in: Editorial | December 22, 2015 | by: Jagat Review

Alva “Lucky_n00b” Jonathan: Overclocker Terbaik Indonesia

Alva Jonathan

Di akhir tahun 2015 ini, salah satu overclocker dari tim Jagat Review, Alva “Lucky_n00b” Jonathan, baru saja menorehkan prestasi tingkat internasional yang mengukuhkan bahwa dirinya memang layak disebut sebagai overclocker terbaik, no. 1 Indonesia. Di dua gelaran turnamen tingkat dunia yang berlangsung berurutan di pertengahan bulan Desember 2015 ini, Alva berhasil meraih podium di kedua turnamen tersebut dan mengharumkan Indonesia di panggung overclocking dunia. Bahkan, di salah satu dari dua turnamen tersebut, reviewer di JagatReview.com sejak berdiri di tahun 2010, yang juga motor dari situs JagatOC.com ini, menempati podium teratas!

Podium di Galax OC Carnival 2015 & Jawara di Kingston H.O.T Season 3

HOTSeason3_2015_1stPlace
Alva Jonathan (tengah), bersama posisi 2 & 3 di H.O.T Season 3, Xtreme_Addict dari Polandia (kiri), dan Hazzan dari Indonesia (kanan)

Pada penyelenggaraan Kingston H.O.T yang diselenggarakan Fountain Valley, California, Amerika Serikat, Alva Jonathan (nickname: Lucky_n00b) berhasil meraih gelar teratas sebagai juara pertama. Dia mengalahkan 9 peserta final lainnya, dari Amerika Serikat, Brazil, Argentina, Poladia (juara 2 tahun berturut-turut), Italia, Afrika Selatan, dan Indonesia sendiri. Hal ini membuat Alva menjadi orang Asia pertama yang berhasil memenangkan kejuaraan dunia overclock bergengsi di Amerika Serikat.

Alva Jonathan (tengah), bersama dua anggota Jagat Review Overclocking Team, setelah meraih posisi 3 di GOC 2015.

Prestasi membanggakan tersebut datang tidak lama setelah dia mencatatkan prestasi lain yang tidak kalah membanggakan, yaitu juara 3 di Galax OC Carnival 2015 yang digelar di Wuhan, China, tidak sampai seminggu sebelumnya. Ini membuatnya menjadi overclocker Indonesia dengan capaian terbaik di kejuaraan overclock internasional sepanjang tahun 2015 ini, menyusul juara 1 untuk HWBOT World Tour Asia 2015 yang digelar di pertengahan tahun kemarin.

Perjuangan Berat Menuju Gelar Juara Dunia

Capaian prestasi tingkat dunia dari Alva Jonathan bukannya didapatkan tanpa perjuangan berat. Alva, yang telah memastikan tiket ke dua kejuaraan dunia di pertengahan bulan Desember ini melalui kualifikasi yang digelar di bulan Oktober-November, ternyata tidak memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri untuk kedua turnamen ini. Hal itu tidak terlepas dari peran sehari-harinya, yaitu kapten Jagat Review Overclocking Team, atau yang dikenal di tingkat internasional sebagai tim JagatOC (www.jagatoc.com).

Alva Jonathan (tengah) di AOCT 2015 Jabodetabek. Alva harus mengorbankan persiapan menjelang GOC 2015 dan H.O.T Season 3 untuk membantu melahirkan generasi baru overclocker Indonesia.

Rentetan acara terkait overclock di awal bulan Desember ini membuatnya harus mencurahkan perhatian ke hal lain di luar persiapan untuk kedua turnamen tersebut, GOC 2015 dan H.O.T Season 3. Pada tanggal 2-3 Desember lalu, dia bersama timnya menjadi juri di AOCT 2015 Jabodetabek. Beberapa hari kemudian, dia menjadi tamu, mendemokan overclock, di salah satu acara tingkat nasional yang digelar salah satu nama terkemuka di dunia komputer.

Alhasil, Alva hanya mendapatkan waktu yang sangat pendek untuk mempersiapkan diri untuk kedua turnamen tersebut. Namun, hal itu tidak menjadi kendala baginya untuk menunjukkan kemampuannya, meraih podium di kedua turnamen tersebut, bahkan membawa pulang gelar juara pertama di H.O.T Season 3 ke Indonesia. Acungan jempol layak diberikan untuk overclocker terbaik Indonesia yang satu ini.

Berkali-kali Mengharumkan Nama Indonesia di Tingkat Dunia

Rentetan prestasi dua podium di kejuaraan tingkat dunia ini, juara 3 di GOC 2015 dan juara 1 di H.O.T Season 3, melengkapi apa yang telah dicapai overclocker yang sudah bergabung ke tim Jagat Review sejak tahun 2010 ini. Sebelumnya, Alva sendiri telah meraih beberapa prestasi tingkat internasional lain, yaitu:

  • Juara 1 MSI Master Overclocking Arena 2008, Taipei, Taiwan
  • Juara 2 MSI Master Overclocking Arena 2013, Taipei, Taiwan
  • Juara 1 Galax Overclocking Carnival 2013, China
  • Juara 3 Galax Overclocking Carnival 2014, China
  • Juara 1 HWBOT World Tour Asia 2015, Taipei, Taiwan
Tim JagatOC di HWBOT World Tour Asia 2015.

Selain prestasi secara individu, Alva Jonathan juga berkontribusi bagi Indonesia di ajang yang disebut sebagai “Olimpiade” di dunia overclocking, yaitu HWBOT Country Cup. Sejak tahun 2012 hingga tahun 2014, Indonesia berhasil masuk dalam jajaran 4 negara terbaik di dunia di HWBOT Country Cup, di mana Alva dan tim Jagat OC berkontribusi besar untuk skor-skor yang disumbangkan untuk Indonesia di ajang tersebut. Tim JagatOC, di bawah arahan Alva, juga telah mencatatkan prestasi tingkat internasional, termasuk juara 2 di MSI MOA 2014 – No Limit Battle dan juara 2 HWBOT World Tour Asia 2015 atas nama Leontius Jesse, serta juara 3 di Intel OC Challenge for Amateurs di Computex 2014 atas nama Reza Afrian.

Aktif Mendorong Lahirnya Overclocker Baru dari Indonesia

Sebagai kapten dari JagatOC, Alva aktif menjadi juri utama kejuaraan overclock nasional tingkat pemula, AOCT (Amateur Overclocking Tournament), yang sudah berhasil memperkenalkan dunia overclock ke ratusan peserta baru, sejak tahun 2012 lalu. Dia juga aktif menyebarkan ilmu terkait overclocking melalui berbagai workshop. Memang, salah satu harapan dari Alva untuk dunia overclock di Indonesia sendiri adalah melihat lahirnya overclocker-overclocker baru yang nantinya bisa mewakili Indonesia ke tingkat dunia.

Techno Update 2015 - OC Workshop with Intel XTU 015_R
Alva Jonathan membawakan workshop overclocking di salah satu acara yang digelar Jagat Review.

Terkait overclock, Indonesia saat ini menjadi negara dengan perkembangan overclocker baru paling pesat, dengan hadirnya ratusan overclocker baru dalam 4 tahun terakhir. Dipicu oleh kejuaraan overclock pemula nasional tahunan, AOCT (Amateur Overclocking Tournament) di mana Alva terlibat erat di dalamnya, kini sudah ada beberapa kampus yang memiliki klub overclocking-nya sendiri. Kampus-kampus seperti, Bina Nusantara, Universitas Sebelas Maret / UNS (Solo), AMIKOM (Yogyakarta), Universitas Gajah Mada (Yogyakarta), Universitas Multimedia Nusantara (Tangerang), Politeknik Negeri Jakarta, dan beberapa kampus lainnya sudah menjadi “sarang” para overclocker muda beberapa tahun belakangan ini.

Ke depannya, Alva, overclocker asal Jakarta, kelahiran 2 Januari 1986, sudah menyatakan komitmennya untuk tetap mengusung Bendera Merah Putih dalam kejuaraan-kejuaraan dunia live overclock berikutnya sembari terus mencetak bibit-bibit overclocker baru dari Indonesia.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES