in: Notebook / Laptop | March 26, 2018 | by: Gatot Tri Yuwono

Review Notebook Gaming: AORUS X7 DT v7

The Notebook

Penampilan Aorus X7 DT v7 tampak “keren” dan menawan dengan desain bodi khas laptop gaming Aorus yang menampilkan banyak sudut lancip, dalam balutan warna black matte. Logo Aorus tampak menghias sisi belakang layar, tombol Power On/Off, dan juga touchpad. Menariknya, seperti umum kami jumpai pada laptop tipis lainnya, Aorus X7 DT v7 menggunakan bodi dari bahan alumunium. Alhasil laptop dapat diciptakan dengan dimensi sekecil mungkin, tanpa mengorbankan faktor kekuatan bodi.

Ukuran bodi Aorus X7 DT v7 adalah sebesar 42,8 x 30,5 cm untuk sisi panjang dan lebar. Tidak terlampau besar atau terlampau kecil untuk laptop dengan ukuran layar 17,3 inci. Walaupun begitu, dibutuhkan tas dengan ukuran cukup besar untuk menampung Aorus X7 DT v7.

Meskipun memiliki bodi setebal 2,54 cm untuk sisi paling tebal dan 2,29 cm untuk sisi paling tipis, penampilan Aorus X7 DT v7 tampak begitu ramping. Aorus X7 DT v7 memang tidak memecahkan rekor sebagai laptop gaming paling tipis saat ini. Akan tetapi jika mempertimbangkan komponen prosesor dan graphics card yang digunakan, tidak banyak laptop gaming yang “berani” menggunakan bodi setipis itu. Bobotnya pun tercatat di timbangan kami hanya ada disekitar 3,3 kg saja yang tergolong masih wajar untuk laptop ukuran 17,3 inci dengan bodi dari bahan logam.

Salah satu daya pikat yang ditawarkan Aorus X7 DT v7 adalah penggunaan layar dengan tingkat refresh rate 120 Hz. Tingkat refresh rate setinggi itu membuat layar dapat menampilkan sepenuhnya 120 gambar per detik saat game dijalankan pada tingkat frame rate 120 fps. Pada laptop gaming konvensional dengan layar 60 Hz, layar hanya dapat menampilkan 60 gambar per detik meskipun game mampu menghasilkan frame rate lebih dari 60 fps. Tidak berhenti disitu, layar yang digunakan Aorus X7 DT v7 pun memiliki tingkat resolusi yang tergolong tinggi WQHD 2560 x 1440 piksel dengan tingkat kepadatan piksel 169 PPI. Lebih tinggi dibandingkan laptop 15,6 inci dengan layar Full HD sehingga membuat gambar lebih tajam. Layar Aorus X7 DT v7 pun semakin sempurna dengan ditanamkannya teknologi NVIDIA G-SYNC yang membuat pengalaman memainkan game semakin sempurna dengan hilangnya gejala image tearingstuttering, dan input lag.

Seperti pada Gigabyte Aero 15, layar Aorus X7 DT v7 telah mendapatkan sertifikasi dari pihak X-Rite Pantone untuk akurasi warna layar pada panel yang digunakan. Color profile X-Rite Pantone dapat diaktifkan dengan menggunakan utility Command & Control. Akan tetapi cukup disayangkan, Aorus X7 DT v7 ternyata menggunakan layar dengan panel tipe TN (Twisted Nematic) yang dikenal tidak sebaik panel IPS untuk kemampuan reproduksi warna dan viewing angle. Walaupun begitu penggunaan panel TN membuat tingkat response time layar menjadi sangat rendah, bahkan sulit untuk disaingi oleh panel IPS saat ini. Pada skenario gaming dengan adegan cepat panel TN, mampu mengurangi gejala image ghosting yang umumnya terjadi pada layar LCD. Sempitnya viewing angle layar dengan panel TN juga memberikan privasi lebih akibat sulitnya melihat tampilan layar saat dilihat dari samping. Aorus X7 DT v7 juga tersedia dalam varian layar 4K/3840×2160 piksel dengan panel IPS dan color gamut Adobe RGB 100%.

Pada sisi kiri Aorus X7 DT v7 dapat ditemukan lubang kensington security lock, 1X RJ45, 3X Type-A USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps), headphone jack, dan microphone jack.

Sementara pada sisi kanan dapat ditemukan slot memory card reader, 1X Type-C USB 3.1 Gen 2 (10 Gbps), 1X Type-C USB 3.1 Gen 2/Thunderbolt 3.0 (40 Gbps), HDMI 2.0b, dan mini-Display Port 1.2. Tersedianya konektor HDMI, Display Port, dan Thunderbolt 3.0 membuat Aorus X7 DT v7 dapat menggunakan fitur NVIDIA Surround dengan menggunakan tiga buah monitor.

Sedangkan pada sisi belakang laptop dapat ditemukan konektor DC-IN dan 1X Type-A USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps).

Keyboard Aorus X7 DT v7 terasa menyenangkan saat kami gunakan seperti halnya saat menggunakan Gigabyte Aero 15 dahulu. Tombol terasa nyaman dan responsif saat ditekan dengan feedback terasa solid. Ukuran setiap tombol pun dibuat dengan luas penampang besar dan memiliki jarak berjauhan antara satu tombol dan lainnya.

Keyboard Aorus X7 DT v7 dilengkapi tombol macro pada sisi kiri yang dapat diprogram secara khusus untuk menjalankan fungsi tertentu. Cukup disayangkan, tampaknya jika tidak terbiasa, posisi tombol macro seperti ini menimbulkan resiko kesalahan tekan terutama saat memainkan game yang banyak menggunakan tombol keyboard sisi kiri seperti Esc, Tab, Shift, dan Ctrl. Yap! Kami mengalaminya. Bukan tidak mungkin tombol macro yang telah di atur untuk fungsi tertentu, tertekan pada saat yang tidak diinginkan sehingga menggangu jalannya permainan.

Tren keyboard dengan lampu backlit RGB di setiap tombol memang jamak ditemukan pada produk laptop gaming belakangan ini dan tentu saja Aorus X7 DT v7 tidak luput untuk menyertakannya. Dengan menggunakan utility Aorus Fusion pengguna dapat mengatur warna cahaya setiap tombol dengan variasi hingga 16,7 juta macam. Tentu saja pengaturan efek cahaya juga dimungkinkan dengan utility tersebut.

Komponen touchpad Aorus X7 DT v7 dengan logo Aorus di atasnya. Uniknya, logo tersebut akan berubah warna saat dilihat dari sudut berbeda. Tombol klik kiri dan kanan menyatu dengan permukaan sentuh touchpad yang menurut kami terasa tidak seenak seperti saat menggunakan tombol terpisah. Menariknya saat tombol klik kanan ditekan dalam waktu lama, lampu indikator laptop akan menyala dan menunjukkan kapasitas baterai yang masih ada.

Lampu indikator Aorus X7 DT v7 yang tidak hanya memiliki fungsi untuk mengetahui komponen apa yang sedang aktif tetapi juga untuk memeriksa sisa kapasitas baterai tanpa perlu menghidupkan laptop.

Tombol Power On/Off dibentuk menyerupai perisai dengan logo Aorus di atasnya. Pada sisi kanan dan kiri tombol Power On/Off dapat ditemukan ventilasi dengan lapisan penyaring debu di atasnya.

Dua ventilasi juga ditempatkan di dekat engsel layar. Di balik ventilasi terdapat kipas pendingin yang menarik udara segar dari luar. Terdapat lapisan penyaring debu untuk mengurangi jumlah debu yang masuk ke dalam.

Tidak hanya melalui sisi atas, lubang ventilasi tempat masuknya udara juga dapat dijumpai pada sisi bawah bodi laptop. Lubang ventilasi ditempatkan tepat pada area heatsink di tengah dan kipas pendingin berada.

Kami menemukan sebuah hal unik pada sisi bawah Aorus X7 DT v7. Laptop gaming ini ternyata menyertakan dua kaki penyangga dari bahan logam dengan karet pada telapak kakinya. Saat dibuka, kaki penyangga membuat ruang antara sisi bawah laptop dan meja (misalnya) menjadi lebih besar sehingga membuat sirkulasi udara yang dihisap ke dalam bodi laptop menjadi lebih lancar.

Aorus X7 DT v7 memiliki empat ventilasi pembuangan udara panas yang mengarah ke samping dan belakang. Ventilasi samping memiliki resiko membuat tangan “kecipratan” udara panas baik saat menggunakan mouse di posisi kanan atau kiri.

Komponen internal Aorus X7 DT v7 dapat diakses dengan melepas penutup sisi bawah laptop yang terbuat dari bahan logam. Tampak pada gambar komponen baterai ditempatkan dengan jarak cukup jauh dari prosesor dan graphics card sehingga meminimalisir efek buruk akibat paparan panas tinggi. Laptop gaming ini juga tampak menggunakan sistem pendingin dengan dua area pelepasan panas terpisah untuk komponen prosesor dan graphics card. Dua area pelepasan panas terpisah membuat beban kerja setiap sirip-sirip heatsink lebih ringan sehingga performa pendinginan menjadi lebih optimal.

Sistem pendingin Aorus X7 DT v7 dilengkapi enam buah heatpipe yang terbuat dari bahan tembaga. Satu heatpipe tampak dikhususkan untuk mendinginkan komponen VRM. Sementara dua heatpipe untuk komponen prosesor, satu lainnya juga digunakan untuk mengalirkan panas dari komponen graphics card. Secara keseluruhan terdapat empat heatpipe untuk menangani distribusi panas dari baseplate graphics card menuju tiga area sirip-sirip heatsink. Komponen VRM dan chip VRAM tampak dilengkapi lempengan logam di atasnya yang memiliki fungsi sebagai pendingin.

Sirip-sirip heatsink pada sisi belakang menangani pelepasan panas untuk komponen prosesor dan VRM. Sementara sirip-sirip heatsink pada sisi samping tampaknya memiliki beban kerja paling berat mengingat ia menangani pelepasan panas untuk prosesor dan graphics card.

Berbeda dengan area sebelumnya yang menangani pelepasan panas untuk beragam komponen, sirip-sirip heatsink pada sisi ini dikhususkan untuk menangani pelepasan panas komponen graphics card. Tidak aneh memang mengingat GTX 1080 memiliki rating Graphics Power mencapai 150 Watt.

Pengguna dapat dengan leluasa mengatur kecepatan kipas Aorus X7 DT v7 dengan menggunakan utility Command & Control.

Yap! Aorus X7 DT v7 menyediakan empat slot SO-DIMM DDR4 yang menandakan ia mendukung kapasitas memori/RAM hingga 64 GB (@16 GB). Kapasitas semasif itu memang didukung oleh prosesor Core i 7th Gen baik di sistem desktop ataupun laptop dan menjadi limitasi maksimal platform ini.

Aorus X7 DT v7 dilengkapi satu slot M.2 yang mendukung SSD NVME PCIe 3.0 x4. Unit pengujian kami dilengkapi SSD PCIe 3.0 x4 NVMe dengan kapasitas 256 GB dari Samsung yang menjadi tempat sistem operasi Windows 10. Tidak jauh dari slot M.2 terdapat komponen chipset/PCH dengan heatsink sederhana di atasnya. Terdapat pula wireless card Killer Wireless-AC 1535 yang mendukung konektivitas nirkabel Wi-Fi ac dan Bluetooth V4.2.

Aorus X7 DT v7 juga dilengkapi storage HDD SATA III 6 Gbps dari Hitachi dengan kapasitas 1 TB. Pada sisi samping HDD dapat ditemukan komponen speaker dan subwoofer untuk sisi kanan.

Tata suara Aorus X7 DT v7 mengandalkan dua speaker dan dua subwoofer untuk menghasilkan kualitas suara maksimal terutama untuk frekuensi rendah. Tidak sampai disitu saja, Aorus X7 DT v7 juga dilengkapi chip ESS SABRE Hi-Fi Audio DAC yang mampu mereproduksi suara hingga kedalaman 24bit dan frekuensi 192kHz.

Alih-alih menggunakan perangkat catu daya “generik” di pasaran, Aorus merancang sendiri untuk khusus untuk laptop gaming mereka. Hasilnya, power adapter Aorus X7 DT v7 hanya memiliki bobot 794 gram dengan dimensi begitu ramping. Padahal perangkat tersebut mampu menyuplai daya hingga 265 Watt dengan alokasi 10 Watt digunakan untuk menyuplai port USB. Yap! Terdapat port USB pada perangkat catu daya ini yang dapat digunakan untuk melakukan pengisian daya tanpa perlu mengganggu port USB yang ada pada laptop.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES