in: News | September 20, 2016 | by: Fernando B. Sitorus

Diduga Menghindari Pajak, Google Diselidiki Pemerintah Indonesia

Direktorat Jenderal Pajak Indonesia, tengah menyelidiki Alphabhet Inc yang didalamnya termasuk Google karena dicurigai tidak membayarkan kewajiban pajak atas keuntungan milyaran USD yang telah didapatkan dari advertising di Indonesia.

Masalah pajak yang menyangkut Google ini menghangat setelah Muhamad Hanif yang mewakili Dirjen Pajak mengatakan akan memutuskan menyelediki hal ini lebih dalam setelah permintaan laporan jenderal pajak sejak april yang diajukan seolah-olah tidak diindahkan Google.

foogle-2
Tahun lalu Google diperkirakan memperoleh keuntungan 800 juta Dollar Amerika untuk pendapatan advertasi digital di indonesia

Muhamad Hanif berkomentar “ Google Indonesia sendiri hanya menyumbang sekitar 4% saja pada Indonesia dari total pendapatannya untuk pajak, jumlah tersebut terlalu kecil dan kami perkirakan sangat tidak adil”. Dirjen pajak Indonesia sendiri memperkirakan jumlah keuntungan Google di Indonesia dari bidang advertasi digital tahun lalu mencapai lebih dari USD 800 juta tanpa membayar pajak.

google-coin

Pihak Google Indonesia sendiri belum berkomentar banyak dan menurut pernyataannya, perwakilan Google Indonesia menyatakan siap bekerjasama penuh untuk menyelesaikan masalah ini. Ternyata tidak hanya Google saja, Dirjen pajak juga tengah meminta 3 perusahaan asal Amerika Serikat berbasis Internet lainnya yaitu Yahoo, Facebook, juga Twitter. Berbeda dengan Google yang terlihat “menghindar”, menurut keterangan 3 perusahaan tersebut langsung sudah mau bekerjasama dengan pemerintah dalam urusan pajak.

fbya
Tidak seperti Google, Yahoo, Facebook dan Twitter dinilai lebih mau bekerjasama untuk urusan pajak

Sepertinya pemerintahan Indonesia tahun ini memang tengah melakukan perbaikan pendapatan pajak setiap tahunnya. Karena menurut banyak pengamat, sumber daya yang ada untuk kepentingan pembangunan dan subsidi yang tengah giat digalakkan belum cukup memadai bila tidak diimbangi dari pemasukan pajak.

Pada kesempatan yang berbeda juga terdengar pemerintah Indonesia tengah mendalami pajak perusahaan mobil Ford, yang menurut banyak pihak melakukan beberapa modifikasi khusus untuk mendapatkan pajak lebih rendah dari biasanya. Perusahaan otomotif besar Amerika ini sendiri telah menutup operasi bisnisnya di Asia Tenggara dikarenakan total pendapatan hanya mencakup 1% di kawasan tersebut.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES