in: Notebook / Laptop | March 26, 2018 | by: Gatot Tri Yuwono

Review Notebook Gaming: AORUS X7 DT v7

Hasil Pengujian – System Benchmark

CPU Clock Analysis

Untuk menganalisa karakteristik kerja Core i7 7820HK di Aorus X7 DT v7, kami menggunakan aplikasi Intel XTU.

Default Clock Speed – Fan Auto 100%
Default Clock Speed – Fan Auto 100%
Default Clock Speed – Fan Auto 100%

Di skenario render 3D dengan menggunakan Blender pada kecepatan kerja default dan kecepatan kipas Auto Maximum 100%, kami menjumpai prosesor bekerja stabil di kecepatan 3,6 GHz dengan rating TDP 55 Watt yang sesekali naik ke 59 Watt. Kecepatan kerja turun sedikit ke 3,5 GHz akibat gejala power throttling yang untungnya hanya terjadi di bagian akhir pengujian. Pada kondisi di atas aplikasi Intel XTU tidak melaporkan terjadinya gejala thermal throttling selama pengujian meskipun temperatur sempat mencapai 91 °C.

Default Clock Speed – Fan Fixed 100%
Default Clock Speed – Fan Fixed 100%
Default Clock Speed – Fan Fixed 100%

Sementara dengan kecepatan kipas Fixed 100%, prosesor bekerja lebih lama di rating TDP 59 Watt dan turun ke 52 Watt pada durasi tertentu. Gejala power throttling masih terjadi meskipun hanya dalam sekejap saja yang seharusnya tidak mempengaruhi performa.

OC 4,3 GHz – Fan Auto 100%
OC 4,3 GHz – Fan Auto 100%
OC 4,3 GHz – Fan Auto 100%
OC 4,3 GHz – Fan Auto 100%
OC 4,3 GHz – Fan Auto 100%

Saat kami melakukan overclock ke 4,3 GHz dengan kecepatan kipas Auto Maximum 100%, kami menjumpai gejala power throttling dari awal hingga akhir pengujian. Di awal memang gejala tersebut hanya terjadi sesekali saja tetapi saat mendekati paruh kedua durasi pengujian, power throttling terjadi hingga pengujian berakhir. Tampak prosesor tidak dapat mempertahankan clock speed seluruh core di 4,3 GHz dan hanya beroperasi di kecepatan kerja 3,51 GHz hingga 3,85 GHz. Gejala thermal throttling juga terjadi saat temperatur prosesor menyentuh angka 92 °C.

OC 4,3 GHz – Fan Fixed 100%
OC 4,3 GHz – Fan Fixed 100%
OC 4,3 GHz – Fan Fixed 100%
OC 4,3 GHz – Fan Fixed 100%

Gejala power throttling tetap terjadi saat kami menggunakan kecepatan kipas maksimal. Untungnya tidak terjadi gejala thermal throttling saat kami uji di skenario ini.

Fan Auto 100%
Fan Auto 100%
Fan Fixed 100%

Pada skenario gaming dengan game Metro Last Light, kami menjumpai gejala thermal throttling sesekali pada Core i7 77820HK dengan menggunakan kecepatan kipas Auto Maximum 100%. Untunglah gejala yang sama tidak terjadi saat kami menggunakan kecepatan kipas maksimal. Gejala thermal throttling seharusnya tidak terlalu menggangu performa sistem selama permainan karena hanya terjadi dalam sekejap saja.

Performance Consistency with Cinebench R15

Untuk menguji konsistensi performa prosesor Core i7 7820HK, kami menjalankan aplikasi render 3D Cinebench R15 sebanyak 20 kali secara berturut-turut. Semakin kecil selisih skor antar pengujian pertama dan seterusnya maka semakin baik dan konsisten performa yang diberikan prosesor tersebut.

Pada kecepatan kerja default, tampak Core i7 7820HK mampu memberikan performa yang tergolong konsisten saat kami uji dengan menggunakan aplikasi Cinebench R15 baik pada kecepatan kipas Auto Maximum 100% dan Fixed 100%. Perolehan skor dari pengujian pertama hingga akhir hanya mengalami flutuasi paling jauh sebanyak 8 poin saja.

Sementara saat kami overclock, hanya pada pengujian pertama prosesor meraih skor paling tinggi baik saat menggunakan kecepatan kipas Auto Maximum 100% atau Fixed 100%. Pada pengujjian kedua skor turun cukup jauh beberapa puluh poin meskipun pada akhirnya stabil berada pada tingkat itu. Konsistensi performa saat di overclock tampak tidak sebaik saat kondisi default.

Metode Pengujian

Pengujian performa Core i7 7820HK dilakukan pada kecepatan kerja default dengan setting CPU 3,9 dan GPU LV 0 dan dalam kondisi prosesor di overclock CPU 4,3 dan GPU LV 0. Kecepatan kipas diatur pada Fixed Mode 100% di semua pengujian.

PCMark 7

Default
OC

PCMark 7 Creativity berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa sistem dalam melakukan viewing, editing, transcoding, dan storing file foto dan video.

PCMark 7 Entertainment berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa sistem dalam melakukan recording, viewing, streaming, dan transcoding acara televisi beserta film. Performa sistem dalam melakukan importing, organizing, dan browsing file musik beserta bermain game juga diuji disini.

PCMark 7 Productivity berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa sistem dalam melakukan loading halaman werbsite dan menjalankan aplikasi office kelas rumahan.

PCMark 7 Computation berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa komputasi CPU dan GPU.

PCMark7 Storage berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa komponen storage pada sebuah sistem.

PCMark 8

PCMark 8 Home berisi sekumpulan beban pengujian yang menggambarkan aktivitas pengguna pada umumnya pada sistem rumahan mereka. Beban pengujian mencakup aktivitas Web Browsing, Writing, Casual Gaming, Photo Editing, dan Video Chat.

PCMark 8 Creative berisi sekumpulan beban pengujian yang menggambarkan aktivitas pengguna tingkat lanjut pada sistem rumahan mereka. Beban pengujian mencakup aktivitas Web Browsing, Photo Editing, Batch Photo Editing, Video Editing, Media To Go, Mainstream Gaming, dan Video Group Chat. Pengujian ini memiliki beban lebih berat terhadap sistem dibandingkan PCMark 8 Home.

PCMark 8 Work berisi sekumpulan beban pengujian yang menggambarkan aktivitas pengguna di lingkungan perkantoran. Beban pengujian mencakup aktivitas Web Browsing dan Writing.

Default
OC

 

PCMark 8 Storage berisi sekumpulan beban pengujian untuk mengukur performa komponen storage seperti HDD, SSD, dan Hybrid Drive pada sebuah sistem. Pengujian ini akan menguji performa storage pada aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowerPoint, Adobe Photoshop, Adobe After Effects, World of Warcraft, & Battlefield 3.

PCMark 10

Default
Default

 

 

OC
OC

Cinebench

CINEBENCH R15 SS

Cinebench merupakan aplikasi pengujian untuk mengukur kemampuan prosesor atau graphics card saat melakukan render sebuah objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam bentuk skor. Semakin tinggi skor yang dihasilkan, semakin baik. Grafik di bawah merupakan hasil pengujian pada komponen prosesor.

Autodesk 3DS Max

3DS Max merupakan salah satu aplikasi 3D modeling populer dan umum digunakan di industri film, game, dan masih banyak lagi. Kami menggunakan aplikasi ini untuk menguji performa prosesor dalam melakukan render pada objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu yaitu detik. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Blender

Blender merupakan aplikasi 3D modeling bersifat gratis dan juga open source. Kami menggunakan aplikasi ini untuk menguji performa prosesor dalam melakukan render pada objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu yaitu detik. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Handbrake

Handbrake

Handbrake merupakan salah satu aplikasi transcoding video gratis yang cukup popular. Aplikasi tersebut mampu memanfaatkan sejumlah thread prosesor dan sangat menyukai prosesor dengan clock speed tinggi. Oleh karena itu aplikasi tersebut sangat ideal untuk menguji “kekuatan” sebuah prosesor. Hasil pengujian disajikan dalam average frame per second alias jumlah frame yang dapat dikonversi/diolah prosesor setiap detiknya.

Video SourceTears Of Steel (3840 x 1714 pixels; H.264; Bitrate 73,244 Mb/s; Total Frame 17616)

Video Output: 1920 x 1080 pixels (H.264; Handbrake Normal Preset)

Video SourceTears Of Steel (3840 x 1714 pixels; H.264; Bitrate 73,244 Mb/s; Total Frame 17616)

Video Output: 1920 x 1080 pixels (H.265; Handbrake Normal Preset)

Photoshop CC

Photoshop CC merupakan aplikasi manipulasi gambar versi terbaru dari Adobe. Kami masih menguji menggunakan Action bernama Photoshop Speed Test yang telah sedikit kami modifikasi untuk lebih mencerminkan operasi-operasi yang biasa dilakukan apabila bekerja dengan Photoshop.

Storage Test

Crystal Disk Mark

Default
Default
OC
OC

Temperature

Suhu Operasional

Di skenario render 3D dengan menggunakan aplikasi Blender, Core i7 7820HK menunjukkan temperatur kerja yang tinggi meskipun masih tergolong relatif aman pada kecepatan kipas Auto Maximum 100%. Sementara saat menggunakan kecepatan kipas maksimal, temperatur kerja dapat diturunkan sekitar 4-5 °C.

Saat kami overclock ke 4,3 GHz, temperatur kerja prosesor mulai mengkhawatirkan saat menggunakan kecepatan kipas Auto Maximum 100%. Kita mulai melihat angka di atas 90 °C pada kondisi tersebut. Sedangkan saat menggunakan kecepatan kerja 100% terjadi penurunan temperatur meskipun hanya sekitar 2-3 °C saja.

Pada pengujian di skenario gaming, temperatur kerja GTX 1080 tampak berada pada tingkat yang aman bahkan saat prosesor serta graphics card di overclock dan menggunakan kecepatan kipas Auto Maximum 100%. Akan tetapi kondisi berbeda kami temukan pada komponen proseosor. Pada kondisi default dengan kecepatan kipas Auto Maximum 100%, temperatur naik tinggi hingga mencapai 95 °C. Menaikkan kecepatan kipas dapat membantu menurunkan temperatur meskipun hanya berkisar 3-6 °C saja.

Sementara saat prosesor serta graphics card di overclock, temperatur Core i7 7820HK nyaris menyentuh angka 100 °C saat menggunakan kecepatan kipas Auto Maximum 100%. Menjalankan kipas di kecepatan 100% tidak banyak membantu menurunkan temperatur kerja prosesor dan hanya berubah 1 °C saja.

Thermal Imaging

Untuk melihat titik panas pada permukaan bodi laptop, kami menjalankan game Metro Last Light selama beberapa waktu lalu melakukan pengukuran dan pemotretan thermal imaging. Pemotretan thermal imaging menggunakan perangkat FLIR ONE. Area dengan warna paling terang menunjukkan temperatur paling tinggi.

Area sebaran panas Aorus X7 DT v7. Tampak area dengan warna paling terang (temperatur paling tinggi) ada di dekat engsel layar, sekitar tombol Power On/Off, yang memang menjadi tempat komponen prosesor dan graphics card.

Temperatur tombol ASDW tampak sudah berada di atas temperatur normal tubuh manusia meskipun selisihnya hanya sedikit. Akan mulai terasa sedikit sensasi hangat saat disentuh tetapi tombol tersebut masih terasa nyaman untuk digunakan dalam waktu lama.

Temperatur keyboard area tengah dan kanan menunjukkan angka yang cukup tinggi mencapai 43 °C. Untunglah keyboard pada area ini jarang digunakan saat memainkan game.

Dengan temperatur seperti itu, tangan tetap terasa nyaman di area palmrest sebelah kiri selama sesi permainan bahkan dalam durasi yang panjang.

Temperatur area palmrest kanan tampak lebih tinggi dari sisi kiri. Rasa hangat cukup terasa di tangan kami saat menyentuhnya.

Di area ini tampak temperatur bodi yang sudah tinggi saat laptop menjalankan game. Temperatur seperti itu memang belum dapat membuat tangan terluka akibat panas tetapi akan terasa kurang nyaman saat disentuh dalam waktu lama.

Temperatur setinggi itu adalah temperatur komponen yang ada dibalik ventilasi area ini. Tangan tidak akan merasakan panas saat menyentuh ventilasi.

Temperatur di ventilasi sisi atas laptop.

Temperatur bodi di atas ventilasi pembuangan samping kanan dan kiri. Temperatur seperti itu masih tergolong aman untuk disentuh.

Temperatur sirip-sirip heatsink ventilasi pembuangan udara panas sisi belakang.

Temperatur bodi perangkat catu daya Aorus X5 DT v7 tampak menunjukkan angka 60 °C.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES