in: Movies | March 24, 2018 | by: Friska Suryawinata

Review Film: Pacific Rim Uprising – Kembalinya Pertempuran Masif Robot dan Monster Raksasa

Tahun 2013 lalu, mungkin sebagian penggemar film mengetahui tentang Pacific Rim, di mana film ini membawa sebuah terobosan baru yang menjadi deskripsi baru tentang film robot dan monster raksasa untuk pasar Amerika dan sekitarnya, mengingat film super robot sejenis ini umumnya datang dari pihak Jepang lebih dulu. Disutradari oleh Guillermo Del Toro, Pacific Rim berhasil menjadi film fiksi ilmiah bertemakan robot dan monster raksasa yang memiliki popularitas tersendiri, sehingga tidaklah mengherankan jika pihak studio pun memberikan lampu hijau untuk penggarapan sekuelnya, yang baru saja rilis tanggal 21 Maret 2018 kemarin untuk wilayah Indonesia, dengan judul Pacific Rim Uprising.

Apakah Pacific Rim Uprising berhasil membawa kesuksesan yang sama dengan film pendahulunya? Sebagian besar review yang sudah resmi masuk di berbagai media nampaknya terbagi menjadi dua belah pihak, di mana mayoritas lebih cenderung ke arah yang lebih netral atau malah negatif. Lantas, bagaimana dengan pendapat kami sendiri? Kami akan coba memberikan pendapat subjektif kami mengenai film ini, sembari mencoba untuk tetap tutup mulut akan spoiler-spoiler penting yang bisa merusak pengalaman menonton Anda yang berminat untuk meluangkan waktu demi menonton film ini dalam waktu dekat.

Bumi Damai, Benarkah?

Plot yang dimiliki oleh Pacific Rim Uprising, harus diakui, cukup sederhana. Sepuluh tahun sejak peristiwa yang dialami di Pacific Rim, kini Bumi sudah damai dan aman dari ancaman Kaiju – monster alien raksasa yang datang dari Celah di laut Pasifik. Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk para masyarakat Bumi untuk bisa melakukan pemulihan secara total, tetapi setidaknya, mereka bisa bernafas lebih lega karena tidak perlu khawatir akan kehadiran kaiju yang mampu memporak-porandakan kota hingga habis tak bersisa. Tapi bukan berarti pangkalan militer dan pusat pelatihan pilot Jaeger berhenti sampai di sana, karena mereka masih melatih para calon pilot Jaeger dan bahkan membangun robot-robot raksasa lainnya untuk menanggulangi perang yang sama beberapa tahun lalu tersebut.

Tapi tentu saja, ancaman baru pun kembali hadir ketika ada sebuah robot Jaeger tak dikenal datang dan mulai menyerang Bumi secara tiba-tiba. Tidak ada yang tahu siapa dan bagaimana robot Jaeger misterius ini bisa hadir di Bumi, yang jelas, para pihak dan militer pun harus mulai cepat bergerak untuk menyelidikinya, sebelum semuanya terlambat.

Pertempuran Masif yang Seru, Tapi…

Seperti di film sebelumnya, konsep mengenai pertarungan seru antara robot raksasa melawan kaiju pun masih menjadi yang utama di sini. Seru, masif dan mampu membuat gaduh satu kota karena berbagai kehancuran yang juga masif karena kehadiran keduanya. Tapi, kehadiran sejumlah robot baru beserta kaiju-kaiju baru, yang kami tidak bisa sebutkan mengapa bisa datang lagi karena mengandur unsur spoiler, bisa terlihat cukup “gampang” dan konklusi pertarungan yang juga tak kalah “gampang”-nya. Interaksi antar karakter dan plot yang dibangun tidak sulit untuk diikuti sama sekali, dan seperti biasa, tidak banyak pendalaman karakter yang dibuat kali ini walau harus diakui bahwa para latar belakang karakter utama ini sudah cukup jelas tanpa perlu diperdalam lebih lanjut lagi.

Kali ini, memang ada rasa puas yang lebih dalam ketika menyaksikan pertarungan-pertarungan sengit antar robot dan monster raksasa tersebut. Adrenalin pun cukup terpacu ketika pertarungan mulai memasukki klimaks dan konflik yang cukup menarik. Tapi, lagi-lagi, klise pun terjadi selepas pertarungan tersebut yang membuat perasaan menggebu-gebu ketika menyaksikan adegan pertarungan tersebut langsung jatuh karenanya.

Ketika terdahulu Pacific Rim memberikan konsep sebuah robot raksasa yang dibangun bersama-sama dari berbagai negara untuk bisa melawan kaiju, sebagai bentuk frustrasi dan senjata terakhir demi menyelamatkan Bumi dan isinya, juga turut memberikan konsep bahwa robot raksasa ini memang sebuah robot raksasa yang sangat besar, saking besarnya juga memiliki gerakan yang terbatas juga bobot yang luar biasa beratnya. Sementara robot raksasa yang ada di dalam Pacific Rim Uprising cenderung…yah, sangat fleksibel dan tidak menganut konsep “berat”.

Tidak ada yang salah dengan konsep baru yang dihadirkan di robot-robot Jaeger dalam film sekuel ini, akan tetapi rasanya sedikit kurang sreg untuk melihat bagaimana lihai dan lincahnya para robot Jaeger ini dalam melakukan pertarungan sengit, mengesampingkan fakta mungkin terdapat peningkatan teknologi baru selama waktu 10 tahun berdasarkan plot utama yang mungkin memang membuat artikulasi dan pembawaan para robot raksasa ini menjadi lebih fleksibel dikendalikan. Setidaknya, salah satu hal yang perlu dipuji kali ini adalah bagaimana para pihak studio dan terkait tidak lagi memberikan adegan pertarungan masif tersebut dalam kondisi terang benderang di siang hari, alih-alih malam hari atau kondisi gelap seperti yang terjadi di film pertamanya. Karenanya, menonton dalam versi IMAX tentunya akan memberikan impact yang lebih baik.

Ada beberapa trivia kecil yang mungkin bisa terlewati jika penonton belum sempat menyaksikan film pertamanya, sehingga sedikit wajib untuk lebih dulu menonton film Pacific Rim sebelum akhirnya menyaksikan Pacific Rim Uprising ini. Tapi selebihnya, tidak ada hal yang menjadi sangat fatal perlu diketahui untuk bisa menikmati alur kisah Pacific Rim Uprising.

Jadi? Apakah Pacific Rim Uprising layak untuk ditonton di layar lebar? Kami memilih untuk netral dalam pilihan kali ini, karena harus diakui, wlaua terkesan sangat klise dan ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan, film Pacific Rim Uprising ini masih cukup seru ditonton, terutama jika Anda adalah penggemar pertarungan robot atau monster raksasa. Tapi sebelumnya, Anda perlu menurunkan ekspektasi tinggi lebih dulu untuk bisa menikmati film ini secara total.

Tanggal rilis: 21 Maret 2018 (Indonesia)
Durasi: 111 menit
Rating usia: 13 tahun ke atas
Sutradara: Steven S. DeKnight
Pemain: John Boyega, Scott Eastwood, Jing Tian, Cailee Spaeny, Rinko Kikuchi, Burn Gorman, Adria Arjona, Zhang Jin, Charlie Day
Studio: Legendary Pictures, Universal Pictures

Tags: