in: Highlights - Notebook / Laptop | April 3, 2018 | by: Gatot Tri Yuwono

Review Gigabyte Aero 15X v8: Kencang, Tipis, dan Terjangkau dengan Core i7 8750H

The Notebook

Desain bodi Gigabyte Aero 15X v8 tampak tidak mengalami banyak perubahan, membuat penampilannya sangat mirip dengan Gigabyte Aero Series generasi sebelumnya. Cara paling mudah untuk membedakan Gigabyte Aero Series edisi tahun 2018 dan sebelumnya adalah dengan melihat logo di bawah layar dimana pada generasi terbaru bertuliskan AERO, tidak lagi GIGABYTE.

Gigabyte sukses menghadirkan penampilan elegan ala laptop profesional pada Gigabyte Aero 15X v8 meskipun sejatinya ia juga tergolong laptop gaming. Warna black matte dengan motif carbon fibre di dekat engsel pada sisi belakang layar semakin menguatkan kesan tersebut. Saat menggunakan Gigabyte Aero 15X v8, mungkin tidak ada yang menyangka jika laptop ini sanggup menjalankan game modern dengan lancar. Kesan “non-gaming” membuat Gigabyte Aero 15X v8 juga ideal untuk kalangan profesinal yang membutuhkan laptop bertenaga layaknya laptop gaming tetapi dengan penampilan yang tidak mencolok.

Bodi Gigabyte Aero 15X v8 dibuat dari bahan alumunium yang membuat laptop gaming ini kokoh dan kuat saat digunakan. Gigabyte menggunakan proses CNC (Computer Numerical Control) + NIL (Nano-Imprint Lithography). memastikan proses produksi bodi laptop dengan tingkat presisi yang tinggi.

Logo Gigabyte pada sisi belakang layar akan memancarkan warna putih saat laptop menyala.

Bodi tipis memang selalu menjadi daya pikat kuat untuk Gigabyte Aero Series tidak terkecuali pada Gigabyte Aero 15X v8. Penggunaan komponen dengan performa tinggi tidak menyurutkan Gigabyte untuk menghadirkan bodi super tipis. Sulit dipercaya memang jika laptop gaming ini memiliki tebal bodi hanya 1,8 cm saja. Menariknya, Gigabyte Aero 15X generasi sebelumnya masih memiliki ketebalan bodi sebesar 1,99 cm. Siapa menyangka jika Gigabyte dapat menekan ketebalan bodi hingga sejauh itu.

Daya pikat Gigabyte Aero 15X v8 lainnya hadir dalam bentuk penggunaan bezel layar super tipis hanya 5 mm saja. Penggunaan bezel layar seperti itu tidak hanya membuat penampilan Gigabyte Aero 15X v8 terasa lebih premium tetapi juga membuat laptop gaming dengan layar 15,6 inci ini memiliki ukuran bodi seperti laptop 14 inci. Gigabyte Aero 15X v8 sendiri memiliki ukuran 35,6 x 25 cm untuk sisi panjang dan lebar. Laptop gaming dengan layar 15,6 inci umumnya memiliki ukuran sekitar 38 x 26 cm untuk sisi panjang dan lebar.

Bodi tipis nan ramping seperti itu dibarengi dengan bobot laptop yang hanya sekitar 2 kg saja. Tergolong sangat ringan untuk sebuah laptop gaming terlebih dengan bodi dari bahan logam. Menariknya lagi, perangkat catu daya laptop ini pun memiliki bobot hanya 700 gram saja dengan kemampuan menyuplai daya lebih dari 200 Watt.

Dengan bezel layar pada sisi kanan kiri dan atas membuat posisi kamera laptop berpindah ke sisi bawah layar.

Sayangnya dengan posisi kamera laptop seperti itu membuat lawan bicara video chat mendapatkan tampilan gambar seperti di atas. Komunikasi menjadi tidak saling menatap wajah jika pengguna Gigabyte Aero 15X v8 menatap layar. Untuk saling menatap wajah pengguna Gigabyte Aero 15X v8 perlu mengarahkan pandangan ke kamera laptop yang membuat susah melihat layar.

Layar 15,6 inci yang digunakan Gigabyte Aero 15X v8 pun tidak kalah istimewa dengan digunakannya panel IPS. Resolusi layar tersebut memang tergolong standar dengan 1920 x 1080 piksel. Akan tetapi layar tersebut memiliki tingkat refresh rate yang sangat tinggi 144 Hz.

Tingkat refresh rate setinggi itu membuat layar dapat menampilkan sepenuhnya 144 gambar per detik saat game dijalankan pada tingkat frame rate 144 fps. Pada laptop gaming konvensional dengan layar 60 Hz, layar hanya dapat menampilkan 60 gambar per detik meskipun game mampu menghasilkan frame rate lebih dari 60 fps.

Seperti Gigabyte Aero Series lainnya, layar Gigabyte Aero 15X v8 telah mendapatkan sertifikasi dari pihak X-Rite Pantone untuk akurasi warna layar pada panel yang digunakan. Color profile X-Rite Pantone dapat diaktifkan dengan menggunakan Smart Manager.

Melangkah pada konektor, pada sisi kiri Gigabyte Aero 15X v8 dapat ditemukan port RJ45/LAN (Gigabit Ethernet), 1X Type-A USB 3.1 Gen 2 (10 Gbps), HDMI, mini Display Port, dan headphone microphone combo jack.

Sementara pada sisi kanan dapat ditemukan slot memory card reader, 1X Thunderbolt 3 (40 Gbps), 2X Type-C USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps), DC-IN, dan lubang kensington security lock. Terasa melegakan sebuah laptop gaming setipis ini masih menyertakan slot memory card reader untuk SD Card. Sejumlah laptop gaming tipis atau laptop tipis lain yang pernah kami jumpai mulai meniadakan slot memory card reader tersebutPadahal slot memory card reader masih dibutuhkan untuk kalangan tertentu seperti fotografer. Memang dapat diakali dengan membawa perangkat memory card reader terpisah yang sayangnya mungkin akan lebih merepotkan saat dibawa atau digunakan.

Keyboard khas Gigabyte Aero Series kembali hadir di Gigabyte Aero 15X v8. Keyboard terasa menyenangkan saat digunakan seperti pendahulunya. Tombol terasa nyaman dan responsif saat ditekan dengan feedback terasa solid. Ukuran setiap tombol pun dibuat dengan luas penampang besar dan memiliki jarak menccukupi antara satu tombol dan lainnya.

Keyboard Gigabyte Aero 15X v8 tetap mewarisi fitur per-key RGB backlit seperti pendahulunya. Warna cahaya dan efek backlit dapat diatur sesuai selera dengan menggunakan Gigabyte Fusion. Terdapat pilihan variasi warna hingga 16,7 juta.

Komponen touchpad Gigabyte Aero 15X v8 tampak tidak lurus sejajar dengan tombol spacebar yang mungkin akan menyebabkan kenyamanan mengetik menjadi kurang maksimal. Tombol klik kiri dan kanan menyatu dengan permukaan sentuh touchpad yang menurut kami terasa tidak seenak seperti saat menggunakan tombol terpisah. Menariknya saat tombol klik kanan ditekan dalam waktu lama, lampu indikator laptop akan menyala dan menunjukkan kapasitas baterai yang masih ada.

Lampu indikator Gigabyte Aero 15X v8 yang tidak hanya memiliki fungsi untuk mengetahui komponen apa yang sedang aktif tetapi juga untuk memeriksa sisa kapasitas baterai tanpa perlu menghidupkan laptop.

Penampang sisi bawah Gigabyte Aero 15X v8 dengan lubang ventilasi jalur masuknya udara ditempatkan di dekat engsel layar yang menjadi tempat sistem pendingin berada.

Gigabyte Aero 15X v8 memposisikan lubang ventilasi pembungan udara panas mengarah ke engsel layar seperti halnya varian Gigabyte Aero Series lainnya. Desain seperti ini memang memiliki kontribusi membuat bodi laptop mejadi tipis tetapi mengakibatkan sebagian udara panas melewati permukaan layar, selain juga dibuang ke arah belakang.

Komponen internal Gigabyte Aero 15X v8 dapat diakses dengan melepas penutup sisi bawah laptop yang terbuat dari bahan logam. Tampak pada gambar komponen baterai ditempatkan dengan jarak cukup jauh dari prosesor dan graphics card sehingga meminimalisir efek buruk akibat panas tinggi. Sistem pendingin laptop gaming ini tampak menggunakan desain dua area pelepasan panas.

Sistem pendingin Gigabyte Aero 15X v8 dilengkapi dua kipas dan dua heatpipe tembaga. Satu heatpipe tampak memiliki diameter lebih besar dibandingkan lainnya yang membuatnya mampu menampung kalor lebih banyak. Dua heatpipe akan menerima sekaligus pasokan kalor dari prosesor dan graphics card untuk kemudian dialirkan ke area pelepasan panas. Komponen baseplate tampak pula tidak hanya digunakan untuk mendinginkan prosesor dan graphics card melainkan juga komponen VRM dan chip memori/VRAM.

Desain sistem pendingin Gigabyte Aero 15X v8 membuat dua area pelepasan panas akan menerima beban pendinginan yang seimbang untuk mendinginkan komponen prosesor sekaligus graphics card. Kecepatan kedua kipas dapat diatur sesuai dengan keinginan pengguna dengan menggunakan Smart Manager.

Gigabyte Aero 15X v8 dilengkapi dua slot SO-DIMM DDR4 yang menandakan ia mendukung kapasitas memori/RAM hingga 32 GB (@16 GB). Unit pengujian kami datang dengan satu keping memori/RAM dengan merk G.Skill.

Gigabyte Aero 15X v8 menyediakan dua slot M.2 yang mendukung SSD PCIe 3.0 x4 NVMe. Tampaknya satu slot M.2 hanya mendukung SSD PCIe sementara slot lainnya mendukung SSD PCIe atau SATA. Gigabyte Aero 15X v8 tidak menyediakan konektor SATA dan juga tempat untuk memasang HDD/SSD 2,5 inci.  Absennya solusi storage 2,5 inci sebenarnya justru menguntungkan Gigabyte Aero 15X v8 dari segi performa karena ia akan “dipaksa” untuk menggunakan SSD saja. Storage SSD akan membuat laptop gaming ini dapat mengerahkan performa sesungguhnya. Tidak sampai disitu saja, absennya storage 2,5 inci membuat Gigabyte dapat memanfaatkan ruang yang tidak terpakai untuk memperbesar ukuran baterai dimana hal ini membuat daya tahan menjadi lebih panjang.

Wireless card Intel Dual Band Wireless-AC 8265 yang menyediakan konetivitas nirkabel Wi-Fi ac dan Bluetooth V4.2.

Gigabyte Aero 15X v8 dilengkapi solusi audio stereo dengan dua speaker yang ditempatkan pada sisi samping dengan driver mengarah ke bawah. Tata suara Gigabyte Aero 15X v8 juga diperkuat teknologi Dolby Atmos untuk kualitas suara lebih realistis.

Gigabyte Aero 15X v8 tetap menghadirkan ciri khas Gigabyte Aero Series dengan kapasitas baterai yang masif 94,24 Wh.

Alih-alih menggunakan perangkat catu daya “generik” di pasaran, Gigabyte merancang sendiri untuk khusus untuk laptop gaming mereka. Hasilnya, power adapter Gigabyte Aero 15X v8 hanya memiliki bobot 707 gram dengan dimensi begitu ramping. Padahal perangkat tersebut mampu menyuplai daya hingga 215 Watt dengan alokasi 10 Watt digunakan untuk menyuplai port USB. Yap! Terdapat port USB pada perangkat catu daya ini yang dapat digunakan untuk melakukan pengisian daya tanpa perlu mengganggu port USB yang ada pada laptop.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES