in: News | January 28, 2018 | by: Dian Syarifuddin

Psikolog: Peranan Orang Tua Sangat Penting Di Dunia eSports

Hampir kebanyakan orang tua memiliki pandangan yang negatif terhadap game. Biasanya game akan dianggap menjadi penyebab malasnya anak mereka menjadi belajar, susah mengatur waktunya dan bahkan ada yang sampai lupa waktu makan. Terlebih lagi, dengan masuknya program pendidikan eSports di sekolah tentu akan menambah rasa khawatir dari para orang tua.

Melihat mulainya program pendidikan eSports di sekolah seperti di SMA 1 PSKD Jakarta dan Sekolah Bina Bangsa Malang, membuat Yudi Suharsono, Psi, selaku Psikolog dari Universitas Muhammdiyah Malang (UMM) memiliki pandangannya. “Ada dua pandangan yang berbeda antara anak dan orang tua melihat perkembangan eSports di Tanah Air. Dari pihak orang tua biasanya menganggapa bahwa game memiliki sisi negatif. Sedangkan pada anak, game merupakan sarana hiburan“, Ujar Yudi Suharsono.

Yudi Suharsono, Psi, Psikolog Universitas Muhammdiyah Malang

Perkembangan eSports saat ini boleh dibilang sulit untuk dihindari. Oleh karena itu, harus ada peranan orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka. Yudi juga beranggapan bahwa eSports bisa dikatakan merupakan bidang yang cukup menarik untuk dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan potensi diri, khususnya kalangan generasi Y dan Z yang sangat dekat dengan kehidupan digital.

Selain itu, eSports juga memiliki nilai-nilai sportivitas serta kedisiplinan yang harus dijiwai dan diterapkan, seperti mereka harus menerima kekalahan saat bertanding sehingga ada pembangunan mental dan karakter yang tangguh dalam menghadapi berbagai hal. Anak muda yang berkomitmen untuk menjadi atlit eSports yang tangguh, mau tidak mau akan berdisplin dan pintar dalam mengatur waktunya.

Kepala Sekolah SMA 1 PSKD, Yohannes P. Siagian, yang turut hadir di peresmian kerjasama Sekolah Bina Bangsa dengan Hardcore dalam menghadirkan program pendidikan eSports, menyampaikan hal yang serupa. “Saat menghadirkan program pendidikan eSports pada 2016 lalu, saya terus melakukan komunikasi dengan para orang tua dan menekankan kalau eSports ini memiliki sisi positif yang bisa diambil oleh para siswa“, Ujar Yohanes. Beliau juga menambahkan ada game yang tidak hanya mengandalkan reflek dan ketangkasan, tetapi juga bagaimana mereka harus mengatur strategi dan perhitungan rumit yang tepat dalam melakukan penyerangan, seperti pada game DOTA 2.

Tags: