in: News | May 8, 2018 | by: Irham

AwanTunai Sasar Bengkel Motor dan Toko Susu, Pakai Sekarang Bayar Pas Gajian

Menyambut bulan Ramadhan, banyak orang yang sudah menyiapkan berbagai hal unttuk meyambut tradisi mudik lebaran. Mulai dari persiapan budget liburan, oleh-oleh dan tentunya persiapan kendaraan. Namun untuk urusan kendaraan terkadang menjadi hal yang diakhirkan karena alokasi dana yang terbatas.

AwanTunai, fintech yang baru hadir di industri lending di tanah air melihat segmen yang cukup menarik untuk menghadirkan solusi peminjaman ringan. Menyasar masyarakat ekonom menengah kebawah, AwanTunai menawakan pinjaman ringan untuk jasa servis bengkel dengan sistem yang mudah.  AwanTunai hadir dengan tagline “Pakai sekarang, Bayar Pas Gajian.”

“Memahami kondisi yang ada, AwanTunai sebagai salah satu fintech dengan visi membantu kemandirian finansal masyarakat Indonesia memperluas kerjasama dengan bengkel-bengkel di wilayah Jakarta dan sekitarnya,” ujar Windy Natriavi, COO AwanTunai. Dengan pinjaman mulai dari Rp 750.000 hingga Rp. 5 juta, masyarakat bisa melakukan servis, pengecekan, dan pembelian sparepart kendaraan roda dua di bengkel mitra AwanTunai.

Saat ini sudah ada 10 bengkel bekerjasama dengan awan tunai, tersebar di Jakarta Bekasi dan Tanggerang. Tomotor, salah satu bengkel menjadi mitra AwanTunai mengaku cukup senang dengan hadirnya solusi peminjaman dari AwanTunai ini. Beberapa pelanggan sudah menggunakan kredit dari AwanTunai, merasa cukup terbantu. AwanTunai juga tidak memberikan charge tambahan pada mitra merchant, dan dana yang dipinjam oleh pelanggan untuk jasa servis maupun pembelian spare part dapat diterima oleh mitra merchant H+1 dari dari waktu pembelian. “Dengan hadirnya AwanTunai, kami juga bisa memberikan pelayanan tambahan untuk bengkel kami,” ujar Thomas pemilik Bengkel Tomotor.

Untuk pembayaran bisa dilakukan melalui Indomaret, ke bank maupun ke bengkel/toko secara langsung. Aprroval AwanTunai juga cepat, karena menggunakan sistem bigdata dengan 100 parameter pengecekan serta terintegerasi dengan sistem dukcapil pemerintahan. Untuk pinjaman ringan Rp 750 ribu, pengguna AwanTunai harus membayar lunas di bulan berikutnya. “Pinalty Fee untuk saat ini berlaku dengan tarif flat 20 ribu jika peminjam tidak dapat mengembalikan pinjaman di bulan berikutnya,” lanjut Windy.

AwanTunai sudah berdiri sejak Mei 2017, dan awal kemunculannya AwanTunai lebih menyasar ke segmen konsumen smartphone. Saat ini AwanTunai juga meningkatkan limit pinjaman untuk pembelian smartphone hingga Rp. 5 juta.  “Kawan AwanTunai dapat memanfaatkan fasilitas “Pakai Sekarang, Bayar Pas Gajian,” untuk membeli susu dan kebutuhan pendukung lainnya di sejumlah Mitra AwanTunai. AwanTunai berharap dapat mendukung pemenuhan Hari Raya sekaligus membantu menahan laju pengeluaran ekstra masyarakat menjelang Lebaran,” tutup Windy.