in: News | January 11, 2018 | by: Dedy Irvan

Intel Tampilkan SSD Optane P800 untuk Laptop di CES 2018

Dalam arena CES 2018 di Las Vegas, Amerika Serikat, Intel tiba-tiba memperkenalkan sebuah SSD baru. Jika sebelumnya Intel sudah memperkenalkan Optane Memory dan Optane SSD P900, kali ini Intel menghadirkan seri P800.

Menggunakan M.2

Ya, SSD berbasis 3D Xpoint (bukan NAND biasa) ini memang sudah ditunggu-tunggu. Akan tetapi, seri pertamanya bahkan bukan SSD, melainkan sebuah akselerator, atau Intel lebih suka menyebutkan sebagai Optane Memory. Versi kedua yang hadir adalah seri P900 yang menggunakan bentuk card PCIe dan konektor U.2. Oke, Anda mungkin bisa menggunkan versi U.2 jika board Anda memilikinya. Akan tetapi, seri P800 yang baru ini adalah yang ditunggu karena menggunakan konektor M.2. Ini berarti Anda bisa menggunakannya di dalam laptop (adatau desktop dengan board ber-M.2).

Kapasitas “aneh” dan konektivitas sederhana

Dikarenakan aturan main pengungkapan ukuran atau kapasitas storage, Intel menggunakan angka yang cukup aneh untuk SSD Optane terbaru ini. Ukuran terkecilnya adalah 58 GB sementara ukuran terbesarnya (sementara) adalah 118 GB.

Untuk konektivitasnya, Intel menggunakan PCIe 3.0 x2. Lucu, karena umumnya SSD M.2 kelas atas akan memanfaatkan konektivitas yang lebih kencang. Akan tetapi, dalam pembahasan kami dengan Intel, diungkap bahwa kecepatan yang bisa dicapai sebenarnya sudah sangat tinggi. Kecepatan tulis dan bacanya bisa “seimbang” dan latensinya pun dijanjikan lebih rendah dibandingkan SSD M.2 lainnya. Ini akan membuat kesigapan SSD ini terasa sangat kencang sekali.

Daya tahan tinggi

Ya, banyak yang mempertanyakan “berapa lama SSD saya bisa bertahan?”. Ukurannya adalah Jumlah data yang bisa ditulis. Umumnya SSD untuk server/workstation akan mencapai 200an GB per hari selama 5 tahun. Intel menjanjikan bahwa, meski dirancang untuk laptop biasa, Optane SSD P800 akan memiliki ketahanan 200 GB write per hari selama 5 tahun. Sebagai catatan, pengguna aktif yang memanfaatkan data write kelas berat umumnya menggunakan sekitar 10-20 GB tiap harinya. Jadi, 200 GB adalah ukuran yang sangat besar.

Sayangnya meski sudah berkesempatan melihat SSD ini bekerja, kami belum bisa mengungkap seberapa kencang SSD ini. Yang pasti, SSD ini bekerja dengan kencang dan bisa menghasilkan angka pengujian yang sangat menarik untuk kelasnya.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES