in: News | February 28, 2018 | by: Friska Suryawinata

Epson Gelar Prographic Forum 2018 Pertama di Indonesia

Pada hari Selasa (27/2), Epson Indonesia menggelar secara resmi ajang Prographic Forum 2018, di mana ajang ini merupakan acara yang pertama kali dibuat oleh Epson untuk menunjukkan sekaligus memperkuat komitmen dari perusahaan asal Jepang ini dalam mendukung sekaligus memberikan benefit terhadap para perusahaan dan enterprise dalam melakukan bisnis imaging dan printing.

Dalam ajang ini, terdapat tiga buah sesi seminar dalam kategori berbeda, yakni: sesi “Black and White Photography” yang dibawakan oleh Darwis Triadi, sesi “Signage Seminar” yang dibawakan oleh Imam Syahroni, Ronita Digital Printing, Laurensius Candra dan Bintang Sempurna, dan sesi ketiga “Textile Seminar” dibawakan oleh Itang Yunasz, Budi Santosa dan Umakuka.

“Epson terus mendorong inovasi di pasar printer komersial da industri untuk grafis foto, signage, percetakan tekstil dan label seperti penyedia jasa cetak, toko ritel dan sejenisnya, serta terus berkembang di seluruh kawasan Asia Tenggara khususnya di Indonesia. Epson berharap agar bisa terus mendukung dan mampu mendampingi kesuksesa para konsumen kami, terutama di dalam bisnis dan industri grafis foto, signage, dan percetakan tekstil melalui acara Prographic Forum 2018 ini,” tutur Shimizu Tomoya, selaku Country Manager dari PT Epson Indonesia.

Dalam tiga seminar yang berbeda ini, masing-masing menjelaskan serta memberikan materi pembahasan mengenai bagaimana topik dan tema dari seluruh seminar ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan proses cetak, imaging, dan bagaimana produk Epson bisa menjadi sarana dan perangkat yang mampu mendukung seluruh industri tersebut. Seperti misalnya pada sesi pertama untuk Black and White Photography, Darwis mengatakan bahwa mencetak hasil foto merupakan salah satu aspek yang tidak bisa dihiraukan begitu saja untuk bisa menghasilkan sebuah “fine art” terbaik yang mampu dihasilkan dari sebuah seni fotografi. Terlebih lagi, kini para fotografer bisa lebih mudah untuk mecetak hasil foto mereka karena terdapat perubahan dari arah analog menuju digitalisasi. Dalam seni fotografi warna hitam putih, tentunya membutuhkan sebuah perangkat cetak foto yang mampu memberikan hasil warna hitam putih yang kontras dan dalam, sehingga konsep dan kualitas foto hitam putih yang hendak diberikan bisa disampaikan dengan baik kepada para penikmat fotonya.

Dalam sesi Signage dan Textile Printing, para pembicara yang hadir menuturkan kisah-kisah sukses mereka dan bagaimana Epson memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap industri yang mereka geluti tersebut. Selain seminar, Epson juga membuka beberapa booth untuk memperlihatkan beragam kegunaan perangkat yang dimiliki oleh Epson dalam mendukung tiga kategori industri tersebut, seperti misalnya mencetak hasil foto dengan Epson SureColor P20070, atau showcase produk printer besar lainnya seperti SureColor S80670 dan SureColor F9330 yang memiliki besar 64 inch.

Tags:

Comments

RANDOM ARTICLES