in: News | June 1, 2017 | by: Yufianto Gunawan

ASUS: Overclocking? Kenapa Tidak!

Setelah sesi motherboard workshop di hari pertama Computex 2017, ASUS memberikan kesempatan perwakilan media dari Indonesia untuk berbicara dengan perwakilan dari tim motherboard mereka. Tim Jagat Review, dan salah satu perwakilan media ternama di Indonesia, mendapatkan kehormatan mengikuti sesi tersebut. Kami sempat berbicara mengenai beberapa hal terkait produk motherboard ASUS bersama dengan dua perwakilan mereka.

Salah satu sudut booth ASUS di Computex 2017, tepat mereka memajang produk motherboard mereka.
Salah satu sudut booth ASUS di Computex 2017, tepat mereka memajang produk motherboard mereka.

Beberapa hal menarik yang sempat kami bicarakan dalam sesi singkat, yang ternyata pada akhirnya tidak bisa dibilang singkat itu akan coba kami rangkum dalam artikel ini!

Waktu Singkat untuk Pengembangan 4 Platform

Sejak awal tahun 2017 ini, secara resmi 4 platform baru untuk PC desktop diperkenalkan oleh dua perusahaan kreator chip ternama, Intel dan AMD. Hal ini tentu saja berimbas pada produsen motherboard, termasuk ASUS, mau tidak mau harus bisa merilis produk untuk keempat platform tersebut, LGA 1151 berbasis chipset Intel 200 Series, LGA 2066 berbasis chipset X299, AM4 berbasis chipset AMD 300 Series, dan TR4 berbasis chipset X399. Kami sempat menanyakan pengalaman seperti apa yang dialami ASUS menghadapi hal tersebut.

ASUS - 01

ASUS menyebutkan bahwa banyaknya platform baru yang muncul memang menyulitkan. Mereka mengatakan bahwa mereka punya tim pengembangan motherboard terbesar dibandingkan produsen lain, tetapi itu bukan berarti tugas mereka akan lebih ringan. Mereka tetap butuh bekerja sangat keras merampungkan motherboard-motherboard untuk keempat platform tersebut.

Melihat produk-produk yang telah mereka umumkan untuk keempat platform tersebut, ASUS mengatakan bahwa mereka puas kerja keras mereka berbuah manis. Namun, itu bukan berarti mereka berhenti begitu saja. ASUS menyebutkan bahwa masih ada beberapa produk yang mereka kembangkan untuk keempat platform tersebut, dan bisa saja mereka juga sudah harus mulai mengembangkan produk baru untuk platform baru yang akan segera hadir.

Jumlah SKU: Terlalu Banyak?

Salah satu hal yang mempengaruhi masa pengembangan platform baru adalah jumlah SKU (tipe motherboard) untuk setiap platform tersebut. ASUS, dan juga beberapa produsen motherboard lain, belakangan ini terlihat menghadirkan banyak sekali SKU untuk setiap platform. Mengapa ASUS memilih untuk menghadirkan banyak sekali SKU, sementara hal itu mungkin akan membingungkan para calon pembeli?

Berdasarkan penjelasan dari tim ASUS, jumlah SKU yang dibuat akan disesuaikan dengan berbagai hal, yang dirumuskan oleh seluruh pihak yang terlibat di internal mereka. Menurut ASUS, pada dasarnya mereka hanya akan menghadirkan SKU dengan jumlah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pasar. Namun, ada kalanya, mereka merasa butuh menghadirkan SKU tambahan sebagai ajang unjuk kemampuan terbaik mereka. Sebagai contoh, mereka menghadirkan Rampage VI Apex dan Rampage VI Extreme untuk menunjukkan seberapa jauh mereka bisa mengembangkan platform LGA 2066.

Rampage VI Apex, salah satu "SKU ekstra" untuk unjuk kemampuan ASUS
Rampage VI Apex, salah satu “SKU ekstra” untuk unjuk kemampuan ASUS

Bila dikatakan terlalu banyak, ASUS sedikit tidak setuju. Mereka menyebutkan bahwa semua SKU memiliki pasar tersendiri, dan mereka akan sangat menghindari hadirnya SKU yang bisa saling bunuh. Jadi, jumlah SKU yang ditawarkan mereka rasa sudah sesuai dengan apa yang seharusnya tersedia untuk masing-masing platform.

AURA RGB: Awal Hingga Saat Ini

Beralih ke tren yang belakangan ini makin menjamur di komponen PC: RGB. Kami sempat menanyakan kepada tim ASUS seperti apa pandangan mereka terkait fitur ini. ASUS sudah sejak beberapa tahun lalu punya fitur khusus untuk RGB di produk mereka, Aura RGB. Perwakilan ASUS menjelaskan bahwa fitur ini awalnya dikembangkan agar warna lampu di berbagai komponen PC bisa seragam. ASUS sendiri memang memiliki banyak sekali produk komponen PC, mulai dari motherboard, graphics card, expansion card, monitor, keyboard-mouse, dan lain sebagainya, dan mereka ingin ada sebuah fitur yang membantu pengguna menyeragamkan warna lampu di perangkat-perangkat itu.

Seiring perkembangannya, Aura RGB ternyata dimanfaatkan untuk membuat tampilan PC menjadi lebih menarik dengan hadirnya berbagai efek tata cahaya. Namun, apa hal itu sudah cukup? ASUS merasa bahwa fitur ini bisa dikembangkan lagi, tidak sebatas hanya membuat tampilan PC menjadi lebih menarik, tetapi bisa merambah ke sinkronisasi dengan aplikasi di dalam PC.

ASUS ingin agar Aura RGB tidak hanya sekedar jadi pemanis tampilan, tetapi punya fitur lebih.
ASUS ingin agar Aura RGB tidak hanya sekedar jadi pemanis tampilan, tetapi punya fitur lebih.

Sebagai jembatan mewujudkan hal tersebut, ASUS menghadirkan Aura SDK. Aura SDK diharapkan bisa membantu pihak lain dalam mengembangkan aplikasi yang bisa memanfaatkan fitur Aura RGB dengan baik. ASUS berharap, Aura SDK ini memicu lahirnya banyak pemanfaatan kreatif dari fitur RGB di produk-produk mereka, jauh lebih luas dan bermanfaat dari yang ada saat ini.

Overclocking: Masih Relevan?

Terakhir, kami mencoba bertanya pada perwakilan ASUS terkait overclocking. Belakangan ini, PC disebut bergerak ke arah gaming, dan anggapan itu pun sangat didukung oleh penyelenggara Computex 2017 ini, yang mengangkat gaming sebagai salah satu tema acara akbar tahunan ini. Namun, ASUS tetap mengambil sikap tegas mempertahankan fitur pendukung OC, bahkan mengembangkannya lagi, termasuk untuk LGA 2066 dan TR4. Mengapa ASUS melakukan hal itu?

Perwakilan ASUS menyebutkan bahwa mereka sadar bahwa gaming menjadi tren yang meningkat saat ini, di mana gamer punya daya beli tinggi dan ingin memiliki PC dengan performa tinggi, tetapi tidak terlalu peduli terhadap fitur tuning untuk performa yang lebih baik lagi. Namun, ASUS percaya tidak semua pengguna produk mereka memiliki pandangan seorang gamer seperti di atas. Mereka tahu masih ada banyak orang yang ingin punya kemampuan untuk mencoba memaksa lagi sistem mereka menghadirkan performa yang lebih baik, yaitu kalangan overclocker. ASUS merasa mereka punya kemampuan untuk memenuhi keinginan tersebut, dan hal itu ditunjukkan dengan tetap menghadirkan, dan mengembangkan, fitur OC di motherboard mereka.

Seri "Extreme" ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan overclocker yang ingin mencari performa terbaik dari sistem mereka, dengan berbagai cara.
Seri “Extreme” ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan overclocker yang ingin mencari performa terbaik dari sistem mereka, dengan berbagai cara.

Khusus untuk hal ini, ASUS menyebutkan bahwa mereka bisa melakukan yang terbaik untuk setiap platform. Karena masih ada orang yang juga ingin mendapatkan yang terbaik dari sistem mereka, hal itu dianggap bukan suatu hal yang tidak ada gunanya. Ke depan, ASUS menjanjikan bahwa mereka akan tetap menawarkan fitur OC untuk produk motherboard mereka.

Tags:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES