in: Processors | October 5, 2017 | by: Yufianto Gunawan

Review Prosesor Core i7-8700K “Coffee Lake”

Note: Special thanks to Gigabyte and PT Nusantara Jaya Teknologi for lending us the processor and motherboard for this review

Performance Test – Sintetis

Benchmark sintetis dilakukan dengan sebuah software khusus benchmark PC yang merupakan simulasi dari aplikasi/program yang kita jalankan pada kehidupan sehari-hari (misalnya: Cinebench, 3DMark). Benchmark sintetis akan menghasilkan sebuah output/nilai yang mudah dibaca, serta pengujiannya mudah dijalankan dan pengujiannya mudah diulang, namun bisa jadi hasilnya tidak selalu mencerminkan keadaan spesifik pada aplikasi real-world

Cinebench R15

3_CBR15

Cinebench R15 merupakan aplikasi benchmark untuk mengukur kemampuan prosesor atau graphics card saat melakukan rendering sebuah objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam bentuk skor. Semakin tinggi skor yang dihasilkan, berarti semakin cepat pula PC Anda melakukan operasi rendering. Kami mengambil 2 (dua) skor, yakni skor Multi-Core untuk melihat performa multi-threaded, dan juga skor Single-Core untuk melihat performa single-threaded.

Cinebench R15 - Multi Core

Cinebench R15 - Single Core

 

Geekbench 3

Screenshot (267)

Geekbench 3 adalah sebuah benchmark singkat yang dapat mengukur kemampuan prosesor dalam menangani beberapa workload integer dan floating-point, sekaligus juga kemampuan memori yang terdapat dalam sistem. Data disajikan dalam bentuk skor, semakin besar semakin baik. Sudah ada update untuk benchmark ini yakni Geekbench 4, tetapi kami masih menggunakan Geekbench 3 karena ada memory score terpisah di sini. Kami mengambil skor Single Core, Multi Core, dan juga Memory Score (Multi Core)-nya.

Geekbench 3 - Multi Core

Geekbench 3 - Single Core

Geekbench 3 - Memory Score Multi Core

HWBOT X265 2.0

Screenshot (280)

Benchmark yang dikembangkan oleh seseorang dari Republik Ceko, dengan nickname Havli, untuk HWBOT ini menguji performa sistem untuk mengubah sebuah video H264 ke H265/HEVC dengan memanfaatkan codec X265 open source. HWBOT X265 2.0 ini mendukung berbagai set instruksi modern yang diusung prosesor masa kini, dan benar-benar bisa memanfaatkan proses multi-thread, sehingga cocok untuk dipakai mengukur performa yang ditawarkan sebuah sistem berbasis prosesor masa kini. Terdapat dua opsi benchmark, yaitu dengan source video 1080p dan 4K. Hasil benchmark ditampilkan dalam avg. framerate selama proses encoding berjalan.

HWBOT x265 1080

Halaman berikutnya: Benchmark Sintetis – Produktivitas

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES