in: Casing | April 10, 2018 | by: Yufianto Gunawan

Review Casing Corsair Carbide 275R

Beralih ke komponen selanjutnya, yaitu motherboard. Pemasangan motherboard di casing Corsair Carbide 275R ini tidak berbeda dengan pemasangan motherboard di casing mid-tower pada umumnya. Kita hanya perlu menyesuaikan dudukan motherboard dengan posisi lubang baut di motherboard, kemudian memasang I/O shield dari motherboard, dan memasang motherboard ke casing dengan baut yang tersedia di dalam paket penjualan. Secara standar, Corsair sudah memasang dudukan motherboard di tray motherboard casing ini, dengan posisi yang disesuaikan dengan lokasi lubang di motherboard ATX. Bila Anda menggunakan motherboard Micro-ATX atau Mini-ITX, ada baiknya memeriksa lagi posisi dudukan motherboard, menyesuaikannya bila perlu, dan melepas dudukan yang tidak digunakan.

I/O Shield terpasang ke casing.
Bila diperhatikan, terdapat satu dudukan motherboard yang bukan merupakan dudukan untuk baut.
Dudukan ini berguna untuk membantu memposisikan motherboard di tempatnya, sebelum pengguna memasang baut.
Motherboard telah terpasang ke dalam Carbide 275R

Selanjutnya, kami melanjutkan perakitan sistem ke dalam casing Corsair Carbide 275R ini dengan memasang pendingin prosesor. Untuk review kali ini, kami menggunakan dua jenis pendingin prosesor, yaitu HSF dan Watercooling AIO. HSF yang kami gunakan adalah Cooler Master Hyper 212 LED Turbo, yang merupakan HSF yang cukup tinggi, dan menurut kami cukup menggambarkan sebuah HSF berukuran besar. Sementara untuk Watercooling AIO, kami menggunakan Cooler Master MasterLiquid 240. Sayangnya, kami tidak memiliki watercooling dengan radiator hingga 360 mm, yang disebut Corsair bisa diakomodasi oleh casing ini.

Memasang pendingin prosesor ke motherboard dalam kondisi motherboard telah terpasang di dalam casing ini seharisnya tidak menghadirkan masalah bagi pengguna, karena Corsair menyediakan lubang tepat di area belakang soket prosesor di tray motherboard. Melalui lubang ini, pengguna bisa memasang backplate pendingin prosesor bila ada dengan mudah. Secara umum, untuk HSF, casing ini tidak bermasalah dengan penggunaan HSF yang tinggi dan besar, karena memang ruang yang ada di sekeliling prosesor cukup lega, sehingga memungkinkan pemasangan HSF dengan mudah.

Lubang di tray motherboard ini akan membantu dalam pemasangan pendingin prosesor dengan backplate.
HSF yang kami gunakan bisa diakomodasi oleh casing Carbide 275R ini.

Kemudian, kami mencoba mengganti HSF dengan Watercooling AIO. Sesuai dengan apa yang diinformasikan oleh Corsair, untuk penggunaan radiator 240 mm ke atas, pengguna bisa menempatkan radiator di sisi atas atau depan casing. Namun, untuk penempatan di sisi atas, Corsair sudah memberikan peringatan bahwa bila pengguna menggunakan RAM dengan heatspreader tinggi, maka itu akan menghalangi radiator di sisi atas, dan hal itu memang benar kami jumpai saat memasang radiator 240mm ke sisi atas. Karena itu, kami mengalihkan posisi pemasangan ke sisi depan casing.

Radiator dengan panjang di atas 120 mm/140 mm tidak bisa dipasang ke sisi atas bila RAM yang digunakan memiliki heatspreader tinggi.
Karena itu kami akan memasang radiator ke sisi depan.

Untuk memasang radiator watercooling ke sisi depan casing, kita harus terlebih dahulu melepas penutup sisi depan casing dengan cara menariknya, kemudian melepas terlebih dahulu dust filter yang ada di balik penutup sisi depan tersebut. Kami juga memindahkan posisi kipas 120 mm bawaan casing ini sehingga tidak mengganggu pemasangan radiator. Pemasangan radiator watercooling ke sisi depan casing terbilang mudah, tanpa ada kendala berarti, dan kami pun juga bisa dengan mudah mengatur ketinggian radiator di sisi depan ini.

Kipas dari sisi depan kami pindahkan ke sisi atas.
Radiator terpasang ke sisi depan casing.

Komponen selanjutnya, dan terakhir, yang kami pasang ke sistem yang sudah sebagian besar terakit di dalam Carbide 275R ini adalah graphics card. Corsair menyediakan dua posisi pemasangan graphics card di dalam casing ini, yaitu posisi horizontal seperti biasa, dengan graphics card terpasang langsung ke slot PCIe x16 di motherboard, serta dengan posisi vertikal, memanfaatkan posisi mounting vertikal yang tersedia di sisi belakang casing ini. Namun, untuk memasang graphics card di posisi vertikal ini, pengguna harus membeli PCIe x16 riser terpisah, karena Corsair tidak menyediakannya di dalam paket penjualan casing ini. Hal ini terbilang wajar, mengingat harga casing ini yang memang tidak terlalu tinggi. Sementara untuk graphics card yang panjang, casing ini tidak memiliki masalah dalam mengakomodasinya.

Casing ini bisa menampung graphics card baik dalam posisi horizontal maupun vertikal.
Tempat khusus telah disediakan Corsair untuk pemasangan graphics card di posisi vertikal.

Terkait pemasangan graphics card di posisi vertikal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama bila pengguna menggunakan graphics card panjang, dengan pendingin yang tebal dan besar. Posisi mounting vertikal di casing ini membuat graphics card terpasang cukup dekat dengan side panel, dengan graphics card berukuran dua slot yang kami gunakan. Bila graphics card yang digunakan memiliki pendingin lebih tebal dari dua slot, maka jaraknya akan makin dekat lagi dengan side panel, dan itu bisa saja mengganggu performa pendinginan. Selain itu, desain dari mounting vertikal tersebut akan membuat graphics card hanya bisa ditopang oleh bracket-nya saja. Ini mungkin akan sedikit mengkhawatirkan untuk graphics card yang besar dan berat.

Terakhir, untuk menyelesaikan perakitan sistem, kami memasang kabel dari PSU ke tujuannya masing-masing. Menggunakan lubang-lubang cable management yang tersedia, kami bisa menyusun kabel dari PSU di casing ini dengan rapi, dan pemasangan kabel ke motherboard dan graphics card pun terbilang mudah. Sedikit catatan hanya ada di kabel CPU 8-pin, di mana karena posisi keluar kabel ada di ujung casing, sangat disarankan untuk memasang kabel tersebut terlebih dahulu sebelum memasang pendingin prosesor, terutama bila Anda menggunakan HSF dengan ukuran besar.

Kabel front panel dari Carbide 275R
Jangan lupa juga untuk memasang kabel-kabel dari kipas ke header di motherboard. Sayangnya, kipas yang disertakan Corsair di casing ini belum mendukung PWM.

Beralih ke kabel-kabel untuk storage. Penempatan storage di casing ini sedikit membuat kami bingung, karena ketika storage dipasang di posisi tersebut, kami mendapati bahwa kabel SATA dari PSU yang kami gunakan tidak bisa mengakomodasi keenam storage yang terpasang. PSU Corsair TX650M yang kami gunakan memiliki dua kabel dengan konektor SATA, masing-masing kabel memiliki tiga konektor, dengan jarak antar konektor sekitar 10 cm. Dengan enam konektor di dua kabel tersebut, kami hanya bisa memasang kabel power ke lima dari enam storage yang kami gunakan. Hal ini disebabkan karena jarak antar storage terlalu jauh, sehingga di salah satu kabel, salah satu konektor harus kami “korbankan”, karena tidak bisa digunakan menjangkau satu storage yang tersisa.

Satu konektor power SATA tidak bisa digunakan karena posisi pemasangan storage yang terlampau jauh.
Demikian juga untuk storage di posisi ini.
Salah satu cara agar ketiga konektor bisa digunakan adalah dengan menggunakan posisi ini.
Karena itu, kami hanya bisa memasang total 5 storage ke dalam casing ini, dengan PSU yang kami gunakan.

Terkait kondisi ini, bila Anda mengalami hal yang sama dengan yang kami alami ini, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan konverter molex to SATA power, untuk mengubah salah satu konektor molex menjadi konektor power SATA yang bisa menjangkau satu storage yang tersisa. Namun, hal ini tentu saja hanya bisa dilakukan ketika memang ada konektor molex yang tidak terpakai. Hal ini bisa menjadi perhatian tersendiri, karena untuk casing di kelas Carbide 275R ini, kemungkinan besar penggunanya akan menggunakan PSU kelas menengah, seperti yang kami gunakan, dan bisa jadi keterbatasan jumlah konektor power SATA akan menimbulkan kondisi seperti yang kami alami ini.

Hasil Perakitan Sistem di Carbide 275R

Berikut ini adalah hasil perakitan sistem ke dalam casing Carbide 275R ini:

Hasil rakitan dengan menggunakan HSF

Hasil rakitan dengan menggunakan Watercooling AIO

Secara umum, perakitan sistem ke dalam casing ini terbilang mudah, karena desainnya yang memang cukup memudahkan pengguna dalam merakit komponen-komponen ke dalamnya. Sedikit pengecualian ada di 2 posisi storage di dekat sisi depan casing. Kedua posisi ini sedikit membutuhkan usaha ekstra untuk memasang storage ke tempatnya.

Merapikan kabel di casing ini juga terbilang cukup mudah dilakukan, berkat beberapa posisi lubang cable management yang tersedia. Hanya saja, bila pengguna menggunakan PSU non-modular dengan kabel yang banyak, akan dibutuhkan usaha ekstra untuk merapikan kabel agar side panel kanan bisa terpasang sempurna. Hal itu disebabkan karena cukup terbatasnya ruang untuk merapikan kabel di antara tray motherboard dan side panel kanan casing.

Saat sistem dinyalakan, sisi depan dari Corsair Carbide 275R ini memancarkan cahaya putih ke arah bawah dari lubang yang ada di bagian bawah panel depan casing. Memang, Corsair menempatkan beberapa lampu LED di bagian ini. Sayangnya, karena warna putih dari LED tersebut, saat dinyalakan di ruangan dengan cahaya terang, pancaran nyala LED tersebut tidak terlalu terlihat.

Kesimpulan

(+)

  • Desain minimalis, tetapi tetap menarik dengan side panel tempered glass
  • Bahan casing cukup kokoh
  • Perakitan sistem terbilang mudah
  • Dukungan untuk watercooling dengan radiator hingga 360 mm
  • Mendukung penggunaan graphics card panjang

(+/-)

  • Bisa menampung PSU panjang, tetapi harus mengorbankan HDD 3.5″
  • Pemasangan graphics card di posisi vertikal, tetapi posisinya terbilang kurang nyaman
  • Clearance motherboard ke sisi atas yang rendah, membuat radiator 240 mm ke atas tidak bisa dipasang bila pengguna menggunakan RAM ber-heatspreader tinggi

(-)

  • Pemasangan tempered glass yang agak merepotkan
  • Posisi storage 2.5″ yang sedikit kurang bersahabat
  • Jarak antar storage menyulitkan pengguna PSU dengan konektor power SATA terbatas

 

Carbide 275R ini hadir dengan menawarkan perakitan sistem yang terbilang mudah, dengan sedikit pengecualian di dua posisi storage 2.5″, dengan opsi pendingin prosesor yang melimpah. Bahkan, Anda bisa memasang radiator watercooling hingga 360 mm di dalam casing Mid-Tower ini! Tawaran opsi pendingin seperti ini masih cukup jarang dijumpai di casing dengan harga di kelas casing ini.

Ruangan yang lega di dalam casing ini memungkinkan pengguna memasang graphics card yang panjang di dalamnya. Tersedia opsi pemasangan graphics card dalam posisi vertikal, walaupun dengan beberapa keterbatasan yang ada. Untuk PSU, casing ini juga mendukung penggunaan PSU dengan panjang lebih dari 180 mm, tetapi itu hanya bisa didapatkan dengan mengorbankan cage HDD 3.5″.

Sedikit kekurangan justru ada di side panel tempered glass, di mana bagian inilah justru yang perlu diperhatikan dengan baik oleh pengguna saat merakit sistem. Tempered glass dipasang dengan empat baut flat dengan lubang hexagon, yang bisa dibuka dengan kunci “L” yang disertakan di paket penjualan. Namun, bukan ini bagian yang agak merepotkan, melainkan keharusan memposisikan casing dalam posisi tidur untuk membuka maupun memasang side panel tempered glass, karena tidak adanya mekanisme untuk menahan tempered glass di posisinya setelah semua baut terlepas. Hal ini seharusnya bisa diatasi dengan mudah selama pengguna teliti dan sabar saat melakukan perakitan sistem.

Secara keseluruhan, Bila Anda penggemar casing dengan desain minimalis, tetapi juga ingin memamerkan “jerohan” dari PC Anda, casing Corsair Carbide 275R ini bisa jadi sebuah pilihan yang menarik di kelas menengah.

Daftar Isi
Pages: 1 2
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES