in: Highlights - Notebook / Laptop | April 3, 2018 | by: Gatot Tri Yuwono

Review Gigabyte Aero 15X v8: Kencang, Tipis, dan Terjangkau dengan Core i7 8750H

Gigabyte Aero Series menjadi salah satu bukti jika laptop gaming dapat dibuat seperti laptop pada umumnya dengan bodi tipis nan ramping dan bobot ringan. Tidak hanya itu, Gigabyte Aero Series juga mampu menawarkan daya tahan baterai yang panjang seperti laptop pada umunya berkat penggunaan baterai dengan kapasitas masif. Tentu mengingat Gigabyte Aero Series juga diposisikan sebagai laptop gaming, tidak ada kompromi untuk performa dengan digunakannya komponen utama yang sama seperti juga dijumpai pada laptop gaming lainnya.

Generasi penerus laptop gaming Gigabyte Aero Series kembali muncul pada tahun 2018 kali ini. Konfigurasi komponen utama dapat dikatakan mirip seperti sebelumnya dengan prosesor Intel dan graphics card NVIDIA yang dipadukan dengan SSD PCIe. Akan tetapi ada yang spesial untuk generasi yang diluncurkan tahun ini. Yap! Gigabyte Aero Series akan dilengkapi prosesor Core i 8th Gen Series tetapi bukan dari lini U-Series (Ultra Low Voltage) tetapi dari H-Series (High Performance). Istimewanya prosesor Core i 8th Gen Series tersebut telah mengadopsi arsitektur CPU yang sama seperti versi desktop yaitu Coffee Lake. Tentu seperti kita jumpai pada versi desktop, lini prosesor Core i 8th Gen H-Series mendapatkan penambahan jumlah core prosesor yang sukses mendongkrak jauh performa komputasi dibandingkan satu generasi sebelumnya.

Di artikel kami akan mengulas Gigabyte Aero 15X v8 yang merupakan salah satu varian Gigabyte Aero Series untuk tahun 2018. Varian tertinggi Gigabyte Aero Series ini merupakan turunan dari Gigabyte Aero 15X generasi sebelumnya dengan salah satu peningkatan pada komponen prosesor. Tidak sampai disitu saja, Gigabyte ternyata juga sukses menghadirkan Gigabyte Aero 15X v8 dengan bodi lebih tipis dan bobot lebih ringan lagi. Memang mengejutkan melihat Gigabyte Aero Series yang sudah tipis ternyata dapat dibuat lebih tipis lagi tetapi dengan performa komponen lebih tinggi. Menjadi tantangan tersendiri untuk produsen dalam menjinakkan panas yang dihasilkan komponen di dalamnya dengan ruang sangat terbatas untuk menempatkan sistem pendingin.

Spesifikasi

Gigabyte Aero 15X v8
Processor Intel Core i7 8750H (Base 2,2 GHz/Turbo Boost 4,2 GHz)
Motherboard Intel HM370 Chipset-based
Memory 16 GB (1X 16 GB) DDR4 @2666 MHz (Single Channel)
Graphics IGP: Intel UHD Graphics 630
Discrete: NVIDIA GeForce GTX 1070 Max-Q 8 GB GDDR5
Display 15,6 inch @1920 x 1080 pixels @144 Hz
Storage 512 GB SSD NVMe PCIe 3.0 x4
Wireless 802.11a/b/g/n/ac & Bluetooth V4.2 (by Intel Wireless-AC 8265)
USB 2.0/1.1 0
USB 3.1 2 (Gen 1) 1 (Gen 2)
USB 3.1/Thunderbolt 3 1 (Type-C Connector)
eSATA/USB 3.0 Combo 0
Display Port 1 (Mini Connector)
HDMI 1
DVI 0
D-Sub 0
Ethernet/RJ45 1 (by Realtek RTL8168/8111)
Audio In/Out Microphone Headphone Combo Jack
Optical Drive N/A
Battery 94,24 Wh
Operating System Windows 10 Fall Creator Update Build 1709
Dimensions (mm) 356 x 250 x 18 (Width x Depth x Height)
Weight (grams) 2069 (Notebook) 707 (Charger)
Prosesor Intel Core i7 8750H inilah yang menjadi daya pikat utama laptop gaming Gigabyte Aero 15X v8. Varian ini tampaknya akan menjadi penerus Core i7 7700HQ dan dipakai secara luas pada produk laptop gaming dari kelas entry level hingga high end. Tidak aneh memang mengingat Core i7 8750H merupakan varian entry level dari lini Core i7 8th Gen H-Series seperti halnya Core i7 7700HQ di generasinya.
Seperti prosesor Core i7 “Coffee Lake” lainnya, keistimewaan Core i7 8750H terletak pada penggunaan konfigurasi hexa core alias terdapat enam core prosesor di dalamnya. Peningkatan 50% pada jumlah core prosesor tentu membuat performa komputasi meningkat secara signifikan. Bahkan dengan adanya teknologi Hyper-Threading, Core i7 8750H sanggup menangani 12 proses komputasi sekaligus sehingga cocok untuk menangani aplikasi yang menyukai jumlah thread masif. Tentu saja peningkatan jumlah core prosesor juga membuat jumlah cache meningkat jauh dibandingkan sebelumnya. Akan tetapi seperti juga terjadi pada prosesor Intel “Coffee Lake” lainnya, peningkatan jumlah core dengan rating TDP yang sama, 45 Watt, mengakibatkan nilai base clock Core i7 8750H (2,2 GHz) tidak dapat setinggi pendahulunya seperti Core i7 7700HQ (2,8 GHz). Walaupun begitu kecepatan kerja Core i7 8750H dalam kondisi Turbo Boost 2.0 aktif dapat mencapai angka 4,2 GHz, lebih tinggi dibandingkan Core i7 7700HQ dengan 3,8 GHz.
Gigabyte memadukan prosesor Core i7 8750H dengan motherboard berbasiskan chipset Intel HM370. Varian terbaru chipset laptop untuk prosesor Core i 8th Gen H-Series “Coffee Lake”
Tidak berbeda dengan versi desktop, prosesor Core i 8th Gen H-Series seperti Core i7 8750H mendukung memori/RAM DDR4 dengan kecepatan standar 2666 MHz. Pada Core i 7th Gen H-Series, kecepatan standari memori/RAM DDR4 adalah 2400 MHz.
Gigabyte Aero 15X v8 direncanakan akan dijual dengan menggunakan satu keping memori/RAM DDR4 dengan ukuran 16 GB. Cukup disayangkan memang penggunaan satu keping memori/RAM membuat konfigurasi single channel memory aktif di laptop gaming ini yang membuat performa pada skenario tertentu seperti saat menggunakan IGP tidak sebaik saat menggunakan dual channel memory. Untunglah tersedia satu slot memori/RAM kedua yang tidak diisi jika pengguna ingin menggunakan konfigurasi dual channel memory.
Graphics card GeForce GTX 10 Series Max-Q menjadi pilihan favorit produsen untuk menciptakan laptop gaming tipis tidak terkecuali Gigabyte Aero 15X v8. Tipe graphics card yang digunakan adalah GeForce GTX 1070 Max-Q 8 GB GDDR5 yang sama seperti digunakan Gigabyte Aero 15X generasi sebelumnya. Seperti GTX 1070 untuk perangkat laptop, GTX 1070 Max-Q juga ditenagai GPU GP104 dengan spesifikasi 2048 CUDA Cores, 128 Texture Units, dan 64 ROP Units. GPU tersebut dipadukan dengan memori/VRAM tipe GDDR5 yang dihubungkan melalui memory bus 256-bit.
Implementasi teknologi NVIDIA Max-Q memungkinkan produsen untuk menciptakan laptop gaming tipis dengan ketebalan tidak lebih dari 18 mm. Kunci dibalik teknologi Max-Q Design adalah mencari titik efisiensi kerja paling tinggi dimana kenaikan clock GPU masih menghasilkan kenaikan performa yang relevan. NVIDIA menemukan saat melewati titik tertentu, kenaikan clock GPU tidak menghasilkan kenaikan performa yang sepadan dengan penggunaan daya listrik dan juga panas yang dihasilkan. Oleh karena itu graphics card dengan teknologi NVIDIA Max-Q Design dioperasikan pada tingkat clock speed paling efisien, tidak setinggi varian standarnya. Dengan spesifikasi clock speed seperti itu, panas yang dihasilkan graphics card menjadi lebih rendah sehingga sistem pendingin laptop dapat dibuat lebih kecil. Ukuran laptop pun dapat dibuat lebih kecil dan tipis. Tidak hanya itu, kipas juga dapat dioperasikan dengan kecepatan lebih rendah sehingga kebisingan berkurang.
GPU GeForce GTX 1070 Max-Q di Gigabyte Aero 15X v8 memiliki kecepatan kerja 1215 MHz untuk base clock dan 1379 MHz untuk boost clock. Pada pengujian kami, kecepatan kerja maksimal chip GPU dapat mencapai angka 1544 MHz dengan adanya teknologi GPU Boost 3.0. Sementara chip GDDR5 graphics card tersebut bekerja pada kecepatan 8012 MHz.Gigabyte Aero 15X v8 tetap menghadirkan teknologi NVIDIA Optimus sehingga IGP dan graphics card discrete dapat aktif secara bergantian. IGP akan aktif dalam kondisi idle atau saat melakukan aktivitas di lingkungan desktop Windows sementara graphics card discrete aktif saat game atau aplikasi yang dapat memanfaatkannya mulai dijalankan. Kemampuan seperti ini memiliki tujuan untuk menghemat penggunaan tenaga listrik terlebih saat menggunakan baterai. Gigabyte Aero 15X v8 dilengkapi IGP Intel UHD Graphics 630 yang ditanam di dalam prosesor Core i7 8750H.
Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
Tags: