in: Highlights - Tips | April 4, 2017 | by: Dian Syarifuddin

Cara Mudah Meningkatkan Performa Laptop

Mahal adalah kata yang paling sering keluar ketika kita dihadapkan pada kebutuhan untuk meningkatkan performa PC yang kita gunakan. Seiring dengan makin meningkatnya beban pekerjaan yang harus ditangani, PC, baik desktop maupun laptop, umumnya akan menuntut upgrade, yang akan membantu pengguna mendapatkan performa sesuai dengan yang dibutuhkan. Namun, kebutuhan untuk upgrade tersebut seringkali terkendala dana, di mana dana yang dibutuhkan bisa jadi terlalu tinggi, yang berujung pada munculnya kata “mahal” tersebut.

DSC03845

Bila kita bicara mengenai PC desktop, masih banyak celah yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan performa yang lebih baik sembari menghindari kata “mahal” itu. Namun, bagaimana dengan laptop, yang pada umumnya tidak memiliki upgradeability sebaik desktop? Pilihan yang paling rasional adalah mencari celah apapun yang ada yang bisa digunakan, yang memungkinkan kita mendapatkan performa yang lebih baik tanpa menyentuh kata “mahal” itu.

Opsi yang ada di laptop umumnya akan sangat terbatas sekali bila kita bicara terkait performa, yaitu RAM. Sayangnya, penambahan RAM ke kapasitas yang lebih besar umumnya tidak terlalu berdampak besar pada peningkatan performa, sementara penggantian RAM ke kecepatan yang lebih tinggi akan terbentur pada dukungan dari prosesor. Untungnya, selain RAM, ada satu hal lain lagi yang umumnya masih terbuka di laptop untuk peningkatan performa. Hal ini seringkali kita lupakan karena kita mungkin menganggapnya tidak terkait dengan performa laptop, yaitu storage internal.

Percaya atau tidak, komponen yang satu ini ternyata memegang peranan kunci pada performa yang bisa ditawarkan oleh laptop yang Anda miliki. Anda bisa jadi akan mendapatkan performa yang lebih baik, dengan peningkatan yang bisa saja lebih tinggi dari membeli laptop baru di kelas yang sama, dengan prosesor yang lebih baru. Apa kunci upgrade storage untuk peningkatan performa ini? Bila Anda berpikir tentang mengganti HDD (Hard Disk) ke SSD (Solid State Drive), Anda benar!

Mengganti HDD Laptop ke SSD: Mudah!

Laptop umumnya menggunakan storage internal berupa HDD 2.5”. Hal itu akan mempermudah kita dalam meningkatkan performanya dengan menggantinya dengan SSD, karena SSD SATA pada umumnya hadir dalam wujud storage 2.5” juga. Anda hanya perlu melepas HDD lama dan menggantinya ke SSD saja.

Berikut ini kami tunjukkan bagaimana mengganti HDD ke SSD di sebuah laptop berumur sekitar 3 tahun yang kami miliki. SSD yang kami gunakan pada kesempatan ini adalah produk dari WD, yaitu WD Blue berkapasitas 1 TB, yang kebetulan memang tengah berada di lab. pengujian kami.

DSCF6052

 

Tiap produsen laptop pada dasarnya memiliki rancangan yang berbeda-beda terutama soal tata letak komponen storage-nya. Namun intinya proses penggantian dari HDD laptop ke SSD tetaplah mudah seperti pada laptop yang kami gunakan ini.

DSC07315
Setelah melepas penutup body bawah dan beberapa bautnya, terlihatlah HDD laptop yang terpasang.

 

Pada HDD laptop ini terdapat pengunci unik.
Pada HDD laptop ini terdapat pengunci unik.

 

DSCF6055
Pengunci storage unik ini terbuat dari bahan plastik serta dipadukan dengan bantalan karet.

 

DSCF6056
Setelah melepas pengunci unik tersebut kami memasangnya ke SSD WD Blue yang kami gunakan.

 

DSCF6062
Kemudian pasang SSD WD Blue ke dalam tempat storage laptop tersebut.

 

Nah, ada yang perlu diperhatikan saat Anda ingin melakukan upgrade HDD laptop ke SSD. Pastikan bahwa interface pada laptop Anda sesuai dengan SSD yang akan digunakan. Saat ini, beberapa laptop hampir rata-rata sudah dilengkapi dengan interface SATA pada storage-nya.

Memindahkan OS dengan Mudah

Bila Anda melakukan penggantian storage, biasanya hal pertama yang biasanya akan dilakukan adalah melakukan proses instalasi sistem operasi. Hal ini biasanya akan merepotkan. Namun, produsen SSD dalam hal ini umumnya menyediakan bantuan yang mempermudah Anda, sehingga tidak perlu melakukan instalasi ulang.

Beberapa produsen SSD saat ini sudah menyertakan software khusus untuk melakukan kloning dari HDD ke SSD one-to-one. Ada produsen SSD yang menyediakan software buatan sendiri, ada pula yang menyediakan software 3rd party, seperti Acronis True Image. Software ini akan membantu memindahkan sistem operasi dengan sangat mudah, dari HDD ke SSD.

Acronis-True-Image-WD-Editi

Untuk SSD yang kami gunakan di pengujian ini, dari WD, ternyata juga dilengkapi dengan software serupa. WD menawarkan aplikasi Acronis True Image WD Edition untuk hal itu. Software tersebut bisa didapatkan secara gratis dari situs resmi WD dan bisa langsung Anda gunakan untuk kloning HDD ke SSD.

Performa Meningkat Signifikan

Setelah selesai mengganti HDD laptop yang kami miliki dengan SSD WD Blue, kira-kira seberapa jauh peningkatan performa yang didapatkan laptop ini? Berikut ini kami tampilkan hasil pengujian ringan yang kami lakukan. Pertama, kita akan melihat perbedaan kecepatan baca/tulis dengan menggunakan CyrstalDisk Mark.

CrystalDisk Mark

CDM-Read

CDM-Write

 

 

Hasil pengujian di atas menunjukkan bahwa SSD memang memiliki kecepatan baca/tulis yang jauh lebih tinggi, hingga 5x lipat HDD. Lalu, apakah dengan meningkatnya kecepatan baca/tulis pada laptop yang sudah dilengkapi SSD ini akan berpengaruh ke performa lainnya, terutama dalam menjalankan software produktivitas harian? Berikut ini kami tampilkan hasil pengujian lainnya, yaitu dengan Photoshop CC.

Photoshop CC

Photoshop-Test
Pada pengujian ini, makin PENDEK grafiknya, makin baik nilainya.

Terbukti, saat kami menggunakan Photoshop CC beban pekerjaan yang diberikan bisa diselesaikan oleh laptop dengan lebih cepat. Prosesor yang digunakan di laptop tentunya tidak berubah, demikian pula dengan RAM, kami tidak melakukan penambahan atau penggantian ke kecepatan yang lebih tinggi, tetapi performa meningkat hanya karena penggantian HDD ke SSD. Peningkatan yang didapatkan pun terbilang besar, hingga 45% lebih cepat.

Peningkatan hingga 45% ini bisa dikatakan besar. Bandingkan dengan peningkatan performa antar generasi prosesor di kelas yang sama, yang umumnya berkisar 5% – 10% setiap generasi. Sementara untuk RAM, efek peningkatan performa yang didapatkan bisa jadi lebih kecil lagi dari itu. Hal ini menunjukkan bahwa SSD punya peranan yang besar dalam membuka performa sesungguhnya dari laptop, di mana mungkin saja prosesor dan RAM seharusnya bisa bekerja lebih baik dari yang didapatkan saat menggunakan HDD, tetapi terhambat oleh pasokan data yang lambat dari HDD. Di sini, HDD menjadi bottleneck di laptop, dan membuat performa turun.

Katakanlah pada sebuah laptop yang mungkin sudah berumur 3-4 tahun, dengan mengganti HDD laptop ke SSD, performa yang didapatkan bisa mengalahkan performa yang dimiliki laptop baru saat ini yang dilengkapi prosesor dari kelas yang sama, yang masih mengusung HDD. Hal itu membuat laptop seharusnya bisa memenuhi kebutuhan pekerjaan harian penggunanya.

Memilih SSD Sesuai Kebutuhan

Kini, kita sudah mengetahui bahwa SSD adalah opsi upgrade yang terbilang terjangkau, dan menawarkan peningkatan performa yang besar. Namun, SSD seperti apa yang seharusnya dipilih untuk laptop yang dimiliki? Anda tentunya perlu sedikit mengenal SSD yang ada terlebih dahulu agar upgrade yang akan dilakukan tidak berujung pada salah pilih yang membuat pengeluaran menjadi terlalu tinggi, kembali ke masalah awal kita, “mahal”.

DSCF6064

Seperti kita ketahui, produsen SSD umumnya menawarkan beragam SSD yang terdiri beberapa kelas, mulai dari entry-level, mid-range dan high-end. SSD entry-level umumnya dirancang untuk pengguna PC yang baru ingin mencicipi SSD, atau untuk PC yang digunakan untuk pekerjaan yang tidak terlalu berat, tetapi membutuhkan responsivitas tinggi. Sementara SSD dari kelas menengah dan kelas atas akan menawarkan performa yang lebih tinggi dari SSD entry-level, dan juga durabilitas yang lebih baik, tetapi umumnya hadir dengan harga lebih tinggi. SSD kelas menengah ke atas ini cocok untuk PC yang digunakan untuk pekerjaan berat, seperti video editing, desain, dan lain sebagainya.

SSD yang kami gunakan di pengujian kali ini, WD Blue, masuk ke kelas SSD high-end. Bila Anda cermati, produsen lain pun umumnya akan menawarkan pembagian kelas seperti ini.

Jadi, sudah tahu kan cara mudah untuk meningkatkan performa pada laptop? Kamipun turut menyertakan bagaimana mudahnya cara melakukan penggantian HDD laptop ke SSD. Bila Anda memiliki laptop yang mungkin sudah cukup berumur antara 3-4 tahun dan merasa sangat membutuhkan performa yang jauh lebih cepat pada laptop tersebut, tidak ada salahnya untuk melakukan penggantian storage HDD laptop kesayangan Anda ke SSD.

Tags: