in: Notebook / Laptop | February 6, 2018 | by: Gatot Tri Yuwono

Review Notebook Gaming: ASUS ROG STRIX GL503VD

The Notebook

Penampilan ASUS ROG STRIX GL503VD tampak mewarisi desain ROG GX501 “Zephyrus” dengan elemen garis diagonal yang membagi rata dua area dan posisi logo ROG yang lebih ke sisi pinggir. Seluruh bodi kini dilapisi warna hitam dengan motif permukaan metal brush finish di sejumlah area yang sukses memberikan kesan elegan pada bodi plastik laptop gaming ini. Perombakan desain bodi tersebut memang kami harapkan akan terjadi mengingat desain bodi generasi sebelumnya telah digunakan dalam jangka waktu cukup lama.

Logo ROG pada sisi belakang layar akan memancarkan cahaya merah saat laptop dihidupkan.

Ukuran bodi ASUS ROG STRIX GL503VD adalah sebesar 38,4 x 26,2 cm untuk sisi panjang dan lebar. Tampak tidak banyak berbeda dibandingkan laptop gaming 15,6 inci lainnya seperti ROG GX501 “Zephyrus” (37,9 x 26,2 cm).

Sementara tingkat ketebalan bodi ASUS ROG STRIX GL503VD saat layar ditutup adalah sebesar 2,3 cm. Untuk sebuah laptop gaming kelas entry level di harga belasan juta rupiah, sangat jarang ditemukan yang mampu menawarkan bodi dengan tingkat ketipisan seperti ASUS ROG STRIX GL503VD. Sedangka dari segi berat, ASUS ROG STRIX GL503VD memiliki bobot sekitar 2,5-2,6 kg yang tergolong wajar untuk laptop gaming 15,6 inci. Memang tidak terlampau berat meskipun bukan menjadi yang paling ringan untuk sebuah laptop gaming 15,6 inci.

ASUS ROG STRIX GL503VD dilengkapi layar LCD LED ukuran 15,6 inci dengan resolusi Full HD/1920 x 1080 piksel yang menghasilkan tingkat kepadatan piksel mencapai 141 PPI. Istimewanya, ASUS tidak melakukan kompromi pada layar laptop gaming ekonomis ini dengan menggunakan panel TN melainkan tetap menggunakan panel IPS yang dikenal mampu menampilkan warna lebih kaya dan akurat serta memiliki viewing angle sangat luas hingga 178 °. Permukaan layar pun diberi lapisan anti-glare sehingga tidak memiliki sifat memantul seperti cermin yang membuat pemakaian menjadi lebih nyaman.

Pada sisi kiri ASUS ROG STRIX GL503VD dapat ditemukan konektor 1X DC-IN, 1X RJ45 (Gigabit Ethernet), 1X mini Display Port, 1X HDMI, 2X Type-A USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps), dan headphone microphone combo jack.

Sementara pada sisi kanan dapat ditemukan lubang kensington security lock, 1X USB 2.0, 1X Type-A USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps), dan 1X Type-C USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps). Masih tersedianya konektor USB 2.0 tampaknya ditujukan untuk perangkat mouse sehingga tidak mengganggu penggunaan konektor USB 3.0 untuk perangkat lain yang lebih membutuhkan bandwidth besar.

Keyboard ASUS ROG STRIX GL503VD terasa menyenangkan saat digunakan. Tombol terasa kokoh tetapi tetap empuk saat ditekan dengan jarak penekanan tombol hanya sejauh 1,8 mm saja. Ukuran setiap tombol pun dibuat besar sehingga tidak menimbulkan masalah saat digunakan mereka dengan ukuran jari besar. Cukup disayangkan untuk sebuah laptop gaming 15,6 inci jarak antar tombol cukup berdekatan.

Komponen touchpad tampak menggunakan area sentuh yang menyatu dengan tombol klik kiri dan kanan yang membuat sensasi penggunaan tidak seperti saat memakain mouse konvensional. Posisi touchpad ditempatkan agak ke kanan yang membuat area palmrest sebelah kiri menjadi luas.

Keyboard ASUS ROG STRIX GL503VD dilengkapi lampu backlit yang tidak hanya memudahkan pengguna mengenali tombol dalam kondisi gelap tetapi juga membuat laptop ini tampil “keren”. Warna lampu backlit dapat diatur hanya satu warna pada seluruh area atau empat warna berbeda pada empat area dengan tiga pilihan efek cahaya.

Tombol ASDW tampak diberi warna pinggir berbeda dengan tombol lainnya dengan tonjolan pada huruf W sehingga mudah dibedakan bahkan hanya dengan meraba.

Tombol panah tampak ditempatkan agak ke sisi bawah keyboard tetapi dengan tombol panah atas masih membaur dengan tombol numpad. Tombol Ctrl kanan tampak memiliki ukuran sama seperti tombol Shift di atasnya yang membuatnya terasa tidak biasa.

ASUS menyediakan tombol khusus untuk fungsi Volume Down, Volume Up, Microphone On/Off, dan mengaktifkan utility ROG Gaming Center.

Tombol Power On/Off dengan empat lampu indikator kondisi sistem di dekatnya. Posisi lampu indikator seperti pada gambar membuatnya mudah dilihat saat digunakan dengan layar dibuka atau saat tidak digunakan saat lampu ditutup.

Memang mengejutkan ASUS memberikan perhatian lebih pada penampilan sisi bawah laptop yang mungkin akan jarang dipamerkan saat digunakan. Elemen garis diagonal terasa sangat kental saat melihat bagian bodi ini. Tampak lubang ventilasi dengan luas cukup masif siap memastikan kipas pendingin tidak kekurangan pasokan udara segar.

Lubang ventilasi udara juga kami temukan pada sisi sebelah atas keyboard.

Salah satu kelebihan yang ditawarkan ASUS ROG STRIX GL503VD adalah adanya pintu khusus yang memudahkan akses ke slot memori/RAM kedua, slot M.2, dan storage SATA 2,5 inci untuk proses upgrade. Slot memori/RAM pertama ada di dalam bodi laptop.

Untuk membuka pintu khusus tersebut pengguna cukup melepas satu baut yang disembunyikan di bawah penutup karet yang dilanjutkan dengan mencongkel lubang di sebelahnya.

Komponen internal ASUS ROG STRIX GL503VD. Laptop gaming ini tampak menggunakan sistem pendingin dengan dua area pelepasan panas terpisah untuk komponen prosesor dan graphics card. Dua area pelepasan panas terpisah membuat beban kerja setiap sirip-sirip heatsink lebih ringan sehingga performa pendinginan menjadi lebih optimal. Terlihat pula ASUS menempatkan komponen baterai menjauh dari area prosesor dan graphics card yang menghasilkan panas tinggi. Hal tersebut membuat efek buruk akibat panas tinggi pada baterai dapat dikurangi.

Sistem pendingin ASUS ROG STRIX GL503VD dengan dua heatpipe yang dirancang untuk menerima panas sekaligus dari baseplate prosesor dan graphics card. Desain seperti ini memang memiliki resiko dimana komponen dengan temperatur kerja lebih tinggi akan memanaskan komponen dengan temperatur kerja lebih rendah. Walaupun begitu desain seperti ini membuat setiap area pelepasan panas memiliki beban kerja yang sama sehingga performa pendinginan lebih optimal. Komponen baseplate sistem pendingin ASUS ROG STRIX GL503VD tampak tidak hanya mendinginkan komponen prosesor dan graphics card tetapi juga komponen VRM sekaligus chip memori/VRAM.

Panas yang diterima heatpipe mengalir menuju area pelepasan panas pada sisi belakang kanan dan kiri laptop. Dua kipas blower akan membantu panas dapat dilepaskan dan dibuang dengan cepat ke udara bebas dari sirip-sirip heatsink. Desain lubang pembuangan panas ke arah belakang membuat tangan pengguna aman dari resiko paparan udara panas, terlebih saat memainkan game. Warna merah pada sirip-sirip heatsink lebih ditujukan untuk estetika penampilan semata saat dilihat dari sisi belakang.

ASUS ROG STRIX GL503VD dilengkapi dua slot SO-DIMM tipe DDR4 dengan dukungan kapasitas satu keping memori/RAM hingga 16 GB dan kecepatan 2400 MHz. Varian ini hanya dilengkapi satu keping memory/RAM DDR4 @8 GB 2400 MHz. Tentu Anda dapat menambahkan keping kedua di slot yang belum diisi untuk konfigurasi dual channel.

Konfigurasi dasar ASUS ROG STRIX GL503VD menggunakan storage 2,5 inci yang ditempatkan pada penutup sisi bawah laptop. Tampak kabel SATA ditempatkan menempel dengan penutup sisi bawah laptop yang memiliki resiko terlepas dari konektor di motherboard secara tidak sengaja jika lupa dilepas saat membuka penutup sisi bawah laptop. ASUS ROG STRIX GL503VD menggunakan SSHD tipe FireCuda dari produsen Seagate.

ASUS ROG STRIX GL503VD menyediakan satu slot M.2 yang mendukung SSD NVMe PCIe 3.0 x4.

\

ASUS ROG STRIX GL503VD menghadirkan solusi audio dengan dua komponen speaker pada sisi samping depan laptop.

Komponen chipset/PCH Intel HM175 yang dilengkapi heatsink sederhana dari lempengan logam dan wireless card Intel Dual Band Wireless-AC 8265 yang menyediakan konektivitas nirkabel Wi-Fi ac dan Bluetooth V4.2.

ASUS ROG STRIX GL503VD menggunakan baterai dengan kapasitas cukup besar, 64 Wh.

Perangkat catu daya ASUS ROG STRIX GL503VD yang mampu menyuplai daya listrik hingga 150 Watt.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES