in: News | March 15, 2017 | by: Dian Syarifuddin

Produsen Laptop Kesulitan Tambah Kapasitas SSD

Ganti SSD

SSD tampaknya mulai dilirik oleh para produsen laptop seiring mulai meningkatnya permintaan SSD di pasaran. Terlebih lagi, beberapa produsen SSD mulai menawarkan beragam SSD, mulai dari form factor dan kapasitas yang semakin besar, yang tentunya ditawarkan dengan harga cukup bersaing. Oleh sebab itu, para produsen laptop pun mulai berlomba-lomba akan menawarkan laptop terbarunya yang dilengkapi dengan media penyimpanan berbasis NAND flash itu.

Akan tetapi, para produsen laptop tampaknya bakal menghadapi kendala, terutama dalam menyediakan kapasitas SSD yang besar. Salah satu firma riset bernama DRAMeXchange, menyatakan berdasarkan hasil riset yang mereka temukan di pasar bahwa penyuplaian chip NAND flash untuk SSD kelas entry-level telah terjadi kendala dan menjadi langka. Hal inilah yang menyebabkan para produsen laptop kesulitan untuk memberikan SSD dengan kapasitas yang lebih tinggi, khususnya untuk laptop kelas mainstream.

Dengan terjadinya kendala pasokan chip NAND flash, harga SSD yang ditawarkan untuk para produsen laptop diperkirakan bakal naik. SSD yang tersedia untuk para manufaktur PC yang terdiri dari dua tipe, MLC dan TLC bakal mengalami kenaikan harga kontraknya.

SSD

Berdasarkan temuan DRAMeXchange lagi, harga kontrak SSD tipe MLC yang dipasok ke manufaktur PC diperkirakan bakal naik dari 12% menjadi 16% dibandingkan tahun 2016 lalu. Sedangkan harga SSD tipe TLC juga diperkirakan naik dari 10% menjadi 16%, sebagaimana berita yang kami kutip dari Computer World.

Alan Chen, selaku Senior Research Manager of DRAMeXchange turut mengungkapkan hasil temuan risetnya. Para produsen chip NAND flash yang kesulitan menyediakan SSD untuk manufaktur PC juga menghadapi kendala akan permintaan komponen media penyimpanan untuk manufaktur smartphone yang terus meningkat.

Kendala lain juga ditemukan di tengah meningkatnya permintaan para produsen SSD untuk menggunakan SSD berbasis NAND flash TLC 3D NAND dan 2D NAND. Hal ini juga menyebabkan telah terjadinya pengurangan pasokan memory NAND flash berbasis MLC untuk SSD yang ditujukan untuk manufaktur PC.

Dengan demikian, para produsen laptop yang akan menawarkan laptop mainstream terbaru dengan media penyimpanan SSD tampaknya akan memiliki kapasitas tidak lebih dari 256 GB. SSD saat ini sudah mulai disukai oleh semua kalangan pengguna PC karena kemampuannya dalam mendongkrak performa jauh lebih tinggi. Tingkat adopsi SSD di pasar laptop global diperkirakan akan meningkat hingga 45% di tahun ini, mulai dari laptop segmen mainstream hingga enterprise.

Tags:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES