in: Highlights - Notebook / Laptop | April 3, 2018 | by: Gatot Tri Yuwono

Review Gigabyte Aero 15X v8: Kencang, Tipis, dan Terjangkau dengan Core i7 8750H

Hasil Pengujian – System Benchmark

CPU Clock Analysis

Untuk menganalisa karakteristik kerja Core i7 8750H di Gigabyte Aero 15X v8, kami menggunakan aplikasi Intel XTU.

Di skenario render 3D dengan menggunakan Blender dengan kecepatan kipas Auto Maximum 100%, tampak tidak terjadi gejala thermal throttling yang menandakan sistem pendingin Gigabyte Aero 15X v8 memiliki performa yang sudah mumpuni. Walaupun begitu, gejala power throttling nyaris terjadi selama durasi pengujian berlangsung dengan menggunakan aplikasi ini. Tidak aneh memang mengingat aplikasi modelling 3D ini sanggup memaksa prosesor bekerja melebihi rating TDP standarnya (45 Watt) hingga mencapai 70 Watt dengan kecepatan kerja 3,27-3,33 GHz di semua core prosesor. Prosesor Core i7 8750H tampak dapat bekerja stabil dalam durasi lebih lama di kecepatan 2,86-2,89 GHz dengan semua core prosesor aktif dengan rating TDP berkisar 52 Watt.

Sementara pada skenario gaming dengan game Metro Last Light dengan keceepatan kipas Fixed Mode 100%, kami menjumpai gejala thermal throttling pada Core i7 8750H. Walaupun begitu gejala thermal throttling seharusnya tidak terlalu menggangu performa sistem selama permainan karena hanya terjadi sesekali dan dalam tempo singkat.

Performance Consistency with Cinebench R15

Untuk menguji konsistensi performa prosesor Core i7 8750H, kami menjalankan aplikasi render 3D Cinebench R15 sebanyak 20 kali secara berturut-turut dengan menggunakan kecepatan kipas Fixed Mode 100%. Semakin kecil selisih skor antar pengujian pertama dan seterusnya maka semakin baik dan konsisten performa yang diberikan prosesor tersebut.

Terlihat hanya pada pengujian pertama Core i7 8750H memperoleh hasil paling tinggi sebelum akhirnya turun di pengujian kedua hingga terakhir. Walaupun begitu perbedaan performa pengujian pertama dan kedua masih dalam batas wajar di bawah 10% dan pada pengujian kedua hingga seterusnya, hasil yang didapatkan sangat stabil dengan selisih paling besar 21 poin saja.

PCMark 7

PCMark 7 Creativity berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa sistem dalam melakukan viewing, editing, transcoding, dan storing file foto dan video.

PCMark 7 Entertainment berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa sistem dalam melakukan recording, viewing, streaming, dan transcoding acara televisi beserta film. Performa sistem dalam melakukan importing, organizing, dan browsing file musik beserta bermain game juga diuji disini.

PCMark 7 Productivity berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa sistem dalam melakukan loading halaman werbsite dan menjalankan aplikasi office kelas rumahan.

PCMark 7 Computation berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa komputasi CPU dan GPU.

PCMark7 Storage berisi sekumpulan pengujian untuk menilai performa komponen storage pada sebuah sistem.

PCMark 8

PCMark 8 Home berisi sekumpulan beban pengujian yang menggambarkan aktivitas pengguna pada umumnya pada sistem rumahan mereka. Beban pengujian mencakup aktivitas Web Browsing, Writing, Casual Gaming, Photo Editing, dan Video Chat.

PCMark 8 Creative berisi sekumpulan beban pengujian yang menggambarkan aktivitas pengguna tingkat lanjut pada sistem rumahan mereka. Beban pengujian mencakup aktivitas Web Browsing, Photo Editing, Batch Photo Editing, Video Editing, Media To Go, Mainstream Gaming, dan Video Group Chat. Pengujian ini memiliki beban lebih berat terhadap sistem dibandingkan PCMark 8 Home.

PCMark 8 Work berisi sekumpulan beban pengujian yang menggambarkan aktivitas pengguna di lingkungan perkantoran. Beban pengujian mencakup aktivitas Web Browsing dan Writing.

PCMark 8 Storage berisi sekumpulan beban pengujian untuk mengukur performa komponen storage seperti HDD, SSD, dan Hybrid Drive pada sebuah sistem. Pengujian ini akan menguji performa storage pada aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowerPoint, Adobe Photoshop, Adobe After Effects, World of Warcraft, & Battlefield 3.

PCMark 10

Cinebench

CINEBENCH R15 SS

Cinebench merupakan aplikasi pengujian untuk mengukur kemampuan prosesor atau graphics card saat melakukan render sebuah objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam bentuk skor. Semakin tinggi skor yang dihasilkan, semakin baik. Grafik di bawah merupakan hasil pengujian pada komponen prosesor.

Geekbench 3

Autodesk 3DS Max

3DS Max merupakan salah satu aplikasi 3D modeling populer dan umum digunakan di industri film, game, dan masih banyak lagi. Kami menggunakan aplikasi ini untuk menguji performa prosesor dalam melakukan render pada objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu yaitu detik. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Blender

Blender merupakan aplikasi 3D modeling bersifat gratis dan juga open source. Kami menggunakan aplikasi ini untuk menguji performa prosesor dalam melakukan render pada objek 3D. Hasil pengujian disajikan dalam satuan waktu yaitu detik. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin baik.

Handbrake

Handbrake

Handbrake merupakan salah satu aplikasi transcoding video gratis yang cukup popular. Aplikasi tersebut mampu memanfaatkan sejumlah thread prosesor dan sangat menyukai prosesor dengan clock speed tinggi. Oleh karena itu aplikasi tersebut sangat ideal untuk menguji “kekuatan” sebuah prosesor. Hasil pengujian disajikan dalam average frame per second alias jumlah frame yang dapat dikonversi/diolah prosesor setiap detiknya.

Video SourceTears Of Steel (3840 x 1714 pixels; H.264; Bitrate 73,244 Mb/s; Total Frame 17616)

Video Output: 1920 x 1080 pixels (H.264; Handbrake Normal Preset)

Video SourceTears Of Steel (3840 x 1714 pixels; H.264; Bitrate 73,244 Mb/s; Total Frame 17616)

Video Output: 1920 x 1080 pixels (H.265; Handbrake Normal Preset)

Photoshop CC

Photoshop CC merupakan aplikasi manipulasi gambar versi terbaru dari Adobe. Kami masih menguji menggunakan Action bernama Photoshop Speed Test yang telah sedikit kami modifikasi untuk lebih mencerminkan operasi-operasi yang biasa dilakukan apabila bekerja dengan Photoshop.

Storage Test

ATTO Disk Benchmark

Crystal Disk Mark

Temperature

Suhu Operasional

Peningkatan sebesar 50% pada jumlah core prosesor sempat membuat kami khawatir akan temperatur Core i7 8750H di Gigabyte Aero 15X v8 terlebih mengingat tipisnya bodi laptop ini. Akan tetapi pengujian kami di skenario render 3D dengan menggunakan aplikasi Blender menunjukkan bahkan dengan kecepatan kipas Auto Maximum 100%, temperatur prosesor hexa core ini masih berada pada tingkat yang aman di bawah 80 °C. Padahal aplikasi ini sanggup membuat seluruh thread yang dimiliki Core i7 8750H “berkeringat” dengan beban kerja yang diberikan. Kecepatan kipas Fixed Mode 100% tampak tidak banyak menurunkan lebih jauh temperatur prosesor. Ada kemungkinan pada mode Auto Maximum 100%, kecepatan kipas hampir menyamai mode Fixed Mode 100%.

Pada pengujian di skenario gaming, temperatur kerja GTX 1070 Max-Q tampak berada pada tingkat masih tergolong aman. Akan tetapi kondisi berbeda kami temukan pada komponen proseosor dimana seluruh core prosesor mencapai temperatur di kisaran 90 °C. Tidak aneh memang mengingat game ini memberikan beban lumayan pada graphics card dan juga prosesor. Terlebih penyusutan tebal bodi membuat ukuran sistem pendingin Gigabyte Aero 15X v8 menjadi begitu ramping. Untunglah kami tidak menemukan gejala ketidakstabilan yang diakibatkan temperatur kerja setinggi itu.

Thermal Imaging

Untuk melihat titik panas pada permukaan bodi laptop, kami menjalankan game Metro Last Light selama beberapa waktu lalu melakukan pengukuran dan pemotretan thermal imaging. Pemotretan thermal imaging menggunakan perangkat FLIR ONE. Area dengan warna paling terang menunjukkan temperatur paling tinggi.

Area sebaran panas Gigabyte Aero 15X v8. Tampak area dengan warna paling terang (temperatur paling tinggi) ada di dekat engsel layar, sekitar tombol Power On/Off, yang memang menjadi tempat komponen prosesor dan graphics card.

Dengan komponen kipas dibawahnya, tidak aneh jika temperatur tombol keyboard di area ini menjadi sangat rendah. Sesi memainkan game lebih terasa nyaman karena absennya rasa hangat.

Lain halnya dengan area tengah keyboard dimana temperatur sudah menunjukkan angka di atas 44 °C. Untunglah keyboard pada area ini jarang digunakan saat memainkan game.

Dengan komponen kipas ada pada sisi bawah membuat area ini bebas dari paparan panas tinggi.

Rendahnya temperatur tombol ASDW pun dibarengi dengan area palmrest kiri yang juga memiliki temperatur di bawah temperatur normal tubuh manusia. Alhasil tangan tetap terasa nyaman selama sesi permainan bahkan dalam durasi yang panjang.

Temperatur area palmrest kanan dan touchpad pun tampak begitu rendah yang membuat tangan tetap merasa nyaman saat ada di atasnya.

Temperatur di area sepanjang sisi sebelah atas keyboard. Temperatur seperti itu memang belum dapat membuat tangan terluka akibat panas tetapi akan terasa kurang nyaman saat disentuh dalam waktu lama.

Temperatur di area ventilasi pembungan udara panas. Hindari menyentuh area ini akibat panas yang tinggi akibat hembusan udara.

Temperatur engsel layar yang terkena hembusan udara panas dari lubang ventilasi. Tampak area sekitar kamera laptop tidak terkena paparan udara panas.

Desain lubang ventilasi ala Gigabyte Aero Series menyebabkan layar mendapat paparan panas cukup tinggi selama durasi penggunaan terlebih saat memainkan game.

Temperatur bodi perangkat catu daya Gigabyte Aero 15X v8 tampak menunjukkan angka 50 °C. Akan terasa hangat saat dipegang tetapi masih aman.

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES