in: News | November 22, 2016 | by: Tim Jagat Review

Browser Populer Stop Gunakan Algoritma Keamanan Internet

Baru-baru ini, pengembang beberapa browser populer dilaporkan sudah menyatakan penghentian dukungan untuk SHA-1. SHA-1 merupakan algoritma keamanan yang sudah dianggap tua, dan mulai tidak aman. Nantinya, web browser populer akan menolak, atau bahkan memblokir, situs yang menggunakan algoritma keamanan SHA-1.

Langkah meninggalkan SHA-1 dimulai oleh Microsoft. Mereka sudah menganggap SHA-1 tidak aman dan algoritma keamanan ini sangatlah rentan terhadap serangan seperti spoofing, phishing atau injeksi malware. Mulai bulan Februari 2014 lalu, browser besutan Microsoft 11 sudah tidak lagi memuat halaman yang menggunakan algoritma SHA-1 dan menampilkan pesan peringatan bahwa sertifikat keamanan halaman tersebut invalid.

Kebijakan Microsoft tersebut juga diikuti oleh Google dengan membuat pengumuman bahwa browser Chrome 56 tidak akan mendukung algoritma SHA-1. Sementara untuk Mozilla, dikabarkan akan menghentikan dukungan untuk SHA-1 tahun depan. Terlihat bahwa browser-browser populer yang akan akan mulai menghapus dukungan algoritma SHA-1 pada musim semi tahun 2017 mendatang.

Google mengatakan bahwa algortima SHA-1 telah menunjukkan kelemahannya pertama kali sekitar 11 tahun lalu, sehingga bisa dipastikan bahwa algortima SHA-1 sekarang bukanlah algortima yang aman dipakai di situs. Namun, sayangnya masih ada beberapa perusahaan yang menggunakan algortima SHA-1 untuk mengamankan data milik mereka. Lucunya, algoritma yang bahkan lebih tidak aman lagi, MD5, juga masih banyak digunakan. Pengembang browser tampaknya ingin memaksakan penggunaan algoritma yang lebih aman di Internet agar keamanan di Internet menjadi lebih baik lagi.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES