in: News | April 25, 2016 | by: Friska Suryawinata

Penggunaan Smartphone Berlebih Pada Anak Sebabkan Mata Juling

Children Interacting With Tablet Technology

Kita mungkin sudah mendengar banyak sekali dampak negatif dari penggunaan smartphone atau tablet berlebihan pada anak sejauh ini, di mana kebanyakan mengacu kepada tidak hanya masalah psikis si anak tersebut, tetapi juga masalah fisiknya. Baru-baru ini, penelitian di Korea Selatan menemukan adanya kolerasi antara penggunaan smartphone berlebihan pada anak dengan penyakit strabismus, atau kerap dikenal dengan mata juling.

Para dokter dari rumah sakit Universitas Nasional Chonnam di Seoul telah mengidentifikasi hubungan antara pengunaan berlebih dengan strabismus tersebut, sebuah kondisi di mana kedua bola mata tidak sejajar atau juling. Penelitian ini mengungkapkan bahwa kondisi penyakit tersebut beberapa kali telah didiagnosa pada anak-anak Korea Selatan, tetapi nyatanya kondisi ini juga lebih umum terjadi pada anak-anak di wilayah Barat, di mana tercatat ditemukan bahkan di usia anak sebelum 5 tahun.

Penelitian ini sendiri diambil berdasarkan 12 anak-anak usia antara 7-15 tahun, di mana mereka menggunakan smartphone sekitar 4-8 jam sehari. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa anak-anak ini memiliki kebiasaan untuk memegang smartphone mereka dengan jarak 8-12 inch dari wajah mereka. Para dokter sendiri telah berhasil untuk membalik efek strabismus tersebut terhadap 9 anak-anak dengan tidak memperbolehkan mereka untuk menggunakan smartphone sampai 2 bulan lamanya.

Para peneliti pun juga menyarankan agar para pengguna tidak melihat ke layar smartphone atau tablet selama lebih dari 30 menit untuk mencegah hal ini terjadi. Dan jika anak-anak mulai memiliki tanda-tanda kelainan mata, mereka harus segera konsultasi ke dokter.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES