in: News | July 13, 2017 | by: Friska Suryawinata

Studi: Online Bullying Semakin Meningkat Tiap Tahunnya

maxresdefault

Dahulu sebelum komputer dan teknologinya berkembang pesat seperti sekarang, tidak banyak orang yang mengerti bagaimana cara menggunakan internet untuk berinteraksi dengan orang asing yang bahkan tidak diketahui identitas asli maupun di mana mereka tinggal sekalipun. Sekarang, internet sudah merambah sangat luas di seluruh dunia, membuat akses menjadi lebih mudah dan para masyarakat penggunanya juga dapat terhubung dengan berbagai orang di seluruh dunia tersebut. Namun demikian, sisi gelap internet tidak akan pernah hilang sepenuhnya.

Karena akses dan teknologi yang lebih dipermudah tersebut, tidak jarang seorang pengguna internet diincar oleh orang atau kelompok tertentu yang tidak hanya akan membahayakan dari segi fisik komputer saja seperti penyebaran virus atau malware, tetapi juga membahayakan secara mental karena online bullying semakin marak terjadi.

Hal ini diungkapkan oleh studi yang dilakukan oleh Pew Research Center, di mana hasil studinya di Amerika Serikat menemukan bahwa online bullying atau harassment (pelecehan) semakin meningkat sejak tahun 2014, di mana terdapat setidaknya 41% dari total responden pengguna dewasa yang telah mengalami pelecehan secara online.

Yang cukup menarik, dari persentase tersebut, disebutkan bahwa kaum laki-laki lebih sering mengalami pelecehan umum atau bullying secara online. Sementara itu, kaum perempuan lebih rentan mengalami pelecehan seksual secara online. Hal ini juga dibuktikan dengan terdapat setidaknya 53% kaum perempuan kerap mendapatkan gambar pelecehan seksual yang tidak mereka inginkan secara online.

Bukan hal yang mengejutkan juga bahwa kasus online bullying atau pelecehan online ini terjadi di berbagai situs media sosial, dengan 58% mengaku bahwa mereka mengalami hal yang tidak mengenakkan tersebut pada platform media sosial. Dan bukan hal yang tak lazim juga bahwa kebanyakan para korban ini juga tidak tahu siapa orang di balik pelecehan tersebut.

Dari pihak media sosial sendiri, platform seperti Facebook atau Twitter sudah mencoba beberapa jenis cara untuk mengantisipasi kasus bullying atau pelecehan online tersebut dengan beragam jenis fitur dan perangkat. Efektif atau tidaknya fitur yang diberikan, semua bergantung kepada para penggunanya sendiri-sendiri.

Tags:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES