in: News | October 27, 2016 | by: Friska Suryawinata

NetApp All-Flash Day 2016 Paparkan Tren Transformasi Digital dan Solusinya untuk Pelaku Bisnis

dsc_3037

Pada hari Kamis (27/10), NetApp sebagai salah satu perusahaan IT ternama mengadakan ajang NetApp Flash Day untuk memberikan informasi sekaligus diskusi akan bagaimana data storage serta transformasi digital bisa mengubah gaya bisnis perusahaan saat ini. Hadir dalam media briefing, Sudev Bengah, Indonesia and Phillipines Country Manager IDC dan Kris Day, Managing Director NetApp Solidfire APAC, angkat bicara mengenai tren transformasi digital yang terjadi saat ini dan seperti apa dampaknya terhadap para pelaku bisnis dengan infrastruktur yang dimilikinya.

“Transformasi digital memiliki dampak terhadap perusahaan dan perkembangannya saat ini. Visi dari para CEO perusahaan juga mulai berubah untuk mulai mengekspansikan diri terhadap kompetisi dan bagaimana bisa melakukan engagement terhadap konsumen dengan aspirasi yang juga berubah.” Tutur Sudev Bangah, Indonesia & Philippines Country Manager IDC.

Beliau turut menjelaskan bahwa tren transformasi digital sudah menjadi sesuatu hal yang tak bisa dihindari, sehingga ubtuk bisa mendukung aspirasi dan kebutuhan para pelaku bisnis, dibutuhkan infrastruktur yang mampu mendukung aspirasi tersebut.

“Infrastruktur yang dimiliki perusahaan saat ini merupakan infrastruktur yang dibangun lebih lama, sehingga sulit untuk tetap mempertahankannya untuk masa sekarang. Untuk bisa terus maju, infrastruktur juga membutuhkan yang baru juga aga bisa sejalan dengan digitalisasi dan aspirasi yang baru.”

Disebutkan juga bahwa ada sekitar 70% para pelaku perusahaan yang mulai mempertimbangkan untuk beralih ke infrastruktur baru dengan menggunakan All Flash Array, akan tetapi baru 9% yang sudah menggunakannya. Hal ini disebabkan karena masih ada pelaku bisnis yang ragu akan bagaimana bisa mengolah data yang mereka miliki agar bisa diolah sebagai bisnis, juga apakah para pelaku bisnis ini memiliki kemampuan untuk mengolah data tersebut.

“Kebutuhan perusahaan dan aspirasi dari CIO-nya terus meningkat dan terus berubah. Masalahnya, meski di Indonesia dan Filipina, sekitar 60-70% CEO sangat mendukung trasnformasi tapi sayangnya mereka memiliki alokasi bujet paling rendah. Jadi, mereka mau menjalani transformasi tapi mereka memilih untuk menyimpan bujetnya di kantong. Mereka tidak mau mengeluarkan uang untuk itu. Indonesia adalah negara dengan pengeluaran bujet terendah untuk proyek transformasi di kawasan Asia Tenggara. Walaupun di sisi lain, para CEO-nya sangat mendukung.”

NetApp sendiri memiliki beberapa solusi jitu untuk bisa mendukung transformasi digital dan infrastruktur para perusahaan yang membutuhkan. Salah satunya, NetApp baru mengakuisisi SolidFire yang merupakan solusi storage scale-out yang mudah untuk dioperasikan dan menjamin performa tinggi. SolidFire memiliki kelebihan lain seperti kecepatan, fleksibilitas, efisiensi, dan skalabilitas dalam komputasi awan. Dengan beragam kelebihannya, SolidFire akan memberikan sebuah fondasi storage untuk generasi data center di masa depan.

“Kami melihat di seluruh dunia, termasuk di ASEAN seperti di Indonesia, Singapura dan Thailand, penggunaan public cloud terus meningkat. Pada beberapa kawasan itu terus berkembang dan ini tentinya memberi tekanan kepada penyelenggara cloud agar bisa memberikan pelayanan yang baik. Tapi ini juga memberikan tekanan pada perusahaan karena pelayanan eksternal memberikan nilai lebih dibanding layanan internal.” Kris Day, Managing Director NetApp Solidfire APAC, menambahkan.

Tags:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES