in: Highlights - Storage Devices | April 21, 2017 | by: Yufianto Gunawan

Mengapa NAS Butuh HDD Khusus?

Seagate-Feat.-Image

Beberapa tahun belakangan ini, produk harddisk (HDD) yang khusus ditujukan untuk penggunaan di NAS (Network Attached Storage) makin banyak ditawarkan. Sepintas, HDD untuk NAS ini tidak berbeda dari HDD untuk PC pada umumnya, dengan ukuran yang sama, kapasitas yang sama, dan bentuk yang serupa pula. Namun, apa yang membuatnya berbeda dari HDD untuk PC? Kami akan coba mengulasnya dalam artikel ini!

Sebelum Melanjutkan: Apa Itu NAS?

NAS DS916+ dari Synology
SONY DSC
Karena terhubung ke LAN, NAS dilengkapi dengan port Ethernet.

NAS, sesuai singkatannya, Network Attached Storage, pada dasarnya adalah sebuah komputer yang penggunaannya difokuskan untuk penyimpanan data. NAS umumnya dipasang dalam sebuah LAN (Local Area Network), sehingga data di dalamnya bisa diakses oleh perangkat apa saja yang terhubung ke dalam LAN tersebut, baik dari PC, perangkat mobile, server, dan lain sebagainya. Selain itu, belakangan ini NAS juga mulai populer digunakan sebagai sebuah private cloud storage.

Cloud Storage: sebuah media penyimpanan terhubung ke Internet yang bisa diakses oleh penggunanya di mana saja selama mereka juga terhubung ke Internet. Salah satu wujud yang paling dikenal dari cloud storage adalah Google Drive atau Dropbox. NAS modern bisa juga difungsikan sebagai sebuah private cloud storage, dalam artian hanya penggunanya saja yang punya akses ke data-data yang ada di dalamnya.

SONY DSC
NAS bisa menampung lebih dari satu HDD, misalnya NAS DS916+ ini bisa menampung empat HDD.

Sebuah NAS umumnya bisa menampung lebih dari satu HDD, 2-8 buah untuk NAS di rumah atau kantor kecil, atau hingga puluhan untuk NAS kelas perusahaan besar/enterprise. HDD di dalam NAS juga umum digunakan dalam konfigurasi RAID di mana dua atau lebih HDD berjalan bersamaan untuk menawarkan fungsi lebih. RAID ini akan membawa keuntungan tersendiri bagi pengguna NAS.

RAID (Redundant Array of Independent Disk): konfigurasi storage yang memungkinkan dua atau lebih HDD disatukan ke dalam sebuah array/kelompok yang menawarkan fungsi lebih dari sekedar satu HDD beroperasi sendiri. RAID sendiri memiliki beberapa mode, yang umum digunakan adalah:

 

  • RAID 0: menggabungkan kapasitas beberapa HDD ke dalam satu volume penyimpanan data, misalnya 2 HDD 4 TB di RAID 0 akan menghasilkan satu volume 8 TB
    RAID 0
  • RAID 1: membuat backup 1 to 1 ke beberapa HDD sekaligus, misalnya 2 HDD 4 TB di RAID 1 hanya akan menghasilkan satu volume 4 TB, tetapi memiliki satu backup yang membuat data tetap bisa diakses walaupun ada satu HDD yang rusak
    RAID 1
  • RAID 1 + 0 (10): mode ini membutuhkan HDD dengan jumlah genap, minimal empat buah, dan akan menggabungkan keunggulan dari RAID 0 dan RAID 1. Misalnya 4 HDD 4 TB di RAID 0 + 1 akan menghasilkan satu volume 8 TB dengan backup
    RAID 10
  • Ada juga RAID 5 dan RAID 6 yang ditawarkan beberapa NAS, yang bisa menawarkan volume lebih besar dari sekadar satu HDD saja, tetapi dilengkapi dengan parity yang bisa menyelamatkan data bila ada satu HDD dalam array yang rusak.
    RAID 5

 

Selain fungsi umum sebagai sebuah media penyimpanan data “eksternal”, alias di luar PC, NAS modern juga punya beberapa fungsi lain. Beberapa yang cukup populer adalah media server, photo server, local webserver, dan lain sebagainya. Berbeda dengan HDD eksternal yang hanya bisa diakses oleh satu PC saja, karena NAS ditempatkan di LAN, akses ke NAS bisa dilakukan bersamaan dari beberapa PC atau perangkat lain sekaligus, termasuk akses ke fungsi-fungsi tambahan di atas.

Mengapa Ada HDD Khusus NAS?

Terlihat dari penejelasan di atas, NAS dan PC desktop memiliki kegunaan yang berbeda. Oleh karena itu, beban kerja yang harus ditangani oleh storage yang terpasang di dalam masing-masing perangkat tersebut tentunya juga berbeda. Agar NAS bisa beroperasi dengan lebih baik, maka produsen membuat HDD yang dibekali dengan fitur yang mendukung penanganan beban kerja di NAS yang lebih baik, dan itu melahirkan HDD khusus yang memiliki perbedaan dari HDD untuk PC desktop.

SONY DSC
IronWolf, HDD NAS dari Seagate

Saat ini, sudah ada beberapa HDD khusus NAS yang ditawarkan produsen HDD, salah satunya adalah IronWolf, produk dari Seagate. Memang, secara fisik HDD ini tidak berbeda dengan HDD 3.5” untuk PC desktop pada umumnya. Walaupun begitu, set fitur di dalam HDD ini ternyata jauh sekali berbeda dengan HDD PC desktop, dan tentu saja dioptimasi khusus agar sesuai dengan beban kerja yang ada di NAS, termasuk salah satunya adalah penggunaan non-stop 24/7.

Siap Bekerja Non-Stop

SONY DSC
Pengguna NAS umumnya akan membiarkan NAS terus aktif, 24/7, agar data di dalamnya bisa diakses sewaktu-waktu dibutuhkan

Berbeda dengan PC yang pada dasarnya tidak ditujukan untuk penggunaan non-stop 24/7, NAS umumnya dihidupkan terus menerus oleh penggunanya. Selama itu pula, HDD di dalam NAS tidak bisa benar-benar beristirahat, karena harus sewaktu-waktu siap menerima panggilan tugas, baik dalam bentuk pembacaan atau penulisan data. Itulah mengapa, produsen HDD NAS akan mendesain produk mereka sesuai kebutuhan yang ada tersebut, seperti HDD IronWolf yang dijamin Seagate untuk siap bekerja non-stop 24/7, 8760 jam dalam setahun.

Tahan “Siksaan”

Bukan hanya penggunaan non-stop saja yang jadi tantangan untuk HDD NAS, NAS sendiri bisa dikatakan merupakan sebuah lingkungan yang tidak ramah untuk HDD. Bagaimana tidak, di dalam sebuah NAS yang umumnya berukuran ringkas, beberapa HDD sekaligus bisa dipaksa bekerja keras, yang tentu saja membuat HDD menerima beban yang lebih berat dari HDD di PC desktop. HDD di NAS harus menghadapi suhu operasi yang bisa saja lebih tinggi dari di PC desktop, serta harus bisa bekerja dengan baik di tengah getaran yang diakibatkan dari beberapa HDD beroperasi bersamaan di dalam NAS.

SONY DSC
RV Sensor di HDD IronWold (lingkaran biru)

Agar bisa awet bekerja di lingkungan yang tidak ramah itu, produsen HDD akan membekali HDD NAS mereka dengan fitur yang mendukung durabilitas tinggi. Misalnya, untuk IronWolf, Seagate menanamkan Rotational Vibration (RV) Sensor yang mendukung HDD itu untuk bisa mengatasi potensi bahaya dari getaran yang dihasilkan oleh beberapa HDD yang bekerja bersamaan di dalam NAS. Jadi, HDD tetap bisa bekerja dengan optimal di lingkungan yang tidak ramah itu.

SONY DSC
Beroperasi di dalam NAS, HDD bisa jadi harus berhadapan dengan suhu operasi yang tinggi.

Selain itu, HDD NAS umumnya juga memiliki toleransi suhu operasi yang lebih tinggi dari HDD untuk PC desktop. IronWolf memiliki toleransi suhu operasi hingga 70 °C. Angka ini lebih tinggi dari toleransi suhu operasi HDD untuk PC desktop yang umumnya ada di kisaran 55 °C – 65 °C.

Tanpa HDD yang bisa bekerja di lingkungan yang tidak ramah seperti itu, kehilangan data di NAS akan rentan terjadi. HDD yang tidak disiapkan untuk bekerja di lingkungan yang tidak ramah tersebut mungkin saja tidak berumur panjang di dalam NAS. Hal ini akan sangat merugikan pengguna.

Khusus untuk HDD IronWolf, Seagate melengkapinya dengan fitur yang memungkinkan NAS melakukan analisis terhadap kesehatan HDD tersebut. Fitur IronWolf Health Management ini akan membuat pengguna tahu bagaimana kondisi HDD IronWolf di dalam NAS mereka. Bahkan, fitur ini bisa juga membantu pengguna menyiapkan tindakan pencegahan sebelum masalah terjadi, sehingga kehilangan data bisa diatasi.

Sanggup Bekerja “Multitasking”

Hal lain yang menjadi tantangan bagi sebuah HDD NAS adalah tuntutan untuk bekerja “multitasking“, dalam artian harus siap menerima beban kerja dari beberapa pengguna sekaligus. Beberapa operasi baca dan tulis sekaligus bisa saja harus ditangani oleh NAS, sehingga HDD di dalamnya harus sanggup menanganinya dengan baik. Umumnya, produsen HDD mengatasi hal in dengan mendesain HDD dengan cache besar, yang memungkinkan HDD menangani multitasking dengan lebih baik. Seagate IronWolf sendiri dibekali Seagate dengan cache hingga 256 MB untuk mendukung hal tersebut.

SONY DSC

Tidak hanya cache besar, karena sifatnya yang bisa diakses bersamaan oleh beberapa pengguna, NAS terkadang juga butuh mengakomodasi operasi baca-tulis data dalam jumlah besar. Hal ini menuntut HDD NAS untuk menawarkan daya tahan terhadap workload yang sangat tinggi. Lini HDD IronWolf dari Seagate dibekali dengan teknologi yang memungkinkan daya tahan hingga 180 TB per tahun, yang membuatnya siap menerima beban “multitasking” dari para pengguna NAS.

Optimasi Khusus untuk Multi-Drive

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sebuah NAS umumnya bisa menampung lebih dari satu HDD. Agar HDD bisa bekerja dengan baik di lingkungan multi-drive seperti itu, HDD NAS juga harus dioptimasi secara khusus. Optimasi ini salah satunya juga hadir dalam dukungan untuk bekerja dalam konfigurasi RAID dengan baik.

SONY DSC
HDD NAS butuh dioptimasi untuk bekerja di lingkungan multi-drive agar bisa menawarkan kinerja terbaiknya.

Seagate memaketkan optimasi multi-drive untuk HDD IronWolf dalam fitur yang disebut sebagai AgileArray. Selain mendukung dual-plane balancing dan RAID yang lebih baik, AgileArray juga memungkinkan HDD NAS ini menawarkan power management yang lebih baik. Hasilnya, NAS akan lebih hemat daya karena kinerja HDD akan disesuaikan dengan beban yang ada, sembari tetap siaga untuk menawarkan kinerja terbaik saat beban tinggi datang.

Kapasitas Besar Hingga Ekstra Besar

Melihat kebutuhan penyimpanan data yang makin lama makin besar, HDD NAS tentu juga harus “beradaptasi” untuk menawarkan kapasitas sesuai dengan yang dibutuhkan. Hal ini membuat produsen HDD NAS kini menawarkan produk mereka dalam kapasitas besar hingga ekstra besar, mencapai 8 TB atau 10 TB per HDD. Memanfaatkan HDD seperti ini, sebuah NAS 2-bay bisa menawarkan kapasitas hingga 20 TB, dan NAS 4-bay bisa menawarkan kapasitas hingga 40 TB, atau 20 TB dengan backup (RAID 10).

SONY DSC
Seagate IronWolf 6 TB

HDD IronWolf Seagate hadir dalam beragam kapasitas, mulai dari 1 TB, 2 TB, 3 TB, 4 TB, kapasitas besar seperti 6 TB dan 7 TB, hingga kapasitas ekstra besar seperti 8 TB dan 10 TB. Pilihan kapasitas ini tentu saja akan memudahkan pengguna NAS mendapatkan ruang penyimpanan data sesuai dengan yang mereka butuhkan. Tentunya, kapasitas ini akan terus ditingkatkan lagi sesuai kebutuhan penyimpanan data yang akan terus membesar dari tahun ke tahun.

Jadi, NAS Memang Sebaiknya Pakai HDD Khusus NAS

Melihat berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh HDD yang digunakan di NAS, wajar bila produsen menyiapkan HDD khusus yang disesuaikan dengan tantangan yang ada tersebut. Berbagai fitur khusus yang didesain dengan melihat tantangan yang ada membuat HDD NAS akan lebih siap menghadapi tantangan itu saat digunakan di dalam NAS. Oleh karena itu, HDD NAS umumnya akan menawarkan kombinasi performa dan durabilitas sesuai dengan yang memang dibutuhkan di NAS.

Menggunakan HDD PC desktop di dalam NAS memang bukan suatu hal yang sangat salah, dan memang bisa dilakukan. Namun, bila pengguna NAS menginginkan performa terbaik dari NAS mereka, dan merasa sayang dengan data yang akan disimpan di NAS, ada baiknya memilih untuk menggunakan HDD dengan fitur yang memang mendukung penggunaan di NAS. Jadi, ya, NAS memang sebaiknya pakai HDD NAS.

Tags: