in: Networking | June 9, 2017 | by: Yufianto Gunawan

Hands-On Review Cloud Camera EZVIZ C2C

Bulan Mei 2017 lalu, EZVIZ, merek di bawah HikVision, resmi diperkenalkan di Indonesia sebagai penyedia produk action cam dan surveillance cam. Beberapa produk baru dibawa dan diperkenalkan EZVIZ sebagai penanda debut mereka di Indonesia, termasuk salah satunya adalah C2C, yang merupakan surveillance cam berbasis cloud. Kini, perangkat tersebut hadir di lab. pengujian kami untuk unjuk kemampuan. Seperti apa kemampuan yang ditawarkan oleh C2C ini? Kami akan membahasnya secara singkat dalam artikel ini!

EZVIZ C2C - 01

Cloud Camera EZVIZ C2C

EZVIZ C2C merupakan cloud camera, yang berarti bisa diakses dari manapun selama kamera dan perangkat yang digunakan untuk mengakses terhubung ke Internet. Perangkat ini berukuran kecil, dengan dimensi keseluruhan 128 mm x 58 mm x 38 mm, dan memiliki bobot ringan. Kamera ini bisa ditempatkan di manapun, di dalam ruangan, selama kamera tersebut bisa terhubung ke Internet melalui WiFi.

EZVIZ C2C - 03

C2C dilengkapi dengan sensor 1/4″ dengan resolusi 1MP, yang memungkinkannya menangkap video hingga resolusi 1280 x 720 piksel dengan framerate 25 fps. Lensa di kamera ini mengusung f/2.5 dengan wide view angle, hingga 92° untuk horizontal dan 111° untuk vertikal. Kamera ini juga mendukung WDR (Wide Dynamic Range) secara digital.

EZVIZ C2C - 07

Kamera ini dilengkapi EZVIZ dengan infra-red untuk membantu pengambilan video di ruangan gelap. Infra-red di kamera ini bisa menjangkau jarak hingga 5 meter. EZVIZ menawarkan fitur auto-switching, sehingga infra-red di kamera ini akan aktif secara otomatis bila konfisi lingkungan sekitar gelap, dan sebaliknya.

Untuk menghubungkan diri ke Internet, C2C memanfaatkan koneksi WiFi. EZVIZ hanya menawarkan dukungan WiFi 2.4 GHz, dengan standar 802.11 b/g/n untuk C2C. Kamera ini masih belum mendukung WiFi 5 GHz yang belakangan ini sudah mulai mudah dijumpai dan belum sepadat WiFi 2.4 GHz.

Slot Micro SD dan tombol Reset
Slot Micro SD dan tombol Reset

Tidak ada media penyimpanan internal yang terdapat di dalam EZVIZ C2C ini. Namun, EZVIZ menyediakan satu slot Micro SD untuk pemasangan storage tambahan. C2C ini mendukung penggunaan Micro SD hingga kapasitas 128 GB.

Paket Penjualan

Sebagai pendukung penggunaan cloud camera C2C ini, EZVIZ menyertakan beberapa perlengkapan pendukung. Perlengkapan pendukung itu disertakan di dalam paket penjualan kamera ini. Perlengkapan itu adalah:

  • Power Adapter
    EZVIZ C2C - 02
  • Kabel Daya (USB to Micro USB)
    EZVIZ C2C - 08
  • Foam Sticker (untuk menempelkan kamera ke permukaan mendatar, seperti meja)
  • Metal Plate (dengan magnet, untuk menempelkan kamera ke permukaan verikal, seperti tembok)
    EZVIZ C2C - 09
  • Quick Start Guide

Perlengkapan yang disertakan EZVIZ untuk C2C ini terbilang cukup lengkap. Namun, mereka tampaknya masih melupakan satu hal yang membantu pemanfaatan dari kamera ini. Mereka tidak menyertakan baut untuk memasang metal plate ke permukaan vertikal, sehingga pengguna mau tidak mau harus mencari sendiri baut yang cocok.

Penggunaan Sebagai Cloud Camera

Kemudahan penggunaan adalah salah satu hal yang coba ditawarkan EZVIZ untuk jajaran cloud camera mereka, termasuk C2C ini. Sebagai langkah awal menggunakan kamera ini, tentu saja pengguna harus menempatkan kamera di tempat yang diinginkan, kemudian menghubungkannya ke sumber listrik. Kamera C2C ini menerima listrik melalui konektor Micro USB, sehingga pengguna bisa mengambil listrik dari perangkat apapun dengan port USB yang ada di sekitar kamera, atau pengguna bisa menggunakan power adapter dan kabel daya yang disediakan. EZVIZ menyertakan kabel daya dengan panjang yang terbilang cukup bahkan untuk menempatkan kamera di tempat yang tinggi sekalipun.

Konektor Micro USB untuk daya di C2C
Konektor Micro USB untuk daya di C2C

Setelah kamera diposisikan dan dihubungkan ke listrik, pengguna hanya perlu memasang aplikasi “EZVIZ” di perangkat Android atau iOS mereka, kemudian menghubungkan perangkat ke kamera dengan cara memindai QR Code di dasar kamera. Setelah hal itu berhasil dilakukan, pengguna tinggal menghubungkan kamera ke Internet melalui WiFi dan kamera pun bisa digunakan. Satu hal yang perlu diingat, penempatan kamera harus di daerah yang terjangkau sinyal WiFi, karena perangkat ini hanya bisa memanfaatkan WiFi sebagai media koneksi ke Internet.

Seluruh fungsi pemantauan melalui kamera bisa diakses dari aplikasi “EZVIZ”. Pengguna bisa melihat video real-time langsung dari kamera, mengambil foto, serta mendengarkan suara yang ada di sekitar kamera tersebut diposisikan. Ya, C2C sudah dilengkapi dengan mic dan speaker, dan keduanya mendukung komunikasi dua arah. Pengguna bisa mengirim pesan suara melalui aplikasi dengan sistem push to talk.

EZVIZ telah mendukung enkripsi untuk foto yang diambil oleh C2C, sehingga foto tidak bisa dibuka oleh sembarang orang. Fitur enkripsi ini bisa diakses dari aplikasi. Bila dirasa kurang dibutuhkan, pengguna bisa dengan mudah mematikan fitur tersebut.

Berikut ini hasil pengambilan foto dan video dari EZVIZ C2C:

20170609163438186_fd2a5094dffa4b54b619dfc4fafcad40_701005908

Menariknya, seperti yang kami sebutkan sebelumnya, kamera ini dilengkapi juga dengan fitur infra red. Fitur ini memungkinkan pengambilan gambar di lingkungan gelap. Berikut ini contoh foto dan video yang kami ambil di ruangan gelap dengan fitur infra red dari C2C.

20170609165139383_fd2a5094dffa4b54b619dfc4fafcad40_701005908

Kesimpulan

+:

  • Konfigurasi mudah
  • Fitur Infrared
  • Komunikasi dua arah
  • Kabel daya panjang

 

-:

  • Tidak ada baut untuk metal plate
  • Opsi konfigurasi agak terbatas dengan aplikasi standar
  • Belum ada fitur keamanan yang lebih lengkap

 

Kamera EZVIZ C2C ini ditawarkan dengan harga sekitar Rp 499.000. Harga tersebut bisa dikatakan cukup menarik untuk sebuah cloud camera dengan set fitur seperti ini. C2C sendiri termasuk ke dalam kategori sebuah cloud camera yang mudah dikonfigurasi, dengan kemudahan akses dari mana saja selama pengguna terhubung ke Internet.

Perangkat ini dilengkapi dengan infra red, serta mendukung komunikasi suara dua arah. Kedua fitur ini terbilang menarik, karena menawarkan fungsi lebih bagi pengguna. Sayangnya, EZVIZ masih belum terlalu menggarap sisi security dari kamera ini, misalnya dengan menghadirkan opsi mengunci kamera tertentu dengan password untuk membuka akses. Namun, hal seperti ini seharusnya bisa dikembangkan dengan mudah karena bisa dilakukan dengan memperbaiki software yang tersedia.

Secara keseluruhan, EZVIZ C2C ini terbilang menarik.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES