in: Movies | January 23, 2016 | by: Irham

Review Film The Boy: Penuh Plot Twist Tak Terduga

Horror dengan objek utama boneka tentu bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan di tahun 2014 lalu, Anabelle yang disutradarai oleh  James Wan sukses membuat penonton di bioskop menjerit ketakutan saat menyaksikan. Kali ini The Boy juga membawa tema yang hampir sama, yaitu kengerian boneka keramik bocah laki-laki bernama Brahms. Lalu kengerian baru apakah yang ditawarkan oleh sutradara William Brent Bell karena pastinya penonton tak mau membuang waktunya secara percuma jika film yang satu ini tidak punya sesuatu yang berbeda dengan berbagai horror boneka lainnya.

1

Kesan Skeptis Di Awal

Film ini dibuka dengan menceritakan seorang gadis Amerika bernama Greta yang pergi ke Inggris untuk melupakan mantan kekasihnya. Greta kemudian mengambil pekerjaan sebagai seorang pengasuh anak dari keluaga Heelshire, yang bermukim di sebuah rumah besar di pedesaan yang, cukup jauh dari pusat kota. Tapi kemudian Greta sangat terkejut karena yang harus ia asuh bukanlah seorang anak kecil melainkan sebuah boneka keramik. Boneka keramik tersebut bernama Brahms, yang telah dirawat sepenuh hati oleh Mr. & Mrs. Heelshire. Karena Greta sudah terlanjur menyetujui kontrak, mau tak mau ia harus merawat boneka tersebut. Ia juga tak mau menyinggung kelurga Heelshire dengan perliaku mereka yang terbilang ‘diatas normal.’ Meski aneh, keluarga Heelshire memiliki sikap yang baik pada Greta.

2

Diawal menyaksikan film ini, saya secara pribadi langsung skeptis “film gila macam apa ini?.  Mana ada orang normal yang mau mengasuh boneka porclean berwajah menyeramkan di sebuah rumah besar, di tengah pedesaan?”. Tapi akhirnya saya melanjutkan untuk menikmati film, dan menemukan alasan mengapa film ini mendapat rating yang cukup besar di IMDB yaitu 7,3. Rupanya The Boy menawarkan sesuatu yang memang terbilang berbeda dari horror kebanyakan. The Boy begitu banyak menampilkan hal-hal yang diluar perkiraan penonton, tanpa adanya kesan alur plot yang dipaksakan.

7

Selain karakter utama Greta yang diperankan oleh Lauren Cohan, pemeran pembantu dalam film adalah Malcom yang diperankan Rupert Evans. Malcom adalah pria muda berparas yang cukup tampan, bekerja sebagai pengantar pesanan kebutuhan sehari-hari keluarga Heelshire. Berusaha mendekati Greta yang berparas cantik, yah itu sudah pasti dilakukan oleh Malcom dan ini masih dalam bentuk cerita yang klise. 3Selanjutnya penonton juga diajak bersama Greta untuk lebih mengenal siapa boneka Brahms sesungguhnya. Pemaparan tentang siapakah Brahms ini dijelaskan dari sudut pandang Malcom maupun tuan dan nyonya Heelshire. Yang jelas Brhams asli adalah anak keluarga Heelshire yang meninggal karena kebakaran dua puluh tahun silam. Dua persepsi yang berbeda, menghadirkan asumsi di kepala penonton yang akhirnya terus menebak-nebak. Yang pasti akan ada dua kemungkinan yang menjadi kesimpulan anda. Brahms adalah boneka yang diisi arwah jahat, atau Brahms adalah boneka yang diisi oleh arwah baik.

Plot Twist Yang Benar-Benar Menipu

Belum sampai pada kesimpulan mengenai siapakah sosok Brahms, penonton malah diajak menikmati sedikit kelucuan dan juga kecanggungan Greta dalam menangani Brahms. Bagaimanapun, Brahms hanya terlihat sebagai sebuah boneka keramik biasa. Tapi keluarga telah menetapkan peraturan mengenai keseharian apa saja yang harus dilakukan Greta bersama Brhams. Mulai dari memberi makan, mengganti pakaian, membacakan cerita, mendengarkan musik dan lain-lain. Its so weird.

Barulah kisah horror dimulai ketika keluarga Heelshire merencanakan liburan, dan meninggalkan Greta sendirian dirumah untuk mengasuh Brahms. Hal-hal aneh mulai terjadi, dan membuat Greta yakin bahwa Brahms bukanlah boneka keramik biasa. Ada sesuatu di dalam boneka tersebut, namun ia tak tahu apakah itu hal baik atau buruk.

4

Sampai pada akhirnya Greta cukup mengetahui banyak tentang Brahms dan berbagai kebiasaannya. Tapi ini justru tak membuat Greta pergi dari rumah menyeramkan itu dan malah menikmati aktivitas aneh ‘merawat boneka’tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi pada Greta dan Brahms? Lalu kemana perginya keluarga Heelshire?

6

Tentu tak banyak yang bisa dijelaskan melalui bahasan review ini, karena kami khawatir akan jadi spoiler. Yang jelas, The Boy benar-benar memiliki plot twist yang sulit ditebak. Yang bisa sedikit kami jabarkan, bahwa saat menonton film The Boy akan banyak kejutan yang mengagetkan penonton di bagian awal, lalu kemudian kita akan menikmati plot cerita dan drama, berakhir dengan thriller mencekam di bagian akhir. Tidak terlalu banyak efek visual dan backsound yang ingin membunuh anda karena kaget ketakutan. The Boy justru benar-benar mampu dinikmati lewat cerita menarik yang dihadirkan.

Untuk lokasi, The Boy hanya berkutat di sebuah rumah besar milik keluarga Heelshire. Dengan sedikit setting tempat yang dilakukan tentunya lebih mudah untuk menentukan sinematografi pada film. Yang pasti dengan kesan remang, sedikit cahaya, interior classic yang mendominasi ruangan membuat penonton bergidik sejak pertama kali Greta masuk ke rumah tersebut.

5

Film ini juga memiliki durasi yang terbilang singkat, yaitu 97 menit. Sehingga pengenalan karakter, terutama untuk keluarga Heelshire dengan Brahms sendiri tampaknya masih kurang mendetail. Tapi ini hanyalah sedikit anggapan dari saya sendiri sebagai penonton karena hal tersebut tidak terlalu mengurangi penilaian film secara keseluruhan.

The Boy mulai tayang di bioskop tanah air mulai Midnight hari ini 23 Januari 2016. Siapkan kocek dan jantung anda sebelum menyaksikan film bersama teman, kerabat atau orang tercinta.

Video Trailer:

 

Tanggal Rilis: 23 Januari 2016

Genre: Horror, Mystery

Durasi: 97 Menit

Sutradara: William Brent Bell

Pemain: Lauren Cohan, Rupert Evans

Studio: Lakeshore Entertainment, Entertainment

 

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES