in: Highlights - Notebook / Laptop | March 28, 2018 | by: Gatot Tri Yuwono

Review Notebook Gaming: ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition

The Notebook

Desain bodi ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition tampak mirip seperti GL503VD dengan perbedaan pada penambahan motif Mayan Deep-Blue pada sisi belakang layar dan area palmrest. Tampak pula deretan garis diagonal menghias area yang tidak ditutupi motif Mayan Deep-Blue dan seluruh bodi ditutupi warna black matte. Laptop gaming ASUS GL503 Series sendiri mewarisi desain ROG GX501 “Zephyrus” dengan elemen garis diagonal yang membagi rata dua area dan posisi logo ROG yang kini dipindahkan lebih ke sisi pinggir.

Logo ROG pada sisi belakang layar akan memancarkan cahaya merah saat laptop dihidupkan.

Ukuran bodi ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition adalah sebesar 38,4 x 26,2 cm untuk sisi panjang dan lebar, sama seperti GL503VD yang kami ulas sebelumnya. Dimensi bodi seperti itu tampak tidak banyak berbeda dengan laptop gaming 15,6 inci lainnya seperti ROG GX501 “Zephyrus” (37,9 x 26,2 cm).

Sementara tingkat ketebalan bodi ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition saat layar ditutup adalah sebesar 2,4 cm atau terjadi penambahan 0,1 cm dibandingkan GL503VD. Untunglah ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition memiliki bobot hanya 75 gram lebih berat dibandingkan GL503VD (2538 gram). Tergolong wajar untuk sebuah laptop gaming 15,6 inci. Tidak terlampau berat meskipun bukan menjadi yang paling ringan untuk sebuah laptop gaming 15,6 inci.

Satu dari sejumlah daya pikat yang ditawarkan ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition adalah penggunaan layar dengan tingkat refresh rate 120 Hz. Tingkat refresh rate setinggi itu membuat layar tersebut dapat menampilkan sepenuhnya 120 gambar per detik saat game dijalankan pada tingkat frame rate 120 fps. Pada laptop gaming konvensional dengan layar 60 Hz, layar hanya dapat menampilkan 60 gambar per detik meskipun game mampu menghasilkan frame rate lebih dari 60 fps.

Istimewanya, ASUS tidak melakukan kompromi dengan menggunakan panel TN pada layar 120 Hz mereka. Walaupun ASUS menyebutkan jika panel yang digunakan adalah IPS-Level (NTSC 72%), kami melihat jika kualitas tampilan ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition sama baiknya seperti pernah kami jumpai pada layar IPS. Penyebutan IPS-Level kemungkinan dilakukan untuk menghindari tuntutan dari pihak pemilik teknologi IPS karena layar laptop gaming ini tidak diproduksi oleh pihak tersebut. Permukaan layar diberi lapisan anti-glare sehingga tidak memiliki sifat memantul seperti cermin yang membuat pemakaian menjadi lebih nyaman. Layar LCD LED ukuran 15,6 inci tersebut memiliki tingkat resolusi Full HD/1920 x 1080 piksel yang menghasilkan tingkat kepadatan piksel mencapai 141 PPI.

Pada sisi kiri ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition dapat ditemukan konektor 1X DC-IN, 1X RJ45 (Gigabit Ethernet), 1X mini Display Port, 1X HDMI, 2X Type-A USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps), dan headphone microphone combo jack.

Sementara pada sisi kanan dapat ditemukan lubang kensington security lock, 2X Type-A USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps), dan 1X Type-C USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps). Jumlah dan tipe konektor yang ditawarkan memang mirip dengan GL503VD tetapi dengan perubahan dari port USB 2.0 (sebelah kiri lubang kensington security lock) menjadi USB 3.1 Gen 1 pada GL503VM. Akan tetapi cukup disayangkan, ASUS tampaknya lupa mengganti logo USB 2.0 pada bodi menjadi logo USB 3.1 Gen 1 yang dapat menyebabkan pengguna salah mengenali port tersebut. Tampaknya cetakan bodi GL503VM masih sama dengan GL503VD.

Keyboard ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition terasa menyenangkan saat digunakan seperti halnya GL503VD. Tombol terasa kokoh tetapi tetap empuk saat ditekan dengan jarak penekanan tombol hanya sejauh 1,8 mm saja. Ukuran setiap tombol pun dibuat besar sehingga tidak menimbulkan masalah saat digunakan mereka dengan ukuran jari besar. Cukup disayangkan untuk sebuah laptop gaming 15,6 inci jarak antar tombol cukup berdekatan.

Keyboard mendukung teknologi n-key rollover dan diklaim memiliki daya tahan hingga 20 juta penekanan. Permukaan sisi atas tombol disebutkan memiliki cekungan sedalam 0,25 mm sehingga jari tidak mudah bergeser saat ada pada tombol tersebut. Walaupun begitu saat tombol disentuh, kami tidak merasakan adanya cekungan dengan jari kami.

Komponen touchpad tampak menggunakan area sentuh yang menyatu dengan tombol klik kiri dan kanan yang membuat sensasi penggunaan tidak seperti saat memakain mouse konvensional. Posisi touchpad ditempatkan agak ke kanan yang membuat area palmrest sebelah kiri menjadi luas.

Keyboard ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition dilengkapi lampu backlit yang tidak hanya memudahkan pengguna mengenali tombol dalam kondisi gelap tetapi juga membuat laptop ini tampil “keren”. Warna lampu backlit dapat diatur hanya satu warna pada seluruh area atau empat warna berbeda pada empat area dengan tiga pilihan efek cahaya.

Pada GL503VM Hero Edition, ASUS tidak hanya menghias bodi dengan motif Mayan Deep-Blue tetapi juga area touchpad dengan motif garis dengan sudut meruncing.

Untuk ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition yang dirancang untuk game dengan genre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena), tombol QWER diberi warna putih pada sisi pinggirnya agar mudah dibedakan dengan tombol lainnya. Tombol huruf W juga diberikan tonjolan kecil sehingga pengguna dapat langsung mengenalinya hanya dengan meraba.

Tombol panah keyboard ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition digeser satu baris ke bawah membuat ukuran tombol dapat dibuat dalam ukuran normal. Sayangnya tombol panah atas berbaur dengan tombol numpad menyebabkan resiko salah tekan tanpa melihat posisi jari ada dimana. Terlihat pula tombol Ctrl kanan memiliki ukuran sama seperti tombol Shift di atasnya yang membuatnya terasa tidak biasa.

ASUS menyediakan tombol khusus untuk fungsi Volume Down, Volume Up, Microphone On/Off, dan mengaktifkan utility ROG Gaming Center.

Tombol Power On/Off dengan empat lampu indikator kondisi sistem di dekatnya. Posisi lampu indikator seperti pada gambar membuatnya mudah dilihat saat digunakan dengan layar dibuka atau saat tidak digunakan saat ditutup.

Memang mengejutkan ASUS memberikan perhatian lebih pada penampilan sisi bawah laptop yang mungkin akan jarang dipamerkan saat digunakan. Elemen garis diagonal terasa sangat kental saat melihat bagian bodi ini. Tampak lubang ventilasi dengan luas cukup masif siap memastikan kipas pendingin tidak kekurangan pasokan udara segar.

ASUS juga menempatkan lubang ventilasi udara pada sisi sebelah atas keyboard.

Salah satu kelebihan yang ditawarkan ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition adalah mudahnya akses ke slot memori/RAM kedua, slot M.2, dan storage SATA 2,5 inci untuk proses upgrade dengan membuka sebuah panel. Tidak perlu lagi membuka penutup sisi bawah laptop yang biasanya sulit dilepas. Slot memori/RAM pertama ada di dalam bodi laptop.

Untuk membuka panel tersebut pengguna cukup melepas satu baut yang disembunyikan di bawah segel karet dan panel tersebut akan terangkat sedikit dengan sendirinya.

Komponen internal ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition. Laptop gaming ini tampak menggunakan sistem pendingin dengan dua area pelepasan panas terpisah untuk komponen prosesor dan graphics card. Dua area pelepasan panas terpisah membuat beban kerja setiap sirip-sirip heatsink lebih ringan sehingga performa pendinginan menjadi lebih optimal. Terlihat pula ASUS menempatkan komponen baterai menjauh dari area prosesor dan graphics card yang menghasilkan panas tinggi. Hal tersebut membuat efek buruk akibat panas tinggi pada baterai dapat dikurangi.

Berbeda dengan GL503VD yang menggunakan dua heatpipe, sistem pendingin ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition menggunakan tiga heatpipe sehingga memiliki kemampuan lebih baik dalam menangani pendinginan Core i7 7700HQ+GTX 1060 yang menghasilkan panas lebih tinggi. Tiga heatpipe tersebut dirancang untuk menerima panas sekaligus dari baseplate prosesor dan graphics card. Desain seperti ini memang memiliki resiko dimana komponen dengan temperatur kerja lebih tinggi akan memanaskan komponen dengan temperatur kerja lebih rendah. Walaupun begitu desain seperti ini membuat setiap area pelepasan panas memiliki beban kerja yang sama sehingga performa pendinginan lebih optimal. Komponen baseplate sistem pendingin ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition tampak tidak hanya mendinginkan komponen prosesor dan graphics card tetapi juga komponen VRM sekaligus chip memori/VRAM.

Panas yang diterima heatpipe mengalir menuju area pelepasan panas pada sisi belakang kanan dan kiri laptop. Dua kipas blower akan membantu panas dapat dilepaskan dan dibuang dengan cepat ke udara bebas dari sirip-sirip heatsink. Komponen kipas kini menggunakan tipe 12 Volt sehingga memiliki kecepatan putaran lebih tinggi dibandingkan sebelumnya dengan kipas 5 Volt. Desain lubang pembuangan panas ke arah belakang membuat tangan pengguna aman dari resiko paparan udara panas, terlebih saat memainkan game. Warna merah pada sirip-sirip heatsink lebih ditujukan untuk estetika penampilan semata saat dilihat dari sisi belakang.

ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition dilengkapi dua slot SO-DIMM tipe DDR4 dengan dukungan kapasitas satu keping memori/RAM hingga 16 GB dan kecepatan 2400 MHz. Varian ini hanya dilengkapi satu keping memory/RAM DDR4 @16 GB 2400 MHz. Tentu Anda dapat menambahkan keping kedua di slot yang belum diisi untuk konfigurasi dual channel.

Storage 2,5 inci ditempatkan pada penutup sisi bawah laptop. Tampak kabel SATA ditempatkan menempel dengan penutup sisi bawah laptop yang memiliki resiko terlepas dari konektor di motherboard secara tidak sengaja jika lupa dilepas saat membuka penutup sisi bawah laptop.

ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition menggunakan SSHD tipe FireCuda dari produsen Seagate yang dipasang pada bodi laptop dengan menggunakan casing tambahan.

Storage utama ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition menggunakan SSD PCIe 3.0 x4 dengan kapasitas 256 GB dari Samsung. ASUS menempatkan sistem operasi Windows 10 pada SSD ini.

ASUS ROG STRIX GL503VD menghadirkan solusi audio dengan dua komponen speaker pada sisi samping depan laptop.

Komponen chipset/PCH Intel HM175 yang juga didinginkan menggunakan heatsink utama dan wireless card Intel Dual Band Wireless-AC 8265 yang menyediakan konektivitas nirkabel Wi-Fi ac dan Bluetooth V4.2.

ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition memiliki kapasitas baterai yang sama dengan GL503VD sebesar 64 Wh.

Perangkat catu daya ASUS ROG STRIX GL503VM Hero Edition mampu menyuplai daya listrik hingga 180 Watt.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES