in: News | March 31, 2016 | by: Fernando B. Sitorus

Penggunaan Smartphone Sambil Berjalan Kaki akan Dilarang

Sejak perangkat smartphone lahir, para pengguna nampaknya makin sulit terlepas dari perangkat pintar tersebut. Sejak berbagai aplikasi menarik bermunculan, berbagai kebutuhan yang diinginkan, mulai dari informasi, berinteraksi di sosial media, bahkan belanja online dan juga transaksi perbankan, semuanya bisa dilakukan melalui smartphone. Namun ternyata, ketergantungan manusia akan perangkat ini berdampak negatif akan keselamatan mereka, karena kebanyakan pengguna akan terfokus pada interaksinya dengan smartphone dibanding dengan keadaan disekitarnya.

Oleh karena hal tersebut, maka dibuatlah aturan keras kepada pengguna untuk tidak menggunakan smartphone, terutama saat sedang berkendara. Namun ternyata bukan hanya dikala berkendara penggunaan smartphone dapat membahayakan. Berdasarkan survey terbaru menyatakan bahwa pejalan kaki yang  menggunakan smartphone ternyata banyak mengalami musibah yang sama.

Pedes

Saya mengakui bahwa saya mendengarkan musik, membalas pesan singkat, dan melihat sosial media, selama ini saya tidak pernah mengalami kejadian atau kecelakaan karena aktivitas ini. Tetapi memang saya akui saya banyak melihat pengguna lain mengalaminya, seperti tersandung di trotoar, atau terperosok ke dalam galian atau lobang”, begitu yang diungkapkan seorang koresponden saat dimintai keterangan.

Para pengamat juga memang membenarkan hilangnya konsentrasi saat berjalan dan menggunakan smartphone menjadi problem tersendiri di seluruh dunia saat ini, dimana hampir semua pengguna smartphone terlihat sangat bergantung pada perangkatnya. Salah satu negara bagian di Amerika Serikat akhirnya memberanikan diri untuk mengajukan membuat undang-undang baru mengenai hal tersebut.

Pamela Lampitt yang menjabat sebagai New Jersey Assembly Woman merumuskan untuk melarang keras penggunaan perangkat komunikasi elektronik yang tidak berbasis handsfree bagi pejalan kaki di kota tersebut. Sangsi pelanggaran pun tidak main-main, pelanggar akan dikenakan denda hingga US$50 dan 15 hari kurungan penjara.

 

China

Sebelumnya pengajuan undang-undang yang mirip, sempat lebih dulu diajukan negara bagian Hawaii, yang akan berencana menerapkan denda US$ 250 bagi penyebrang jalan yang menggunakan perangkat komunikasi elektronik. Sementara di luar Amerika Serikat sendiri seperti Belgia, lebih dulu sudah menerapkan solusi berupa jalur khusus untuk pengguna smartphone. Lain halnya dengan Jepang. Untuk menangani fenemona ini Jepang giat melakukan advertasi berupa konten unik dan lucu. Advertasi ini memperlihatkan bagaimana pejalan kaki menggunakan smartphone bagai Zombie yang mudah dijebak dan gampang salah arah.

 

Tags: