in: News | September 13, 2017 | by: Dian Syarifuddin

Symantec: Serangan Malware Mulai Mengarah ke Email

Serangan malware jenis ransomware WannaCry di tahun 2017 ini bisa dianggap menjadi yang paling fenomenal. Bagaimana tidak, sejumlah instansi, baik perusahaan swasta maupun pemerintahan di seluruh dunia merasakan dampak buruk dari serangan malware tersebut beberapa bulan lalu, bahkan tidak terkecuali di Indonesia. Symantec selaku perusahaan penyedia solusi keamanan memiliki laporan yang cukup menarik seputar perkembangan serangan siber dalam tahun terakhir ini.

Matthias Yeo, CTO Symantec for APAC
Matthias Yeo, CTO Symantec for APAC

Dalam hasil laporan Internet Security Threat Report (ISTR) tahunannya, Symantec memiliki sejumlah laporan serangan hacker yang mulai mengubah alur serangannya, bahkan di masa yang akan datang diprediksi sangat mungkin masih terjadi. Matthias Yeo, CTO Symantec for APAC, menyatakan kalau serangan yang dilakukan hacker saat ini lebih mengarah ke email. Sebelumnya para hacker sangat rajin melakukan serangan terhadap sejumlah website milik perusahaan atau pemerintahan dan instansi layanan yang dianggapnya memiliki peranan penting.

Namun dalam tahun terakhir ini serangan hacker terhadap website sudah mulai berkurang dikarenakan sistem keamanan pada website sudah mulai meningkat kuat. “Alur serangannya pun terus berubah dan yang paling tinggi potensi terserang hacker masih perusahaan financial. Target yang ditujukan hacker masih dalam pola yang sama yaitu dengan mengambil beragam data penting yang berhasil dicuri dan disandera agar nantinya bisa ditebus dengan sejumlah uang”, Ujar Matthias.

Beberapa fakta laporan lainnya yang ditemukan Symantec seputar perkembangan serangan siber di Indonesia di antaranya 1 dari 156 email di Indonesia telah menyimpan serangan malware dan lebih dari 40 ribu serangan ransomware terdeteksi oleh Symantec setiap bulannya. Selain itu, selama enam bulan pertama di tahun ini, perusahaan menyumbang 42 persen dari total infeksi serangan ransomware, naik 30 persen dari tahun 2016 lalu. Peningkatan serangan tersebut diakibatkan oleh malware jenis ransomware WannaCry dan Petya.

Symantec memberikan beberapa cara terbaik dalam mencegah terjadinya serangan siber, yakni dengan melakukan kebersihan dan praktik siber yang baik secara konsisten. Selain itu, berikan pemahaman kepada para pengguna agar selalu waspada terhadap aktivitas berbahaya seperti email yang sumbernya tidak diketahui atau sangat mencurigakan. Dan yang terpenting adalah memiliki sistem keamanan siber yang terintegrasi di area di mana data yang dibagikan antar individu, departemen dan bahkan perusahaan.

Tags:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES