in: Processors | October 5, 2017 | by: Yufianto Gunawan

Review Prosesor Core i7-8700K “Coffee Lake”

Kesimpulan

Performa

Performance Summary - Core i7-8700K

Core i7-8700K, prosesor Coffee Lake pertama yang kami uji ini, berdasarkan hasil benchmark yang kami lakukan, terlihat berhasil mengungguli prosesor desktop mainstream unggulan Intel dari generasi sebelumnya, Core i7-7700K. Performa single thread dari prosesor ini terlihat unggul tipis dari Core i7-7700K, yang tampaknya didapatkan dari clock yang sedikit lebih tinggi di turbo all core dan optimasi fabrikasi 14 nm yang lebih baik, dengan selisih sekitar 4% ~ 5%. Sementara untuk performa multi thread, dengan jumlah core dan jumlah thread yang lebih banyak, jelas sekali performa prosesor baru ini jauh di atas Core i7-7700K, dengan keunggulan yang cukup telak dalam beberapa benchmark, bahkan hingga mencapai di atas 25%.

Hal yang terlihat berbeda dari hasil pengujian kami adalah dua “Graphics Score”, di 3DMark Time Spy dan 3DMark Fire Strike, di mana Core i7-7700K bisa unggul atas Core i7-8700K, serta di “Memory Score” untuk Geekbench 3 Multi Core. Hasil ini mungkin saja dipengaruhi optimasi sistem, di mana platform Kaby Lake yang berumur lebih tua sudah memiliki optimasi yang lebih baik. Sementara untuk HWBOT RealBench Image Editing, terdapat anomali, di mana Core i7-8700K tidak bisa mencatatkan waktu lebih cepat dari Core i7-7700K, padahal pengujian lain menunjukkan performa single thread yang lebih baik di prosesor baru ini.

Game Summary - Core i7-8700K

Kecuali di 1% Min. FPS di Battlefield 1, Core i7-8700K menunjukkan performa di kisaran yang tidak terpaut jauh dengan Core i7-7700K. Namun, satu hal yang perlu dicatat, sejauh ini kami baru sempat melakukan pengujian di resolusi 1920 x 1080 piksel. Terkait penggunaan kedua prosesor ini untuk gaming di resolusi yang lebih tinggi, kami akan coba membahasnya di lain kesempatan.

Konsumsi Daya

Secara keseluruhan, Core i7-8700K ini terlihat membutuhkan daya yang sedikit lebih besar dari Core i7-7700K. Hal ini cukup wajar mengingat spesifikasi prosesor ini memang di atas Core i7-7700K, terutama dengan hadirnya dua core ekstra. Walaupun begitu, perbedaan konsumsi daya itu dibarengi juga dengan peningkatan performa. Berdasarkan pengujian di Cinebench R15 Multi Core, konsumsi daya Core i7-8700K lebih tinggi sekitar 11%, tetapi performa yang ditawarkan meningkat sekitar 31%. Melihat hal tersebut, perbedaan konsumsi daya ini tampaknya terbayarkan dengan peningkatan performa yang didapatkan.

Penutup

Intel memberikan klaim bahwa Core i7-8700K ini adalah prosesor yang bisa menawarkan “premium performance” di kelasnya. Melihat hasil pengujian yang kami lakukan, klaim tersebut bisa saja dibenarkan. Apa yang berhasil ditawarkan oleh Core i7-8700K ini memang membuatnya menjadi prosesor desktop kelas mainstream yang memiliki perbedaan performa yang cukup jauh bila dibandingkan dengan prosesor terbaik Intel dari generasi sebelumnya.

Prosesor ini bisa jadi pilihan yang menarik untuk yang ingin membangun sebuah desktop high-end dengan prosesor non-HEDT (Core i X Series). Terlebih lagi, bila multimedia content creation menjadi salah satu kebutuhan untuk dilahap desktop tersebut. Performa yang ditawarkan oleh Core i7-8700K ini akan membuat desktop yang dirakit menawarkan performa yang relatif lebih tinggi dari Core i7-7700K, dengan harga dalam kisaran yang sama.

Berdasarkan informasi dari Intel, harga prosesor Core i7-8700K ini berada di kisaran USD 359. Harga itu bisa dikatakan tidak terlalu tinggi, mengingat prosesor dengan dua core ekstra/empat thread ekstra dari Core i7-7700K ini memiliki harga awal di kisaran yang sama dengan pendahulunya itu. Sebagai informasi, saat ini Intel memberikan rekomendasi harga tertinggi sekitar USD 350 untuk Core i7-7700K.

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tags:

Share This: