in: Movies | December 25, 2016 | by: Irham

Review Film Passengers: Sci-Fi Romance Bercampur Drama Survival

review-film-passengers-poster

Kita sudah cukup terpukau dengan film bertema sci-fi dan petualangan luar angkasa dalam beberapa tahun terakhir. Dimulai dari Gravity di tahun 2013 dengan aktor utama Sandra Bullock dan George Clooney, kemudian tahun berikutnya menyusul Interstellar ditahun 2014 yang menampilkan Matthew McConaughey dan Anne Hathaway, hingga The Martian di tahun 2015 yang diperankan oleh Matt Damon. Kali ini giliran Jennifer Lawrence dan Chris Pratt yang unjuk gigi dengan film berjudul Passengers di tahun 2016.

review-film-passengers-3

Namun jika  beberapa film sebelumnya telah menghadirkan ketegangan  yang cukup mencekam tentang petualangan di luar angkasa, lain halnya dengan Passengers. Mungkin apa yang kita ekspektasikan dari trailer yang dihadirkan akan jauh berbeda dengan apa yang ditampilkan saat menyaksikan film secara keseluruhan.

review-film-passengers-5

Tapi seharusnya kita sudah bisa menebak jika Passengers menggunakan jasa Chris Pratt sebagai aktor pria utama, maka film ini akan banyak dipenuhi unsur komedi. Aktor yang selalu memerankan karakter protagonist lugu dengan berbagai aksi kocaknya di beberapa film terakhir. Sebut saja Guardian of Galaxy dan Jurassic World ini pun mendapatkan scenario yang tak jauh berbeda untuk karakter Jim Preston di film Passengers.

Seorang ahli mesin bernama Jim Preston, adalah salah satu penumpang di kapal luar angkasa bernama Avalon yang sedang melakukan perjalanan menuju planet baru bernama Homestead II. Perjalanan ini memakan waktu selama sekitar 120 tahun yang mengharuskan 5000 penumpang didalamnya melakukan hibernasi dengan kapsul tidur yang telah dipersiapkan.

Sial di tengah perjalanan, kapal Avalon mengalami gangguan akibat benturan dengan benda luar angkasa. Akibatnya kapsul hibernasi Jim Preston juga ikut mengalami gangguna teknis, sehingga menyebabkan ia terbangun lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan. Jim Preston terbangun setelah perjalanan berlangsung selama 30 tahun dan tak dapat kembali ke kapsul hibernasinya. Ia pun menghabiskan waktu terbangun, sendirian di kapal Avalon, hanya ditemani seorang bartender bernama Arthur yang juga hanyalah robot.

review-film-passengers-6

Hingga setelah setahun berselang akhirnya Jim bertemu dengan Aurora, seorang penumpang wanita yang juga terbangun dari kapsul hibernasi. Keputusasaan Jim akhirnya menghilang semenjak bertemu dengan Aurora. Namun rupanya itu belum berakhir karena keduanya mengetahui bahwa kapal Avalon sudah mengalami kerusakan.

Passengers bisa dibilang menjadi sebuah drama survival bercampur romance dan komedi yang sangat segar. Terdampar di pulau tak berpenghuni seperti Robinson Cursoe atau Chuck Noland (Cast Away), mungkin masih menjadi ide yang lebih baik ketimbang terdampar di kapal luar angkasa , yang jauhnya 30 tahun dari bumi dan 90 tahun dari planet tujuan. Tidak ada harapan untuk pulang atau pergi ke planet lain. Tidak ada pilihan kecuali menikmati sisa hidup, bersenang-senang dan menggila dengan semua saran hiburan dan bercakap-cakap dengan mesin-mesin otomatis dan robot bartender.  Ide cerita ini menjadi kekuatan yang cukup sempurna untuk membuat penonton penasaran sejak awal film di mulai. Apa yang akan dilakukan oleh Jim? Lalu mengapa Aurora akhirnya juga ikut terbangun? Anda pasti sudah bisa menduganya.

Plot yang dihadirkan sangatlah simple, penonton tidak perlu menduga-duga apa yang akan terjadi berikutnya. Bahkan jika film ini digarap dengan konep animasi pun tak akan masalah. Kecuali ekspresi dari para pemeran yang membuatnya sangat hidup.

review-film-passengers-2

Tak perlu diragukan, Baik Chris Pratt dan Jennifeer Lawrence terlihat maksimal disemua adegan yang membutuhkan emosi haru, tangis putus asa, romansa penuh sensualitas hingga kekonyolan yang mengocok perut penonton. Pada dasarnya tidak ada teka-teki besar yang tersembunyi, seperti yang ditawarkan oleh cuplikan trailer dengan kesan gelap dan mencekam.

Passengers sepenuhnya hanyalah sebuah drama surivival yang dikemas dengan kekonyolan kisah romansa di kapal luar angkasa. Atau juga mungkin sebaliknya, kisah romansa konyol yang dibalut dalam tema sci-fi dan kapal luar angkasa. Mungkin ini yang menyebabkan mengapa film ini oleh sebagian ulasan secara global memberikan rating rendah, sementara saya sendiri menyaksikannya sudah cukup puas dan sangat layak untuk disaksikan. Bahkan untuk durasi yang cukup panjang, 116 menit.

review-film-passengers-1

Kapal ruang angkasa ini sendiri sebenarnya  tidak seburuk yang dibayangkan. Di kapal Avalon yang memiliki ukuran sekitar 1000m persegi, semua fasilitas yang layak sudah tersedia dengan baik. Bahkan pelayanannya lebih berkelas dibandingkan dengan hotel bintang lima ataupun kapal pesiar mewah manapun yang ada di dunia. Mulai dari kamar yang mewah, tempat hiburan, sarana olahraga dan lain-lain. Makanan untuk bertahan hidup juga sudah tersedia.

Namun semuanya tetap terasa menyeramkan bagi Jim, tak ada yang menggantikan kebersamaan dan interaksi dengan orang sungguhan. Pasti kita juga tak akan mau tinggal di kapal pesiar atau hotel mewah, jika hanya bisa menghabiskan waktu sendirian. Apalagi untuk waktu bertahun-tahun lamanya. Putus asa, tapi tidak terlalu sengasara.

review-film-passengers-4

Efek visualisasi tentang penggambaran luar angkasa mungkin tak akan semegah beberapa film yang sebelumnya kami sebutkan di bagian awal. Karena Passengers lebih banyak berkutat di dalam ruangan kapal angkasa Avalaon. Para aktor hanya bolak balik dari ruang hibernasi, ke ruang utama, dapur, kolam renang, dan ruang hiburan. Jika anda mengharapkan akan panorama luar angkasa yang megah, dengan gugusan bintang ataupun planet-planet yang menakjubkan, itupun  hanya sesekali ditampilkan. Kekuatan film ini sepertinya sudah cukup menarik dengan dua aktor utama serta plot cerita yang dihadirkan.

Passengers tayang di layar lebar tanah air mulai 23 Desember 2016. Passengers pasti jadi pilihan filmyang sangat tepat untuk mengisi liburan anda bersama pasangan.

Video Trailer:

Tanggal Rilis: 23 Desember 2016

Durasi: 116 menit

Genre: Sci-Fi/Romance

Rating: Dewasa

Sutradara: Morten Tydlum

Pemain: Chris Pratt, Jennifer Lawrence, Michael Sheen, Laurence Fishburne

Studio:Columbia Pictures

Tags:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES