in: News | March 9, 2016 | by: Fernando B. Sitorus

Norton Security: Waspadai Kejahatan Online dengan Langkah Tepat

Kemajuan teknologi yang kian pesat mendorong adaptasi teknologi terbaru yang kian cepat. Namun, bisa jadi kita, sebagai pengguna, justru kurang siap menghadapi adaptasi teknologi baru yang semakin cepat tersebut, yang justru bisa berbahaya bagi kita. Perusahaan produsen perangkat keamanan ternama, Symantec Corporation, baru-baru ini melakukan survei terhadap lebih dari 21 ribu pengguna perangkat mobile untuk melihat seberapa siap mereka menghadapi dimanfaatkannya teknologi baru untuk ancaman cyber.

Survey dari Symantec ini menunjukkan, meskipun user perduli dan sadar terhadap kejahatan online yang kian marak, rata-rata pengguna perangkat terlalu percaya diri. Ketika ditanya tentang langkah-langkah pengamanan online, mereka memberikan tanggapan yang bisa dibilang sempurna. Namun, pada dasarnya, mereka tidak melakukan tindakan tersebut.

Norton

Survey yang dilakukan di 21 negara, termasuk Indonesia, ini menunjukkan fakta bahwa 30% dari 1074 pengguna perangkat mobile di Indonesia bersedia membagikan password kepada rekan dan kerabat dekat. Di antara mereka yang menggunakan password bersama ini banyak yang menggunakan password yang sama untuk dua akun yang berbeda, bahkan digunakan untuk akun perbankan.

chee choon Hong 1
Hal ini tentu saja berbahaya, karena sedikit informasi yang bocor, bisa saja mengakibatkan kerugian dari sisi finansial. Terlebih lagi, penjahat cyber kini makin gencar memanfaatkan teknologi yang tengah marak, termasuk media sosial, mulai dari sekedar status update hingga online shopping, untuk mengintai dan menjebak korbannya. “Penjahat cyber tidak menyerah. Mereka menggunakan teknik yang semakin canggih untuk mencari informasi pribadi konsumen, seperti password, informasi kontak dan otentifikasi perbankan lainnya,” begitu kata Choon Hoon Chee, petinggi di Norton By Synmantec untuk wilayah Asia.

Dari data Symantec, 55% pengguna perangkat mobile percaya bahwa informasi kartu kredit mereka mungkin telah dicuri setelah belanja online. Padahal, informasi palsu terkait hal itu terkadang menjadi jalan bagi penjahat cyber untuk mencuri data korban. Terlihat juga, dalam satu tahun terakhir, masyarakat Indonesia berurusan dengan kejahatan online dengan kerugian sebesar Rp 7,6 juta per-korban, dengan akumulasi Rp.194 milliar lebih.

Cheeeee

Choon Hoon Chee sendiri merekomendasikan untuk rajin mengganti password akun-akun yang dimiliki dalam kurun waktu tertentu untuk meminimalisasi kejadian yang tidak diinginkan, dan tentunya jangan menunda lagi untuk menginstal atau mengupdate software security pada perangkat, seperti Norton Security yang memberikan solusi dan proteksi menyeluruh, bukan hanya pada satu perangkat. Tidak hanya memberikan perlindungan dari dunia kejahatan Cyber, produk mereka juga dilengkapi parental control yang dapat memberikan keamanan dan pembatasan jika anak dibawah umur menggunakan Internet.

“Konsumen di Indonesia terlihat sangat cepat beradaptasi dengan dunia digital yang cepat berkembang, kami mendorong mereka untuk melakukan langkah langkah proaktif untuk melindungi informasi mereka secara online. Bukan hanya untuk pribadi, tapi untuk seluruh keluarga, dan kita pengguna harus berpikir tidak pernah puas dengan keamanan online, dengan itu kita akan lebih waspada,” begitu tambahnya.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES