in: News | March 14, 2018 | by: Bhisma Sidarto

Instagram Mungkin Kembalikan Feed Kronologis

Ketika Instagram memutuskan untuk mengubah feed mereka dari kronologis menjadi berdasarkan algoritma banyak pihak yang merasa keberatan. Algoritma yang diperkenalkan Instagram memperhitungkan interaksi dari sebuah post. Semakin popular post tersebut, akan selalu muncul di bagian teratas dari feed. Sebaliknya, konten yang tidak memiliki interaksi yang besar akan terdorong kebagian bawah feed. Keputusan Instagram ini membuat feed penggunanya menjadi tidak teratur. Penciipta konten yang menggunakan Instagram sebagai platform merasa dirugikan karena biasanya konten yang mereka buat mendapatkan engagements yang merata, sekarang angka interaksi tersebut jadi timpang karena konten yang popular akan tambah popular, sedangkan konten yang kurang popular akan tertimbun di bawah. Para follower juga akan dibuat bingung karena feed mereka akan terasa aneh dengan konten yang sama akan berulang-ulang.

Setelah hampir dua tahun menggunakan mode algoritma ini (yang masih diprotes sampai sekarang), muncul pertanda bahwa instagram akan mengembalikan mode feed kronologis. Kabar ini muncul ketika seorang pengguna @jackharding menaruh video di Instagram Stories dimana terlihat feednya menggunakan mode kronologis. Jack Harding mengaku bahwa dirinya adalah pegawai Instagram dan beta tester untuk uji coba pengembalian feed kronologis. Setelah laporan ini turun, banyak juga pengguna yang mengaku bahwa feed mereka juga mulai terlihat kronologis.

Pengembalin feed ke mode kronologis setelah dua tahun bisa jadi pedang bermata dua. Bagi akun-akun yang telah lebih dulu popular, pengembalian mode ini akan mengakibatkan reach mereka akan turun. Sedangkan bagi akun-akun yang baru mulai membangun following, langkah ini akan membantu sekali meningkatkan reach mereka.

Belum ada kabar pasti apakah Instagram akan mengubah kembali feed mereka dengan mode kronologis. Atau apakah ini sekedar uji coba untuk melihat kelebihan dan kekurangan pengembalian mode tersebut. Yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu dan berharap Instagram mengambil langkah yang tepat bagi platform dan
penggunanya.

Sumber: DPReview

Tags: