormatan. Bahkan Donovan juga menganggap ini adalah kesempatan bagi Amerika untuk memenangkan perang dengan cara menampilkan ideologinya sebagai negara adi kuasa yang menerapkan keadilan dan demokrasi terbaik.

Brooklyn lawyer James Donovan (Tom Hanks) meets with his client Rudolf Abel (Mark Rylance), a Soviet agent arrested in the U.S. in DreamWorks Pictures/Fox 2000 PIctures' dramatic thriller BRIDGE OF SPIES, directed by Steven Spielberg.

Donovoan pun mengusulkan kepada pihak persidangan, agar hukuman  mati Abel diganti dengan kurungan tahanan. Dengan pembelaan, apabila nantinya ada tentara perang Amerika yang ditahan oleh pihak Uni Soviet, bisa dilakukan penukaran tahanan.

Hakim pun mengetuk palu dan menyetujui usul tersebut, Abel pun lepas dari hukuman mati dan diberi vonis 30 tahun penjara. Atas keputusan hakim tersebut, tentunya seluruh warga negara Amerika marah karena seharusnya Abel diberi hukuman mati. Donovan pun menjadi kambing hitam karena keputusan pengadilan tersebut. Donovan dan keluarganya mendapat terror karena kebencian orang-orang Amerika terhadap dirinya.

2

Tak lama berselang dari kasus tersebut, kejadian yang diprediksi Donovan akhirnya terjadi. Pilot mata-mata AS bernama Gary Powers ditembak jatuh saat mengambil gambar di atas udara wilayah Rusia. Ini pun saat yang tepat bagi Donovan memulihkan nama baiknya bagi negaranya sendiri. Tapi tentunya tak mudah, karena rupanya warga Amerika lain bernama Frederic Pryor, mahasiswa  Ekonomi di berlin juga ditahan karena berada di sisi tembok yang salah saat pemisahan Jerman Barat dan Jerman Timur berlangsung. Lalu berhasilkah Donovan menukar satu tahanan Rusia dengan dua tahanan Amerika di dua negara berbeda?

Dilema Antara Perang dan Kemanusiaan

4

Membahas tentang sejarah perang dingin antara Amerika dan Uni Sovet, tentu banyak mengisahkan sejarah penting. Salah satunya yang diangkat ke film layar lebar kali ini oleh sutradara kenamaan, Steven Spielberg. Ini mungkin menjadi debut bagi Sipelberg untuk menggarap film drama history, dengan tema peperangan dari sekian banyak film yang pernah ia garap.

Bridge of Spies memang menawarkan film bertemakan perang. Barang kali jika anda hanya melihat sebatas poster yang dipampang di depan studio bioskop, jangan harapkan film ini akan penuh aksi seperti di film Fury. Ini benar-benar murni film drama, tak ada dentuman suara tembakan atau pun ledakan bom. Satu-satunya adalah saat pesawat mata-mata ditembak jatuh, serta ketika warga berlin mencoba melompati pagar berlin.

3

Bridge of Spies terkesan berbeda dengan film Steven Spielberg yang banyak mengambil pendekatan unsur keluarga. Sebut saja sederet film legendaris milik Spielberg seperti Jurrasic Park atau India Jones atau pun The Terminal. Kembali bekerja dengan aktor kawakan  Tom Hanks, kali ini unsur tersebut tidak begitu ditonjolkan. Padahal tokoh-tokoh yang berperan di film ini, termasuk Donovan dan juga Abel, memiliki keluarga yang ditampilkan ke dalam scene film. Tapi tak ada sentuhan yang begitu dramatis antar hubungan keluarga. Mungkin akan lebih menyentuh jika Spielberg mau lebih menonjolkan dramatisasi pada hubungan antar keluarga dari para tokoh tersebut. Meskipun itu terkesan tidak begitu relevan untuk para karakter para pejuang perang, setidaknya ini lebih memiliki nilai komersil lain dimata para penonton.

Seolah film ini dibuat sentris pada peran Donovan. Donovan sebagai pengacara dari Abel, memiliki peran sejarah yang begitu besar dimana ia juga memiliki sikap dilematis rasa kemanusiaan. Meski film ini bertemakan perang yang tentunya akan lebih banyak menghadirkan konflik politik, tapi Bridge of Spies dengan cerdas mengangkat kisah sejarah Donovan lebih pada prinsip-prinsip kemanusiaan.

5

Untuk karakter Donovan yang diperankan oleh Tom Hanks sendiri, rasanya sudah dapat kita tebak dari karakter seorang Tom Hanks. Dimana aktor ini selalu bermain untuk peran sebagai pria dewasa yang lembut dan ramah, begitu pula dengan Donovan yang ia mainkan. Donovan adalah karakter pria yang profesional untuk pekerjaannya, tegas namun tak memiliki sikap yang arogan.

Meski dengan durasi yang cukup panjang yaitu 2 jam 20 menit, film ini terbilang tidak membosankan. Apalagi karena film ini juga banyak disisipi humor-humor ringan. Ketegangan antar pemerintahan seolah hanya dalam status persaingan di mata dunia. Namun pada akhirnya saat berhadapan, hubungan manusia memang selalu tidak bisa ditebak. Ada saja hal mengejutkan yang kadang juga menjadi kelucuan.

Sinematografi yang menggambarkan era tahun 50an begitu memukau, kesan vintage yang benar-benar nyata. Seting background sempurna, bahkan untuk menampilkan lokasi yang sangat bervariasi. Mulai dari jalanan kota, stasiun, interior-interior ruangan, hingga busana para aktor yang jumlahnya begitu banyak, semua terlihat tertata begitu rapih.

Tak ada penggarapan plot twist, dimana alur cerita berjalan dengan tempo yang terbilang lambat. Tapi penonton benar-benar akan merasa terhibur, karena dari satu scene ke scene yang lain secara perlahan menampilkan konlik yang semakin klimaks. Padahal di bagian awal film, mungkin penonton akan lebih banyak tertawa, dengan adegan-adegan canggung antara pengacara Amerika dengan mata-mata Uni Soviet yang menjadi kliennya.

Video Trailer:

Tanggal Rilis: 21 Oktober 2015

Sutradara: Steven Spielberg

Genre: Drama, History

Durasi: 2 jam 21 Menit

Pemain: Tom Hanks, Mark Rylance, Amy Ryan, Alan Alda

Studio: Walt Disney Studios, Motion Pictures, Fox 2000, Dreamworks, Amblin Entetaintment

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES