in: Article | September 9, 2016 | by: Hendra Wijaya

Apakah Layak Mengorbankan Dana Motherboard?

Advertorial by Gigabyte

Saat ini, banyak gamer di Indonesia yang sudah mulai sadar akan pentingnya menggunakan PSU berkualitas dalam sistem PC desktop mereka. Hanya saja, setelah hal itu berlalu, muncul fenomena baru, di mana gamer Indonesia lebih memilih untuk menggunakan motherboard Low-End untuk menghemat dana, demi mendapatkan prosesor dan graphics card yang lebih tinggi.

Hal ini terjadi dikarenakan perbedaan performa komputasi antar motherboard saat ini memang sudah bisa dikatakan tidak terlalu jauh, baik untuk bermain game maupun untuk pekerjaan berat, seperti rendering video.Perbedaan performa yang tipis ini memang ada benarnya, tetapi banyak gamer yang melupakan bahwa pemilihan motherboard untuk gaming tidak hanya sekedar mempertimbangkan aspek performa. Banyak aspek-aspek penting lain yang juga perlu diperhatikan, seperti daya tahan, suhu operasional, dan fitur-fitur ekstra yang ditawarkan.

 

_dsc6941

Seperti contoh, yang kita ambil di sini adalah G1.Sniper B7, salah satu motherboard seri gaming dengan chipset Intel B150 dari Gigabyte. Motherboard ini memang memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan motherboard H110 pada umumnya, dengan harga bisa digunakan untuk meng-upgrade prosesor dari Core i3 ke Core i5.

Pilihan ini memang dilematis, banyak gamer yang ingin membangun sistem cenderung memilih meningkatkan prosesor, dengan cara mengorbankan motherboard karena prosesor lebih menjanjikan “bukti” langsung peningkatan performa dibanding motherboard.

Namun pilihan tersebut dilakukan tanpa sadar, bahwa motherboard Low-End sekelas H110 ini hanya didesain untuk menangani pekerjaan komputasi ringan. Sehingga wajar ketahanan motherboard ini kurang memadai jika dipaksakan untuk menangani pekerjaan berat dalam jangka waktu lama.

Berbeda dengan motherboard Gigabyte G1.Sniper B7 yang memang didesain khusus untuk melakukan pekerjaan berat dalam menangani game-game 3D dan komputasi rendering berat selama berjam-jam bahkan seharian penuh dengan suhu operasional yang dingin.

Tentunya, ini bukan semacam bualan semata, karena bisa dibuktikan dengan foto “Thermal Imaging” berikut ini:

h110-vrm-flir
Suhu panas CPU VRM Motherboard H110

Pertama, kami langsung saja menguji sebuah motherboard H110 yang dipasangkan dengan prosesorCore i5. Saat prosesor diberi beban kerja penuh, suhu komponen VRM (Voltage Regulator Module) CPU meningkat drastis. Komponen mosfet bahkan bisa mencapai suhu 115oC, yang bisa dibilang tergolong sangat tinggi, dan sudah sangat mendekati spesifikasi suhu operasi maksimum.

Ini wajar, karena motherboard H110 merupakan motherboard kelas entry-level yang didesain untuk kebutuhan pengguna casual yang menggunakan komputer hanya untuk hal-hal yang ringan, seperti browsing, game-game non-3D, aplikasi perkantoran standar, dan streaming video kualitas rendah. Desain dari motherboard H110, atau yang sekelasnya, tentunya disesuaikan dengan beban kerja rendah ke sistem, sehingga VRM CPU umumnya hanya terdiri dari 3 atau 4 fasa saja. Jika digunakan untuk game 3D berat, atau pekerjaan seperti video rendering, komponen VRM harus berkerja ekstra keras sehingga suhu operasi menjadi tinggi, dan secara tidak langsung juga mengurangi daya tahan dan umur motherboard itu sendiri.

Untuk PC yang digunakan bermain game dalam waktu sangat lama, termasuk PC untuk game center, penggunaan H110 tentu saja akan menimbulkan dampak buruk untuk penggunaan dalam waktu lama. Contoh paling gampang, PC di game center yang biasanya digunakan 24 jam non-stop, jelas suhu tinggi di VRM akan memperpendek umur motherboard. Ujungnya, biaya ekstra harus dikeluarkan untuk mengganti motherboard yang rusak tersebut.

gigabyte-g1-sniper-b7-flir
Suhu panas CPU VRM Motherboard Gigabyte G1.Sniper B7

Lalu, bagaimana dengan motherboard yang memang didesain khusus untuk gaming, atau beban kerja yang lebih tinggi dari H110, sepeti GIGABYTE G1.SNIPER B7? Saat diuji dengan menggunakan konfigurasi sama, dengan Core i5 yang telah diberi beban kerja penuh, suhu VRM motherboard ini naik dengan sangat perlahan, sehingga kami membutuhkan waktu pengujian yang lebih lama untuk mendapat suhu maksimum. GIGABYTE G1.SNIPER B7 ini yang berkerja terus tanpa menyentuh suhu 70 oC yang bisa dikatakan cukup rendah.

gigabyte-g1-sniper-b7-vrm-mosfet

Motherboard Gigabyte G1.Sniper B7 ini dilengkapi oleh komponen VRM CPU untuk memasok daya listrik ke prosesor dengan 7 fasa, 2 kali lipat dari jumlah yang ada pada motherboard H110. Terlebih lagi, komponen VRM CPU yang digunakan di G1.Sniper B7 lebih tinggi kualitasnya sehingga bisa beroperasi dengan suhu lebih rendah, dan umur pakai panjang.

gigabyte-g1-sniper-b7-vrm-heatsink

Selain menggunakan jumlah fasa yang lebih banyak, dengan kualitas komponen yang lebih baik, Gigabyte juga memberikan heatsink untuk pendingin pada komponen VRM CPU untuk menjaga suhu operasi agar benar-benar terus berada di batas aman. Atas dasar ini, logikanya Gigabyte G1.Sniper awet digunakan dalam jangka panjang, baik oleh gamer, bahkan gamer hardcore sekalipun, serta di game center.

Fitur Motherboard Gigabyte G1.Sniper B7

Bukan hanya VRM CPU yang membedakan G1.Sniper B7 dengan motherboard H110.  G1.Sniper B7  yang memang didesain dari awal untuk gaming ini juga menawarkan berbagai fitur mutakhir yang memang secara khusus diperuntukkan untuk memaksimalkan pengalaman nge-game para pengguna, seperti:

Multi-Graphics Card untuk AMD CrossFire

g1sniperb7-cfx

Motherboard Gigabyte G1.Sniper B7 ini hadir dengan dukungan teknologi AMD CrossFire yang siap menggabungkan performa 2 VGA card AMD Radeon.

Konektor Storage Lengkap, Terbaru, Siap Mengakomodasi SSD Kencang

g1sniper-m2

Gigabyte juga melengkapi motherboard G1.Sniper B7 ini dengan slot M.2 PCIe yang memiliki bandwith sebesar 32Gb/s untuk menangani SSD M.2 berkecepatan tinggi, termasuk yang mendukung standar NVMe.

sata-ekspress-g1-sniper-b7

Tidak lupa, terdapat juga port SATA Express yang memiliki bandwith hingga 16Gb/s.

g1sniperb7-wifi-m2

Selain itu, Gigabyte juga masih menyediakan slot M.2 ekstra yang digunakan secara khusus untuk modul WIFI M.2 yang dijual secara terpisah.

Audio Kualitas Maksimal, Fleksibel, Customizable

g1-sniper-b7-audio

Motherboard G1.Sniper B7 ini dipersenjatai audio built-in yang menggunakan komponen-komponen audio mumpuni, seperti kapasitor audio high-end dari Nichicon.

Gigabyte G1 Sniper B7 OP-amp

Selain dilengkapi dengan kapasitor audio high-end, komponen OP-AMP pada audio built-in motherboard Gigabyte G1.Sniper B7 ini dapat diganti dengan mudah sesuai dengan selera pengguna.

Gigabyte G1 Sniper B7 amp

Salah satu kelebihan utama dari audio-built in pada motherboard Gigabyte G1.Sniper B7 ini adalah kehadiran sistem amplifier yang siap menangani headset gaming/headphone yang memiliki impedansi yang tinggi.

g1sniper-b7-audio-dac-up-usb

Tidak hanya audio built-in yang mumpuni, Gigabyte juga telah menyiapkan sebuah USB DAC-UP yang telah dirancang khusus agar memiliki noise yang rendah untuk digunakan oleh perangkat DAC/sound card eksternal yang biasa ditemukan pada headset gaming saat ini.

Tampil Menarik dengan LED Hijau

g1-sniper-b7-led

Motherboard Gigabyte G1.Sniper B7 ini dilengkapi dengan lampu LED hijau pada heatsink pendingin chipset, dan sisi motherboard. LED ini siap membuat motherboard ini tampil lebih menarik.

Menawarkan Keamanan Ekstra

USB Blocker

G1.Sniper B7 ini juga dilengkapi dengan fitur keamanan “USB Blocker” yang berguna bagi game center, di mana fitur ini dapat mengamankan dan mengunci port USB. Ini akan menghindari oknum-oknum iseng yang ingin mengganggu kenyamanan pengunjung game center  , misalnya dengan memasukkan flash drive dengan malware, atau program cheat/key logger. Satu yang menarik, USB Blocker ini tidak akan mengganggu penggunaan gaming gear, termasuk mouse, keyboard, dan headset.

Menawarkan Layanan Purna Jual Terbaik dan Memuaskan

Selain menawarkan motherboard berkualitas tinggi, awet dan kaya akan fitur. Gigabyte juga menawarkan layanan purna jual terbaik yang sudah terbukti memuaskan di dalam komunitas PC builder dan Gamer PC Indonesia, dimana Gigabyte memberikan garansi resmi selama 3 Tahun yang siap menangani semua keluhan pengguna motherboard Gigabyte.

_dsc6941

Melihat perbedaan harga yang ada, sepintas Gigabyte G1.Sniper B7 memang akan terlihat lebih mahal dari motherboard H110 yang ada saat ini. Namun, melihat keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan motherboard ini dari sisi fitur-fitur yang ditawarkan seperti keamanan dan audio, juga menjadi nilai lebih yang membuat selisih harga motherboard ini dengan H110 akan tertutupi.

Melihat perbedaan harga yang ada, sepintas harga pasaran Gigabyte G1.Sniper B7 memang akan terlihat lebih mahal dari motherboard H110. Namun, melihat keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan motherboard Gigabyte G1.Sniper B7 dari sisi fitur-fitur yang ditawarkan seperti keamanan dan audio, maka selisih harga motherboard ini dengan H110 akan tertutupi.

g1-sniper-b7-led

Selain itu, hadirnya dukungan untuk storage kencang dari generasi terbaru akan membuat pengguna bisa merasakan kemampuan SSD super kencang tanpa perlu mengganti motherboard. LED hijau juga akan membuat PC pengguna menampilkan warna yang menarik ketika digunakan. Belum lagi pertimbangan kualitas komponen dan suhu operasional lebih rendah untuk umur pakai panjang.

Tentunya, semuanya kembali lagi kepada keputusan para gamer atau pemilik game center terkait motherboard mana yang akan dipilih. Dana yang Anda miliki tentu saja bebas dimanfaatkan sesuai keinginan. Namun, pengguna tentu harus bijak memutuskan, jangan sampai satu hal kecil saja disesali di kemudian hari, misalnya mengorbankan motherboard untuk mengejar prosesor atau graphics card yang lebih mahal, tetapi terkena resiko motherboard lebih cepat mengalami kerusakan akibat panas yang berlebihan

g1sniper-m2
Gigabyte G1.Sniper B7 dilengkapi slot M.2 PCIe yang memiliki bandwith sebesar 32Gb/s.

Terlebih lagi, pada umumnya motherboard kelas Low-End belum siap mengakomodasi storage kencang, sehingga pengguna tidak dapat melakukan upgrade storage berkecepatan tinggi di kemudian hari, sehingga terpaksa membeli motherboard baru lagi yang ujung-ujungnya mengerluarkan biaya lebih mahal lagi.

Sedikit tambahan, melihat hasil ”Thermal Imaging” yang kami tampilkan, penggunaan motherboard entry-level, misalnya dengan chipset H110, untuk kebutuhan berat tentu saja merupakan hal yang kurang bijak. Memang, bila digunakan untuk kebutuhan yang ringan, motherboard H110 tidak akan menghasilkan panas yang berbahaya. Namun, bila ada rencana sedikit saja untuk menjadikan PC yang akan dirakit bekerja keras misal sebagai teman bermain game, atau untuk bekerja, atau digunakan dalam jangka waktu panjang, ada baiknya pengguna mencari motherboard yang lebih handal dan menawarkan daya tahan tinggi, dengan fitur gaming yang canggih dan menarik, seperti G1.Sniper B7.

Catatan: bila VRM CPU rusak terbakar, tidak tertutup kemungkinan kerusakan akan merembet ke prosesor.

 

Advertorial By Gigabyte

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES