in: Notebook / Laptop | January 22, 2018 | by: Gatot Tri Yuwono

Review Notebook Gaming: HP Omen 15-ce085TX

Hasil Pengujian – System Benchmark

 

PCMark 7

PCMark 7 Creativity berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa sistem dalam melakukan viewing, editing, transcoding, dan storing file foto dan video.

PCMark 7 Entertainment berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa sistem dalam melakukan recording, viewing, streaming, dan transcoding acara televisi beserta film. Performa sistem dalam melakukan importing, organizing, dan browsing file musik beserta bermain game juga diuji disini.

PCMark 7 Productivity berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa sistem dalam melakukan loading halaman werbsite dan menjalankan aplikasi office kelas rumahan.

PCMark 7 Computation berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa komputasi CPU dan GPU.

PCMark7 Storage berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa komponen storage pada sebuah sistem.

PCMark 8

PCMark 8 Home berisi sekumpulan beban pengujian yang menggambarkan aktivitas pengguna pada umumnya pada sistem rumahan mereka. Beban pengujian mencakup aktivitas Web Browsing, Writing, Casual Gaming, Photo Editing, dan Video Chat.

PCMark 8 Creative berisi sekumpulan beban pengujian yang menggambarkan aktivitas pengguna tingkat lanjut pada sistem rumahan mereka. Beban pengujian mencakup aktivitas Web Browsing, Photo Editing, Batch Photo Editing, Video Editing, Media To Go, Mainstream Gaming, dan Video Group Chat. Pengujian ini memiliki beban lebih berat terhadap sistem dibandingkan PCMark 8 Home.

PCMark 8 Work berisi sekumpulan beban pengujian yang menggambarkan aktivitas pengguna di lingkungan perkantoran. Beban pengujian mencakup aktivitas Web Browsing dan Writing.

PCMark 8 Storage berisi sekumpulan beban pengujian untuk mengukur performa komponen storage seperti HDD, SSD, dan Hybrid Drive pada sebuah sistem. Pengujian ini akan menguji performa storage pada aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowerPoint, Adobe Photoshop, Adobe After Effects, World of Warcraft, & Battlefield 3.

PCMark 10

Cinebench

CINEBENCH R15 SS

Cinebench merupakan aplikasi pengujian untuk mengukur kemampuan prosesor atau graphics card saat melakukan render sebuah objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam bentuk skor. Semakin tinggi skor yang dihasilkan, semakin baik. Grafik di bawah merupakan hasil pengujian pada komponen prosesor.

Autodesk 3DS Max

3DS Max merupakan salah satu aplikasi 3D modeling populer dan umum digunakan di industri film, game, dan masih banyak lagi. Kami menggunakan aplikasi ini untuk menguji performa prosesor dalam melakukan render pada objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu yaitu detik. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Blender

Blender merupakan aplikasi 3D modeling bersifat gratis dan juga open source. Kami menggunakan aplikasi ini untuk menguji performa prosesor dalam melakukan render pada objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu yaitu detik. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Handbrake

Handbrake

Handbrake merupakan salah satu aplikasi transcoding video gratis yang cukup popular. Aplikasi tersebut mampu memanfaatkan sejumlah thread prosesor dan sangat menyukai prosesor dengan clock speed tinggi. Oleh karena itu aplikasi tersebut sangat ideal untuk menguji “kekuatan” sebuah prosesor. Hasil pengujian disajikan dalam average frame per second alias jumlah frame yang dapat dikonversi/diolah prosesor setiap detiknya.

Video SourceTears Of Steel (3840 x 1714 pixels; H.264; Bitrate 73,244 Mb/s; Total Frame 17616)

Video Output: 1920 x 1080 pixels (H.264; Handbrake Normal Preset)

Video SourceTears Of Steel (3840 x 1714 pixels; H.264; Bitrate 73,244 Mb/s; Total Frame 17616)

Video Output: 1920 x 1080 pixels (H.265; Handbrake Normal Preset)

Photoshop CC

Photoshop CC merupakan aplikasi manipulasi gambar versi terbaru dari Adobe. Kami masih menguji menggunakan Action bernama Photoshop Speed Test yang telah sedikit kami modifikasi untuk lebih mencerminkan operasi-operasi yang biasa dilakukan apabila bekerja dengan Photoshop.

Storage Test

Crystal Disk Mark

Temperature

Suhu Operasional

 

Pengujian performa sistem pendingin HP Omen 15-ce085TX di skenario rendering 3D dengan prosesor menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Temperatur kerja dapat dijaga di kisaran 80 °C yang tergolong masif relatif aman. Terlebih temperatur seperti itu dicapai dengan menggunakan kecepatan kipas Auto saja. Memang cukup disayangkan laptop gaming ini tidak menyediakan opsi pengaturan kipas yang memungkinkan temperatur kerja dapat ditekan lebih rendah lagi meskipun akan menyebabkan tingkat kebisingan meningkat.

Sementara pengujian performa sistem pendingin HP Omen 15-ce085TX di skenario gaming menunjukkan hasil memuaskan untuk temperatur graphics card. Jarang sekali kami menemukan graphics card laptop yang mampu menorehkan temperatur kerja di kisaran 70 °C saja dengan kecepatan kipas Auto. Akan tetapi seperti umum ditemukan pada laptop gaming lain dengan desain heatpipe menyambung, temperatur prosesor menjadi lebih tinggi di skenario gaming akibat panas dari graphics card ikut memanaskan prosesor. Untunglah tidak ditemukan adanya gejala ketidakstabilan dengan temperatur seperti itu dan masih dalam batas aman.

Thermal Imaging

Untuk melihat titik panas pada permukaan bodi laptop, kami menjalankan game Metro Last Light selama beberapa waktu lalu melakukan pengukuran dan pemotretan thermal imaging. Pemotretan thermal imaging menggunakan perangkat FLIR ONE. Area dengan warna paling terang menunjukkan temperatur paling tinggi.

Area sebaran panas HP Omen 15-ce085TX. Tampak sisi tengah dekat dengan engsel layar memancarkan warna paling terang yang mengindikasikan temperatur paling tinggi. Memang wajar mengingat komponen prosesor dan graphics card ada di bawahnya. Penempatan komponen seperti itu membuat area keyboard dan palm rest aman dari paparan panas tinggi.

Temperatur di area keyboard yang sering digunakan untuk memainkan game di atas menunjukkan angka mencapai 40 °C. Akan terasa sensasi sedikit hangat saat disentuh akibat melebihi temperatur normal tubuh manusia.

Semeentara itu pada sisi tengah tidak jauh dari komponen prosesor dan graphics card kami menjumpai temperatur sekitar 44 °C pada tombol keyboard. Akan terasa sensasi rasa hangat saat disentuh. Walaupun begitu area ini cukup jarang digunakan saat memainkan game dan temperatur tombol keyboard tidak akan menyentuh angka setinggi itu saat digunakan untuk aktivitas ringan seperti mengetik.

Temperatur area numeric pad pun menunjukkan temperatur sekitar 35 °C. Seharusnya tidak akan terasa sensasi hangat mengingat sama seperti temperatur normal tubuh manusia.

Temperatur area palm rest menunjukkan angka sangat baik yaitu skitar 33 °C saja. Telapak tangan terbebas dari sensasi hangat yang mungkin dapat membuat rasa tidak nyaman saat memainkan game.

Temperatur bodi laptop tepat di atas komponen prosesor dan graphics card menunjukkan angka sekitar 49 °C. Sebaiknya hindari menyentuhnya meskipun tidak akan membuat tangan merasakan sakit hanya dengan temperatur seperti itu.

Temperatur tepat di atas ventilasi pembuangan udara panas. Tampak ventilasi sebelah kiri yang menangani prosesor memiliki temperatur lebih tinggi. Tidak aneh dan memang sesuai dengan hasil pengujian temperatur kami di atas.

Temperatur ventilasi pembuangan udara panas saat diukur dari sisi belakang. Cukup tinggi tetapi memang sudah sewajarnya area ini memiliki temperatur seperti itu.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES