in: News | November 12, 2015 | by: Irham

Uji Kecepatan Jaringan dan Carier Agregation Smartrfen 4G LTE

(FILEminimizer) IMG_20151111_161149

Di dalam laboratorium, Smartfren bersama awak media menguji kecepatan jaringan 4G LTE Advance, yang menggunakan Carrier Agregation dari dua band. Yaitu 2300 dan 850. Dan hasil yang di dapat untuk kecepatan download maksimal adalah 167Mbps dari standard rata-rata 165Mbps.

Kemudian pengujian dilanjutkan dengan melakukan komparasi jaringan yang ada di luar ruangan. Yaitu berada di rest area Tol Jagorawi (Cibubur)Jagorawi. Hasil uji dari lokasi tersebut berhasil mencapai kecepatan maksimal dengan rata-rata hingga rata-rata 60Mbps.

(FILEminimizer) Screenshot_2015-11-11-14-02-34 (FILEminimizer) Screenshot_2015-11-11-13-28-19

Rata-rata hasil uji

Selain menguji jaringan pada device yang telah mendukung penggunaan Carrier Agregation, kami juga menjajal dengan perangkat Andromax yang hanya mendukung sinyal LTE standar (tidak mendukung C.A). Pengujian ini kami lakukan selama perjalanan dari Jakarta, BSD Tangerang, kemudian Bogor.

Hasil yang ditemui dilapangan untuk teknologi jaringan 4G LTE ini tentunya bervariatif. Saat kami di berada di tol Kebon Jeruk – Jakarta, kecepatan download berhasil menyentuh angka rata-rata 5Mbps. Sedangkan saat berada di BSD Tangerang menyentuh angka rata-rata hingga 9Mbps. Sedangkan saat berada di tol Jagorawi-Rest Area Cibubur berhasil mencapai kecepatan maksimal 14Mbps.

“Kecepatan bisa variatif, tergantung area yang ditempati. Apakah dekat dengan BTS juga apakah trafik di daerah tersebut padat,” ujar Munir Head of Network Special Project Smartfren.

Ia juga menekankan bahwa fokus smartfren adalah coverage atau jangkauan. Sedangkan untuk rata-rata minimum kecepatan 4Gnya yaitu 2Mbps. “Kami rasa yang paling penting bagi pengguna adalag jangkauan. Percuma transfer data cepat, tapi dibawa bergerak sedikit sinyalnya hilang,” lanjut Munir.

Untuk layanan 4G LTE ini, Smartfren telah mempersiapkan layanan yang diklaim mampu mencukupi kebutuhan hingga 15juta pelanggan. Saat ini angka tersebut masih jauh dari pencapaian, karena penetrasi pengguna 4G LTE ini juga masih sedikit. Smartfren juga telah mempersiapkan opsi-opsi lain, apabila suatu saat penggunanya telah banyak dan mempengaruhi kualitas layanan mereka. Termasum dengan teknologi CA, yang nantinya Smartfren akan meluncurkan smartphone-smartphone murah yang chipsetnya sudah mendukung teknologi tersebut.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES