in: News | March 12, 2018 | by: Bhisma Sidarto

AMD Roadmap Untuk 2020 Bocor

Dalam seminggu terdapat banyak kabar mengenai roadmap AMD untuk menghadapi peluncuran dari generasi kedua dari Ryzen. Banyak informasi hadir bukan hanya terkait dengan Ryzen 2 saja, tetapi juga mengenai roadmap AMD untuk produk mereka yang akan hadir pada tahun 2020. Slide kali ini hadir berkat bocoran yang diberikan sebuah website teknologi asal Spanyol bernama Cero.

Slide dengan judul “2020 And Beyond-Crusin’ For Success” menjabarkan penamaan untuk prosesor yang akan dikeluarkan AMD pada tahun itu. Untuk kelas High End Desktop (HEDT), AMD hanya memberi nama NG HEDT yang mungkin berarti Next Generation HEDT. CPU ini adalah penerus dari prosesor HEDT yang dinamakan “Castle Peak”. Kedua prosesor ini masih menjadi misteri. Satu detail jelas adalah keduanya masih mengusung socket TR4. Pertanyaannya adalah dukungan socket ini backward compatible dengan chipset lama atau akan hadir chipset baru khusus untuk mengusung prosesor baru ini.

Untuk kelas mainstream, AMD akan mengeluakan prosesor dengan kode nama “Vermeer”. Slide ini tidak menyebutkan detail apa pun mengenaik prosesor ini. Tetapi CPU ini tetap masih menggunakan socket yang sama yaitu AM4. Untuk APU desktop dan mobile, terdapat prosesor yang bernama “Renoir” dan untuk APU kelas entry-level terdapat prosesor dengan nama “Dali”.

Semua prosesor yang dikeluarkan AMD pada tahun 2020 akan masuk kedalam fase yang dinamakan Optimization. Seperti skema Tick-Tock yang dianut oleh Intel beberapa tahun lalu, ini menunjukkan bahwa 2020 proseso yang dihadirkan AMD adalah penyempurnaan dari micro arsitektur yang akan diperkenalkan pada tahun 2019. Semua prosesor yang hadir pada fase ini akan menggunakan penyempurnaan dari arsitektur Zen 2.

Seperti layakya slide yang didapatkan dari pihak ketiga dan tanpa penjelasan, kita tak dapat mendapatkan kepastian yang lebih detail. Kita hanya berspekulasi dan mengira-ngira. Tentunya ada kemungkinan juga slide tersebut dibocorkan dengan sengaja dan berisi informasi yang tidak sepenuhnya benar.

Sumber: Techpowerup

Tags: