in: Notebook / Laptop | January 15, 2018 | by: Gatot Tri Yuwono

Review Acer Aspire E5-476G: Laptop Murah Untuk Gaming & Editing

CPU Clock Analysis

Dengan menggunakan aplikasi Intel XTU, kami memantau kecepatan kerja Core i5 8250U pada Acer Aspire E5-476G di skenario rendering 3D dengan menggunakan aplikasi Blender dan mendapatkan hasil seperti di atas. Di awal proses rendering tampak kecepatan kerja seluruh core prosesor Core i5 8250U mencapai 2,4 GHz dengan temperatur kerja di 67° C.

Setelah melewati durasi tertentu, kecepatan kerja seluruh core prosesor Core i5 8250U mengalami penurunan dari 2,4 GHz menjadi 2,1 GHz hingga akhir proses rendering. Sementara temperatur kerja paling tinggi yang dicatat pada kondisi ini masih tetap di angka sekitar 67° C. Seperti Core i7 8550U pada Acer Swift 3 (SF314-52G), Core i5 8250U pada Acer Aspire E5-476G tampak masih mampu memberikan kecepatan tambahan sekitar 500 MHz di atas base clock speed saat seluruh core prosesor pada beban kerja paling tinggi.

Penurunan kecepatan kerja di atas memang wajar terjadi mengingat di clock speed tersebut prosesor berada pada kondisi mengaktifkan Turbo Boost. Durasi dan tingginya clock speed pada kondisi Turbo Boost akan sangat dipengaruhi tingginya temperatur kerja sekaligus desain distribusi daya listrik ke prosesor pada laptop tersebut. Laptop dengan merk berbeda bisa jadi akan menghasilkan karakteristik Turbo Boost Berbeda.

Metode Pengujian

Pengujian Acer Aspire E5-476G dilakukan pada kondisi sebagai berikut.

  1. Default (4 GB+HDD) – Menggunakan konfigurasi bawaan dengan memori/RAM 4 GB dan storage HDD 1 TB
  2. Dual Channel (8 GB+HDD) – Dari konfigurasi Default, ditambahkan satu keping memori/RAM 4 GB 2400 MHz pada slot kedua sehingga memiliki kapasitas 8 GB
  3. Dual Channel+SSD (8 GB+ SSD) – Storage utama diganti menjadi SSD Samsung 960 Pro 2 TB sementara HDD dilepaskan. Konfigurasi memori/RAM sama seperti kondisi nomor dua

Tidak semua pengujian mencantukan hasil dari konfigurasi nomor dua dan tiga.

Hasil Pengujian – System Benchmark

PCMark 7

4 GB+HDD
8 GB+SSD

PCMark 7 Creativity berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa sistem dalam melakukan viewing, editing, transcoding, dan storing file foto dan video.

PCMark 7 Entertainment berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa sistem dalam melakukan recording, viewing, streaming, dan transcoding acara televisi beserta film. Performa sistem dalam melakukan importing, organizing, dan browsing file musik beserta bermain game juga diuji disini.

PCMark 7 Productivity berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa sistem dalam melakukan loading halaman werbsite dan menjalankan aplikasi office kelas rumahan.

PCMark 7 Computation berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa komputasi CPU dan GPU.

PCMark7 Storage berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa komponen storage pada sebuah sistem.

PCMark 8

PCMark 8 Home berisi sekumpulan beban pengujian yang menggambarkan aktivitas pengguna pada umumnya pada sistem rumahan mereka. Beban pengujian mencakup aktivitas Web Browsing, Writing, Casual Gaming, Photo Editing, dan Video Chat.

PCMark 8 Creative berisi sekumpulan beban pengujian yang menggambarkan aktivitas pengguna tingkat lanjut pada sistem rumahan mereka. Beban pengujian mencakup aktivitas Web Browsing, Photo Editing, Batch Photo Editing, Video Editing, Media To Go, Mainstream Gaming, dan Video Group Chat. Pengujian ini memiliki beban lebih berat terhadap sistem dibandingkan PCMark 8 Home.

PCMark 8 Work berisi sekumpulan beban pengujian yang menggambarkan aktivitas pengguna di lingkungan perkantoran. Beban pengujian mencakup aktivitas Web Browsing dan Writing.

4 GB+HDD
8 GB+SSD

PCMark 8 Storage berisi sekumpulan beban pengujian untuk mengukur performa komponen storage seperti HDD, SSD, dan Hybrid Drive pada sebuah sistem. Pengujian ini akan menguji performa storage pada aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowerPoint, Adobe Photoshop, Adobe After Effects, World of Warcraft, & Battlefield 3.

Cinebench

CINEBENCH R15 SS

Cinebench merupakan aplikasi pengujian untuk mengukur kemampuan prosesor atau graphics card saat melakukan render sebuah objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam bentuk skor. Semakin tinggi skor yang dihasilkan, semakin baik. Grafik di bawah merupakan hasil pengujian pada komponen prosesor.

Autodesk 3DS Max

3DS Max merupakan salah satu aplikasi 3D modeling populer dan umum digunakan di industri film, game, dan masih banyak lagi. Kami menggunakan aplikasi ini untuk menguji performa prosesor dalam melakukan render pada objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu yaitu detik. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Blender

Blender merupakan aplikasi 3D modeling bersifat gratis dan juga open source. Kami menggunakan aplikasi ini untuk menguji performa prosesor dalam melakukan render pada objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu yaitu detik. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Handbrake

Handbrake

Handbrake merupakan salah satu aplikasi transcoding video gratis yang cukup popular. Aplikasi tersebut mampu memanfaatkan sejumlah thread prosesor dan sangat menyukai prosesor dengan clock speed tinggi. Oleh karena itu aplikasi tersebut sangat ideal untuk menguji “kekuatan” sebuah prosesor. Hasil pengujian disajikan dalam average frame per second alias jumlah frame yang dapat dikonversi/diolah prosesor setiap detiknya.

Video SourceTears Of Steel (3840 x 1714 pixels; H.264; Bitrate 73,244 Mb/s; Total Frame 17616)

Video Output: 1920 x 1080 pixels (Handbrake Normal Preset)

Video SourceTears Of Steel (3840 x 1714 pixels; H.264; Bitrate 73,244 Mb/s; Total Frame 17616)

Video Output: 1920 x 1080 pixels (Handbrake Normal Preset)

Photoshop CC

Photoshop CC merupakan aplikasi manipulasi gambar versi terbaru dari Adobe. Kami masih menguji menggunakan Action bernama Photoshop Speed Test yang telah sedikit kami modifikasi untuk lebih mencerminkan operasi-operasi yang biasa dilakukan apabila bekerja dengan Photoshop.

Storage Test

Crystal Disk Mark

Temperature & Power Consumption

Suhu Operasional

Untuk hasil pengujian temperatur kerja prosesor Core i5 8250U pada Acer Aspire E5-476G dapat disimak di awal halaman ini. Sementara untuk temperatur kerja GeForce MX150 saat menjalankan game Metro Last Light tercatat mampu menyentuh angka 83° C. Tergolong tinggi meskipun kami tidak menemukan gejala ketidakstabilan saat menjalankan game dengan temperatur setinggi itu.

Thermal Imaging

Untuk melihat titik panas pada permukaan bodi laptop, kami menjalankan game Metro Last Light selama beberapa waktu lalu melakukan pengukuran dan pemotretan thermal imaging. Pemotretan thermal imaging menggunakan perangkat FLIR ONE. Area dengan warna paling terang menunjukkan temperatur paling tinggi.

Area sebaran panas Acer Aspire E5-476G. Tampak area di sekitar tombol spacebar memancarkan warna paling terang yang mengindikasikan temperatur paling tinggi. Tampaknya Acer menempatkan komponen prosesor dan graphics card pada titik tersebut.

Tombol di area ini tampak berada di antara area panas (prosesor+graphics card) dan area dingin (kipas pendingin). Sebagian tombol menunjukkan warna terang dengan temperatur mendekati angka 40 °C yang akan terasa sedikit hangat saat disentuh pada kondisi memainkan game.

Area kanan keyboard tampak memiliki warna lebih gelap dengan temperatur berada di kisaran 32-33 °C saja.

Area palmrest kiri tampak memiliki warna terang mengingat ia berada di dekat area prosesor+graphics card. Saat memainkan game dengan menggunakan tombol ASDW akan terasa sedikit sensasi hangat pada telapak tangan. Sementara area palmrest kanan yang berada di atas komponen HDD terbebas dari sensasi hangat.

Area touachpad menunjukkan temperatur sekitar 40 °C saat menjalankan game. Jika Anda menggunakan mouse saat memainkan game seharusnya temperatur tersebut tidak menjadi masalah.

Temperatur permukaan bodi tepat di atas lubang ventilasi samping. Tidak menjadi masalah saat disentuh dengan sedikit sensasi hangat di tangan.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES